Feature news

Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Pelayanan Medis dengan RSA Nusa Waluya I di Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi




Pelayanan Medis dengan RSA Nusa Waluya I di Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi (15 – 18 September 2016)
22 September 2016
Oleh: Abdul Basith Bardan

15 – 18 September 2016, tim doctorSHARE melangsungkan pelayanan medis di Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. RSA Nusa Waluya I sandar di Dermaga Polisi Perairan (Polair) Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kehadiran doctorSHARE di Jambi ini merupakan kali ketiga setelah pelayanan medis pada 2014 dan 2015.

Dalam pelayanan medis kali ini, doctorSHARE bekerjasama dengan Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Jambi, Direktorat Polisi Lalu Lintas (Dirpolantas) Polda Jambi, Bidang Dokter dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jambi, dan Bhayangkari Polda Jambi. Berbagai macam kegiatan medis dilaksanakan selama tim doctorSHARE berada disana, mulai dari pengobatan umum hingga bedah.

15 September 2016, tim doctorSHARE melangsungkan pemeriksaan USG (ultrasonografi). Tim juga melangsungkan pengobatan umum yang diikuti oleh 192 warga Muara Sabak Timur. Jenis penyakit yang banyak diderita masyarakat adalah hipertensi (darah tinggi) dan gangguan lambung.

Ada tiga puskesmas di Muara Sabak Timur yang melayani 12 desa dan kelurahan. Juga terdapat Puskesmas Pembantu di setiap desa. Hanya saja peralatan dan jumlah tenaga dokter yang tersedia belum dapat melayani bedah mayor dan minor.

Masyarakat Muara Sabak Timur terlihat antusias menghampiri RSA Nusa Waluya I yang menjadi lokasi berlangsungnya pelayanan medis. Warga datang menggunakan berbagai macam alat transportasi. Dinas Perhubungan turut menyediakan perahu bermesin.

Pelaksanaan bedah minor di Muara Sabak Timur mencatat rekor total pasien terbanyak dalam sejarah bedah minor yang pernah dilakukan tim doctorSHARE. Sebanyak 183 pasien ditangani oleh tim doctorSHARE, dibantu oleh Biddokkes Polda Jambi.

dr. Meidy Regianto selaku koordinator bedah minor menjelaskan, 113 pasien disunat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. 70 pasien lainnya dibedah karena terdapat benjolan di tubuhnya. Jenis kasus bedah minor terbanyak selain sunat adalah lipoma. Adapun bedah mayor diikuti 21 pasien dengan 23 kasus. Kasus terbanyak adalah hernia dan beberapa pasien di antaranya merupakan anak-anak.

Lonjakan jumlah membuat RSA Nusa Waluya I tidak lagi dapat menampung seluruh pasien. Pasien bedah mayor pun dirawat di beberapa tempat. Ada pasien yang dirawat di RSA Nusa Waluya I, adapula yang dibawa ke Puskesmas terdekat. Selain itu, beberapa pasien dirawat di Kantor Kepolisian Perairan Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang dijadikan sebagai ruang rawat inap.

“Jumlah pasien bedah minor di Muara Sabak Timur melebihi target, tetapi dapat teratasi dengan bantuan tenaga medis dari Dokkes Polda Jambi, Bhayangkari, Puskesmas, serta bantuan alat dari dinas setempat,” jelas dr. Chris Hally Santoso selaku koordinator doctorSHARE untuk pelayanan medis di Muara Sabak.

Selain kegiatan pemeriksaan kesehatan dan bedah, tim doctorSHARE juga melakukan penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada 16 September 2016. Penyuluhan yang berlangsung di Gedung Nasional ini dihadiri sekitar 300 siswa SD, SMP, dan SMA Muara Sabak Timur.

“Syukurlah seluruh rangkaian kegiatan dapat lancar terlaksana. Semoga pada tahun-tahun mendatang tim doctorSHARE dapat menggelar kegiatan serupa di Provinsi Jambi,” ujar Direktur Ditpolair Kepolisian Daerah Jambi, Komisaris Besar Polisi Drs. Yosi Muhamartha.


Profil RSA (Rumah Sakit Apung)




sumber

http://www.doctorshare.org/index.php/news/2016/09/22/273/pelayanan-medis-dengan-rsa-nusa-waluya-i-di-muara-sabak-timur-kabupaten-tanjung-jabung-timur-jambi-15-18-september-2016.html

https://www.youtube.com/channel/UCdA8X8KDPaBcWVQ91_WEEtA



Continue Reading »

Mulai Tahun 2016 Ini, Unpad Gratiskan Biaya Kuliah Sarjana Kedokteran dan Dokter Spesialis




Mulai penerimaan mahasiswa baru tahun 2016 ini, 
Universitas Padjadjaran akan menggratiskan biaya pendidikan mahasiswa baru program 
studi Sarjana Pendidikan Dokter dan Pendidikan Dokter Spesialis di Fakultas Kedokteran. 
Kebijakan ini diambil antara lain untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter dan dokter spesialis di berbagai daerah, khususnya di Jawa Barat.

“Kenyataannya, daerah-daerah itu memerlukan tenaga, jadi mereka siap untuk bisa 
memberikan biaya pendidikannya,” ujar Rektor Unpad, Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, 
saat menggelar jumpa pers di Ruang Executive Lounge Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35, Bandung, Senin (25/01).

Dalam jumpa pers tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Dr. Arry Bainus, M.A., 
Direktur Pendidikan Unpad, Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr., Sp.A-K., M.Kes., 
Dekan Fakultas Kedokteran Unpad, Dr. Yoni Fuadah Syukriani, dr., MSi., Sp.F., DFM, serta 
Direktur Tata Kelola dan Komunikasi Publik Unpad, Dr. Soni A. Nulhaqim, S.Sos., M.Si.

Lebih lanjut Rektor mengatakan, kondisi ketersediaan tenaga dokter dan dokter spesialis di Jawa Barat tidak merata. 
Kebanyakan tenaga dokter dan dokter spesialis masih terpusat di kota besar. Menyadari hal tersebut, 
Unpad berkomitmen membantu mendistribusikan tenaga dokter dan dokter spesialis ke seluruh wilayah di Jawa Barat. 
Meski demikian, tidak menutup kemungkinan ada pula permintaan dari daerah lainnya di Indonesia.

Pada tahun akademik 2016/2017 ini, FK Unpad akan menerima 250 calon mahasiswa dengan rincian 125 dari 
jalur SNMPTN dan 125 dari jalur SBMPTN. Seluruh mahasiswa yang diterima melalui dua jalur seleksi tersebut akan 
digratiskan biaya kuliahnya melalui beasiswa yang dikeluarkan pemerintah daerah dari 27 Kota/Kabupaten di Jawa Barat maupun 
beasiswa dari berbagai pihak, termasuk instansi swasta.

Meski gratis, ada syarat yang ditetapkan Unpad kepada mahasiswa Pendidikan Dokter dan Dokter Spesialis, yaitu 
ada perjanjian antara calon mahasiswa dengan Unpad. Isi perjanjian kurang lebih menyatakan, 
ketika lulus nanti para dokter yang kuliah gratis ini wajib mengabdi di wilayah/instansi yang ditentukan. 
Jika tidak, Rektor berkomitmen tidak akan mengeluarkan ijazahnya.

“Unpad ingin membangun sikap kesiapan mengabdi sungguh-sungguh kepada masyarakatnya bagi para lulusannya. 
Jika tidak bersedia memenuhi perjanjian itu, jangan pilih kuliah di Kedokteran Unpad. 
Ada banyak perguruan tinggi lain yang juga menyediakan pendidikan kedokteran,” tegas Rektor.

Dekan FK Unpad, Dr. Yoni Fuadah Syukriani, dr., M.Si., Sp.F., DFM., menilai program penggratisan biaya kuliah di FK Unpad ini 
bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang benar-benar mencintai masyarakat. “Ini adalah salah satu cara 
memfasilitasi mereka (mahasiswa) sehingga bisa bekerja dengan baik di masyarakat, dan karirnya bisa dibangun,” kata Yoni.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh


Selanjutnya, kata Tri, dokter lulusan kuliah gratis bersedia melanjutkan pendidikan spesialis, yang 
juga gratis di Unpad. Lama kuliahnya adalah 7-9 semester. Kelak, setelah lulus sebagai spesialis, 
masa kerja penempatannya selama 4-5 tahun. “Tidak ada istilah coba-coba untuk ini,” tuturnya.

Pada tahun ajaran baru 2016/2017, Unpad menyediakan 250 kursi mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran. 
Seleksinya lewat SNMPTN dan SBMPTN serta afirmasi atau beasiswa dari pemerintah daerah di Jawa Barat. 
“Mahasiswa baru afirmasi per kota atau kabupaten hanya 2 orang di Unpad, tidak khusus ke Kedokteran,” ucapnya.

Adapun kuota dokter spesialis gratis sebanyak 150 orang. Menurut Tri, 
ada 20-an program studi yang bisa dipilih dari tiga jenis spesialis, yakni bedah, medik, dan penunjang. 
Uang kuliahnya per semester yang berlaku saat ini sebesar Rp 15-25 juta per semester. Adapun uang kuliah S-1 maksimal Rp 13 juta per semester.

ANWAR SISWADI


Video bersama Rektor Unpad, Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad friends




sumber






Continue Reading »

Motor Scooter yang Berjalan di atas Air



Motor scooter ini memiliki ide yang cerdas namun praktis,
sehingga dapat mempermudah saat melewati genangan air ataupun untuk menyeberang,
dengan menggunakan pelampung di kiri dan kanan motor, serta dengan beberapa
modifikasi yang lainnya sehingga motor skuter ini dapat berjalan dengan baik
di darat ataupun di atas air, ide yang jenius,
berikut video motor Amphibious Water Scooter
check it out guys....




sumber

https://www.youtube.com/watch?v=XiW5SLQX2w8



Continue Reading »

Berselancar dengan Motor diatas Air , Robbie Maddison, stunt rider asal Australia




California, KompasOtomotif — Robbie Maddison, stunt rider asal Australia, menunjukkan bahwa bersepeda motor di atas air bisa diwujudkan. Namun, melakukan hal tersebut tak semudah dalam video "pipe dream" yang diunggah DC Shoes.



Kepada Daily Mail, Selasa (4/8/2015), pria yang kerap mendapat julukan "Maddo" itu blakblakan soal rahasia dirinya bisa berselancar dengan mudah di atas air. "Tampaknya mudah, tetapi mengerjakannya sangat sulit karena saya ingin hasilnya tampak sangat nyata," kata Maddison.



Dia mengatakan bahwa proses persiapan dan pengambilan gambar hingga selesai memakan waktu sampai dua tahun. Dalam masa itu, Maddison juga menghabiskan waktu untuk mencari formula modifikasi sepeda motor yang tepat.

Video Robbie Maddison bisa di lihat dibawah ini
Check it out guys....



Modifikasi

Aspek paling penting adalah modifikasi yang tepat untuk KTM 250 SX yang digunakannya. Sepeda motor trail adventure 250 cc 2-tak itu punya papan ski dari karet di bagian depan dan belakang untuk membuat sepeda motor tetap mengambang.

Sementara itu, ban belakang ditambah semacam blok dari karet yang membuatnya berfungsi sebagai propeler untuk tetap berjalan di atas air. Ban spesifikasi khusus ini tetap bisa digunakan di lumpur dan tanah yang lembek.

"Memperhitungkan tinggi dari papan dan di mana titik yang tepat untuk meletakkannya adalah sangat krusial," kata Maddison.



Hal tersebut itu diperkuat oleh pernyataan mekanik Buddy Morgan yang mengerjakan ubahan sepeda motor Madisson. Morgan dan tim bereksperimen dengan banyak papan dan ban untuk mendapatkan spesifikasi yang sesuai.

"Tenaga dari mesin saja tidak cukup memberikan efek agar sepeda motor meluncur di air. Kuncinya bentuk dan sudut kemiringan papan seluncur serta jumlah blok karet pada ban belakang yang membuat semuanya berbeda," kata Morgan.

Untuk melakukan start awal, Maddison juga membangun semacam area khusus untuk mendapatkan kecepatan demi momentum saat memasuki air. Proses ini tidak masuk dalam video.



sumber

http://otomotif.kompas.com/read/2015/08/04/171600515/Mau.Tahu.Cara.Bersepeda.Motor.di.Atas.Air.

https://www.youtube.com/watch?v=lDi9uFcD7XI

http://www.dailymail.co.uk/news/article-3183432/The-insane-moment-stunt-rider-Robbie-Maddison-Maddo-catches-monstrous-Tahiti-wave-MOTORBIKE-DC-Shoes-Pipe-Dream-video.html





Continue Reading »

Achmadi Sulap Truk Jadi Warung Makan

Achmadi truk Jadi Warung Makan


BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Melesunya perekonomian Kalsel memberikan dampak sepinya angkutan truk. Kondisi demikian, membuat pemilik truk Achmad Dzuhdi menyulap mobil angkutannya menjadi warung berjalan (wajan).

Dibantu istri, Sutarni, sudah satu bulan terakhir menjalankan usaha Wajan tersebut. Diakuinya, hasilnya tidaklah mengecewakan, setiap hari sudah beromset rata-rata Rp 1 juta. Start dari rumah Bapak tiga anak itu di Kompleks Sapa Nusa Mekatani Kelurahan Guntung Manggis RT 27 RW 4 Banjarbaru dan mangkal setiap hari di Jalan Trikora Banjarbaru. Wajan buka mulai pukul 10.00 wita sampai pukul 16.00 wita. Menu yang tersedia seperti Soto Banjar satu porsi hanya Rp 10 ribu, Sop Iga hanya Rp 20 ribu, Bebek Rp 18 ribu.

"Ada yang meminta kami jalan ke kantor-kantor, tetapi cukup di Jalan Trikora ini saja sudah bersyukur.
Pembeli karena penasaran, ditunjang rasa masakan yang sedap maka akhirnya datang lagi," katanya, Selasa (1/9). Dirinya menjamin rasa masakan yang tersedia tidak mengecewakan dan harganya cocok di kantong.
Achmadi bersama istri juga melayani katering, semua bikinan sendiri.


sumber
http://banjarmasin.tribunnews.com/2015/09/01/achmadi-sulap-truk-jadi-warung-makan
http://banjarmasin.tribunnews.com/2015/09/01/achmadi-sulap-truk-jadi-warung-makan?page=2
http://banjarmasin.tribunnews.com/2015/09/01/achmadi-sulap-truk-jadi-warung-makan?page=3


.
Continue Reading »

Tanpa modal, tangan kaki itu modal, otak itu modal




dahulu ada seorang mendapatkan seekor bangkai tikus,
karena kecerdikannya berfikir, bangkai tikus ini dijual,
ia menjualnya ke pecinta ular untuk makanan ular,
setelah mendapatkan uang kecil, mungkin beberapa koin logam,
ia membelanjakan uang kecil ini beberapa tetes madu,
satu gelas air + tetesan madu diaduk, bisa menjadi minuman berenergi,
minuman ini kemudian dijual kepada tukang yang ia kenal, laku,
setelah laku, dan dapat uang kecil, ia belanja beberapa tetes madu,
kemudian, dibuatlah 2 gelas minuman berenergi madu,
dijual kepada tukang lainnya, lalu mendapat lebih banyak uang kecil,
 ia belanja beberapa tetes madu lagi,kemudian,
dibuatlah minuman air madu berenergi lebih banyak lagi,
dijual kepada tukang tempat lainnya,
lalu ia kembali mendapat lebih banyak uang kecil,
begitu seterusnya, sampai uang cukup,
ia mendirikan kedai minuman madu, keuntungan bertambah banyak,
setelah lama berjualan minuman madu,
 ia membuka pondok makan dan minum,
banyak pembeli karena murah, lama lama buka cabang,
cabang pun terus bertambah seiring waktu,
kemudian buka cabang di luar negeri,
next, mungkin saat saya dan anda mengatakan tidak ada modal,
coba kita jalan kaki, keliling rumah, blok, komplek,
saat dijalan ketemu bangkai tikus,
apa yang harus dilakukan,
saya dan anda sudah tahu kan, just kidding,,
ucapkan sabbe satta bhavantu sukhitatta semoga semua mahkluk bebahagia, kemudian
modal muncul, ajaib khan , just kidding :)
sebenarnya kita punya modal, tangan kaki modal, otak modal,
wajah cantik modal, suara merdu modal, mulut nyeyes  modal :)
cuma saya dan anda mungkin belum tahu apa modal kita,
maybe karena ditutupi oleh merasa otak paling cerdas, gengsi tingkat dewa/dewi,
dan sebab lainnya.
berharap suatu hari saya anda menemukan modal kita, dan
bisa membuat jadi usaha yang maju, dan lebih maju lagi,
saddhu... saddhu,,,,  saddhu...
night... :)



Continue Reading »

Sony Budianto , Anak Pemulung dari Lamongan Jadi Mahasiswa Kedokteran Undip


Putra Pemulung Ini Raih Beasiswa Bidik Misik Kedokteran. Sony Budianto berkacamata dan bertopi. 

Anak Pemulung dari Lamongan Jadi Mahasiswa Kedokteran Undip
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sony Budianto masih belum percaya bahwa dirinya baru saja resmi menjadi seorang mahasiswa Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, setelah diresmikan langsung oleh Rektor Prof Yos Johan Utama dalam upacara Penerimaan Mahasiswa Baru di Stadion Undip, Tembalang, Selasa (25/8/2015).
Pasalnya remaja asal Lamongan itu semula tidak yakin, dirinya yang serba kekurangan dalam hal ekonomi bisa menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran yang terkenal mahal. Sony merupakan putra dari pasangan Sugianto dan Budiyanti.
"Bapak dahulu memang pemulung, sekarang beliau masih bekerja sebagai buruh serabutan, Ibu tinggal di Semarang dan tidak bekerja," jelasnya saat menjawab pertanyaan Tribun Jateng.
Mahasiswa lulusan SMAN 1 Lamongan itu menceritakan awalnya dia pesimis bisa melanjutkan ke jenjang perkuliahan hingga akhirnya dia mendapat informasi dari guru BK tentang apa itu beasiswa bidikmisi.
"Dari situ saya optimis dan langsung melengkapi berkas persyaratan, dan langsung memilih kedokteran karena saya paling suka dengan pelajaran Biologi," jelas peraih nilai 100 di mapel Biologi tersebut.
Impiannya menjadi Dokter juga untuk membantu sesama warga yang kurang beruntung dalam hal Ekonomi untuk mendapat pelayanan kesehatan yang prima.


sumber
http://www.tribunnews.com/regional/2015/08/25/anak-pemulung-dari-lamongan-jadi-mahasiswa-kedokteran-undip



Continue Reading »

Kisah Inspiratif Perjuangan Petani Tanpa Tangan



Kisah Inspiratif Perjuangan Petani Tanpa Tangan



Kemandirian Chen meski tak memiliki sepasang tangan. (Shanghaiist)
Liputan6.com, Chongqing - Seorang petani berusia 48 tahun dari Tongxin, Chongqing, yang bernama Chen Xingyin, kehilangan tangannya dalam kecelakaan listrik di usia 7 tahun.

Meski demikian, Chen berhasil melakukan yang terbaik untuk mengurus dirinya sendiri. Dia bisa melakukan pekerjaannya dengan baik sebagai petani. Bahkan, sanggup memasak dan memberi makan lebih dari 20 ekor kambing peliharaannya setiap pukul 3 sore.



Chen menggembala hewan di ladang. (Shanghaiist)
Chen adalah putra bungsu dari 6 bersaudara. Sejak 2014 dia mengurus sang ibu yang berusia 88 tahun. Orangtuanya itu menderita penyakit bronkitis sejak lima tahun lalu, dan kondisinya semakin menurun setehun silam.

Dia memasak makanan tiga kali sehari dan membantu menyuapinya makan. Dia sangat peduli dengan sang ibu yang hanya bisa terbaring di tempat tidurnya.



Chen menyuapi makan sang ibu. (Shanghaiist)
Kemandirian dan pengabdian Chen ini menjadi insipirasi bagi orang banyak.

"Meskipun dia tidak memiliki tangan, tapi ia dapat bekerja lebih baik daripada kebanyakan orang," kata salah satu penduduk di tempat tinggalnya, dikutip dari Shanghaiist, Senin (24/8/2015).

Selama bertahun-tahun, Chen belajar untuk menggunakan kakinya untuk mencuci, memotong dan memasak makanan. Sekarang, hampir tidak ada tugas yang terlalu sulit untuk dilakukannya.



Kegiatan sehari-hari Chen meski tak memiliiki tangan tapi bisa mengerjakan semua hal sendiri. (Shanghaiist)
Cerita luar biasa ini menyentuh banyak hati para netizen.

"Dalam beberapa hal, kakinya terlihat lebih berguna daripada tanganku. Yang paling aku hormati adalah usahanya untuk bekerja keras agar membuat hidupnya sendiri lebih baik, tanpa mengandalkan bantuan dari orang lain," komentar salah satu netizen.

"Aku merasa ingin menangis ketika melihat foto dirinya memberi makan ibunya," tambah dia

"Orang-orang seperti dia layak mendapat perhatian lebih dan patut menjadi contoh. Semoga ia hidup bahagia," ungkap netizen lainnya.

(Stevanie Adeline/Tnt)



sumber
http://global.liputan6.com/read/2300425/kisah-inspiratif-perjuangan-petani-tanpa-tangan


Continue Reading »

Catatanku saat di transmusi 1




catatanku

Saat saya duduk di transmusi hendak ke arah km 9, perlahan lahan bus penuh orang, ada yang duduk ada yang berdiri. Saya kaget saat ada seorang pria , saya singkat mr.A , mempelihatkan hp kecilnya ke cece saya, ini anak saya seru mr.A, umurnya sekian bulan.

Rasanya saya kenal orang ini, tapi dimana, tanda tanya besar keluar di kepala saya. 

Mr.A bercerita tentang anaknya, ia sudah berobat, hingga akhirnya sampai berusaha bayi tabung di kota S kalau tidak salah ingat. Kemudian saya coba mengingat lagi,sambil melihat keranjang yang ia bawa. Sempat bertanya, ia menceritakan sekarang jual makanan sambil titip titip di rumah makan/kantin pulang naik transmusi. Masih belum ingat, maklum otak saya masih pentium 1, haha...

Saat dirumah baru ingat, oh Mr.A ini bos yang kanvas barang pakai mobil box yang sering mampir ke toko kita. Wah sekarang seperti ini, saya coba berfikir lagi, iya demi anak berobat semahal apapun dilakukan, hingga uang habis, sampai akhirnya bisa. Walaupun hanya satu, ia adalah mutiara tak ternilai.

Saya coba merenung, memang nasib kita tidak ada yang tahu, tapi bukan berarti kita pasrah,
next, anda dan saya boleh kaya, meskipun orang lain bisa mengambil harta yang kita kumpulkan puluhan tahun, lewat tangis ,keringat,darah, sukacita yang kita alami,
tapi satu hal, mereka tidak dapat mengambil pengalaman kita, keahlian kita, jati diri kita, cinta kita dan iman kita, 

Kebahagian itu bukan diukur dari berapa banyak mobil,rumah,harta, 
tapi saat kita dapat menjalani hidup ini penuh warna warni keluarga berbahagia,
next, saya berharap dapat belajar, dari atas ataupun dari pedagang kecil sekalipun, dan 
berharap dapat memiliki keluarga yang bahagia, seperti lagu, istana yang paling indah adalah keluarga, 
mutiara yang paling indah adalah keluarga, 
grin emoticon

smile emoticon


'''''
Continue Reading »

Rumah Kecil, Gregory Kloehn Sukses Ubah Sampah Jadi Rumah Portabel

Gregory Kloehn Sukses Ubah Sampah Jadi Rumah Portabel



Liputan6.com, Oakland Sampah yang bagi banyak orang dinilai sudah tidak mempunyai manfaat lagi, ternyata dapat beralih fungsi dan dapat membantu banyak orang yang kurang beruntung, yang belum memiliki rumah.


Seperti yang dilansir dari Odditycentral, Selasa (13/5/2014), di tangan Gregory Kloehn, seorang pemuda kreatif asal Oakland, California, sampah diubah menjadi sebuah rumah portable yang bisa dibawa kemana-mana. Rumah ini ia ciptakan karena di latarbelakangi oleh kepeduliannya terhadap nasib para gelandangan.



Desain rumah yang dibuat oleh Gregory Kloehn tentu saja bukan rumah mewah dengan segudang fasilitas melainkan hanyalah rumah mungil yang bisa digunakan untuk tidur para gelandangan. Agar mudah dipindah, desain rumah tersebut dilengkapi dengan roda di setiap sudutnya.

Bahan-bahan yang ia digunakan untuk membuat rumah mulai dari papan bekas, kursi bekas hingga kulkas bekas yang sudah dibuang oleh pemiliknya.



Design rumah yang ia buat pun bervariatif. Tergantung dari bahan-bahan yang ditemukan. Ada rumah yang memiliki jendela, ada pula rumah yang memiliki kaca tranpsaran yang terbuat dari mesin cuci bekas

Karya seni yang sarat akan kebaikan ini berawal ketika suatu hari, seorang pria tunawisma datang ke studio milik Kloehn dan meminta terpal untuk tidur. Tetapi, saat itu dia tidak memilikinya. Karena merasa kasihan, akhirnya Kloehn membuat sebuah bangunan kecil dari kayu untuk tunawisma tersebut.



Sejak saat itu pria dermawan ini mencari tempat sampah yang sudah tidak terpakai dan membuatkan sebuah tempat tinggal untuk para tunawisma di lingkungan rumahnya.

Sejauh ini, Kloehn telah membangun 10 rumah bagi para tunawisma dari tempat sampah besar yang dia ubah hingga menjadi rumah yang bisa digunakan.

Aksi Kloehn ini menarik perhatian orang banyak dan beberapa media lokal. Sehingga saat ini masyarakat sudah mulai ikut menyumbangkan uangnya untuk membangun proyek rumah bagi para tunawisma. (Ars)



sumber
http://lifestyle.liputan6.com/read/2049454/gregory-kloehn-sukses-ubah-sampah-jadi-rumah-portabel



,
Continue Reading »

Rumah Terkecil yang Bisa Berpindah Tempat


Rumah Terkecil yang Bisa Berpindah Tempat



Liputan6.com, Beijing Semakin sempitnya lahan di wilayah Tiongkok membuat Wang Le seorang mahasiswi asal Tiongkok ini merancang sebuah rumah mini yang bisa berpindah tempat.

Lulusan desain seni lingkungan dari Universitas Ningbo di Provinsi Zhejiang ini baru-baru ini memamerkan karyanya: sebuah kabin berukuran 3,8 meter persegi yang dirancang mampu ditempatkan dimana saja.

Dilansir melalui Xinhua, Minggu (15/6/2014), untuk membuat kabin ini, Wang Le menghabiskan dana kurang dari 10 ribu Yuan  atau sekitar Rp 18 juta. Kabin kecil ini memiliki semua hal yang diperlukan dalam sebuah rumah: dapur, kamar mandi dan kamar tidur.



Untuk merakit rumah mini tersebut, Wang Le dibantu oleh seorang tukang kayu, menghabiskan waktu delapan hari. Lantai pertama rumah tersebut memiliki dapur dan kamar mandi, sedangkan lantai dua memiliki kamar tidur dan ruang belajar.

Dalam wawancaranya, Le mengatakan bahwa rumah tersebut dirancang untuk dihuni maksimal dua orang. Namun, kenyataannya, dalam proses uji coba, kabin kayu ini mampu menahan beban hingga 4 orang dewasa dengan masing-masing berat hingga 65 kilogram.

Menurut Le, keterbatasan lahan di daerah Tiongkok memberinya ide membuat rumah tersebut. Ia berharap, rancangan tersebut dapat berguna bagi para lulusan baru yang ingin memulai hidup sendiri, atau para pekerja imigran yang kesulitan memperoleh tempat tinggal. Selain itu, Le juga mengatakan bahwa selain dapat ditempatkan dalam ruang yang kecil, kabin ini juga bisa ditempatkan di hutan dan taman di seluruh kota. Bahkan, Le sangat optimis bahwa kabin ini dapat disewakan di tempat-tempat wisata. (Liz)



Design grad builds mini home




Wang Le, a recent graduate with a degree in environmental art design from Ningbo University in Zhejiang province has designed a small 3.8 square meter log cabin that stands at a slender 4.2 meters. It cost less than 10,000 yuan ($1,605.11), and has a kitchen, bathroom and bedroom. [Photo/CFP]



After finishing the home’s blue print, Wang Le spent eight days assembling the small living space with the help of a carpenter.



The first floor has a kitchen and bathroom, while the second floor features a bedroom and study.



Although designed for one or two inhabitants, this experiment has now proven that the second floor can hold four men weighing 65 kg each.



Other than functioning as a cozy nest for new graduates or immigrant workers, if allowed, his log cabin will be placed in forests and parks throughout cities, or can be rented at popular tourist spots, said Wang Le, who is confident about his environment friendly and economical endeavor.
This “mini-house” is now on display at the Ningbo campus, and has already attracted many visitors.



sumber
http://lifestyle.liputan6.com/read/2063704/inilah-rumah-terkecil-yang-bisa-berpindah-tempat


http://www.ecns.cn/visual/hd/2014/05-07/38396.shtml


.
Continue Reading »

Kurangi stres pada siswa



Kurangi stres pada siswa, sekolah di China ini gelar UN di "hutan"



Cara ini dipakai untuk membuat siswa menjadi lebih nyaman mengerjakan soal.

Para siswa mengerjakan soal ujian akhir SMP di alam terbuka di bawah pepohonan di luar kelas sekolah mereka di Xinxiang,
Henan, China, (3/7).
 Cara ini dilakukan untuk menciptakan siswa agar lebih nyaman dan relaks mengerjakan soal-soal ujian.

sumber
http://www.merdeka.com/foto/dunia/kurangi-stres-pada-siswa-sekolah-di-china-ini-gelar-un-di-hutan.html

Continue Reading »

Pengalaman Berkekurangan Dan Berkelebihan



6 Juli 2015
Oleh: dr. Lie A. Dharmawan, PhD, FICS, SpB, SpBTKV

23 Juni 2015, kami sampai di Desa Gagemba setelah menempuh jalan darat sejauh 25 kilometer dari Sugapa, ibukota Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua.

Gagemba adalah sebuah desa yang sangat terpencil, bahkan boleh dikatakan terisolir. Desa ini bahkan belum pernah dikunjungi oleh tenaga kesehatan sejak kemerdekaan Indonesia.

Kami menginap semalam di dalam gereja, di atas bangku-bangku kebaktian umat. Masyarakat Gagemba sudah memberikan yang terbaik dan yang terbaik itu adalah kita tidur di atas bangku gereja yang beralaskan papan dan banner. Masyarakat sendiri tidur di atas honai yang saat itu sedang penuh sesak dengan bara api di dalamnya karena banyak warga desa lain menginap.



Kami melakukan pelayanan medis pada keesokan harinya (24 Juni 2015) di halaman gereja.

Pelayanan yang sudah ditunggu-tunggu sekian puluh tahun lalu oleh masyarakat diungkapkan oleh pendeta gereja. “Doa kita dikabulkan oleh Tuhan pada hari ini.” Ratusan umat berdatangan dari berbagai desa di lereng gunung dan menerima pengobatan dan operasi.

Setelah pelayanan medis selesai pada sore harinya, sekitar pukul 16.45 WIT, saya mengajak anggota kami sendiri, Sylvie Tanaga untuk keluar sebentar melihat keadaan sekeliling. Saudara Junaedi, anggota tim lapangan mau ikut, namun saya menolaknya karena ia sedang berpuasa. Saya tak ingin dia sampai terlambat berbuka.

Perjalanan yang kami rencanakan hanya akan berlangsung belasan menit hingga paling lama 30 menit, ternyata berlanjut menjadi “petualangan” dalam kegelapan dan medan sulit di hutan pegunungan tengah di Papua. Kami menuruni jalan setapak ke arah kiri.

Setelah berjalan kurang lebih 15 menit dan menikmati keindahan alam yang cantik permai, kami berjumpa dengan seorang bapak yang sedang memikul batang pohon. Saya coba mengutarakan bahwa kami tersesat dan meminta panduan pulang.

Bapak ini serta merta menaruh kedua batang pohon yang dipikulnya, lalu mengantar kami menuruni lereng gunung yang terjal, gelap dan licin ke sebuah kampung. Di kampung ini, kami mengunjungi dua honai (rumah) orang Papua asli.

Honai pertama adalah honai untuk perempuan dan honai kedua hanya untuk lelaki. Di dalam kesulitan, ide-ide “genial” (kata sifat dari genius) selalu lahir. Kami berusaha menjelaskan bahwa kami adalah tim dokter yang menginap di gereja dan melakukan pelayanan medis.

Empat orang bapak bersedia mengantar kami ke rumah (honai) bapak pendeta. Ternyata di honai hanya ada adik pendeta dan bersedia mengantar kami ke tujuan.

Naik turun lereng gunung lagi dalam kegelapan, kaki saya mulai protes dan kurang setuju namun perintah dari pikiran waras harus dituruti. Dengan beberapa kali jeda untuk menambah kadar oksigen dalam darah, akhirnya hati saya bersorak ketika mendengar suara teriakan pertama dari lembah yang segera saya sahuti dengan teriakan membahana.

Tidak lama kemudian, tampaklah remang-remang api unggun yang segera menjadi lebih nyata dan anggota-anggota tim yang sama gembiranya karena kami berdua telah selamat kembali.

Ketika saatnya istirahat malam, saya merenungkan peribahasa yang mengatakan bahwa kami tidak dapat membeli segala-galanya.

Batasan kemiskinan yang mendefinisikan bahwa mereka yang tak sanggup membelanjakan 2 dollar AS per hari adalah orang miskin, tidak berlaku bagi kami saat itu. Di kantung saya ada Rp 2.000.000 atau setara 150 dollar AS ternyata tidak dapat membawa kami kembali.

Di saat kami kelelahan, kedinginan, dan was-was akan bagaimanakah caranya kami pulang, terpikirkan betapa enaknya kalau saja kami bisa memesan sebuah taksi atau menyetop bajaj ataupun ojek entah ojek motor ataupun sepeda.

Walaupun punya telepon genggam, tanpa signal kami tak mungkin berkomunikasi dengan siapapun apalagi memesan taksi yang juga tidak tersedia. Jangankan taksi, ojek pun tak ada. Bagaimana menyediakan sarana transportasi, kalau prasarananya pun belum ada.

Pengalaman singkat saya telah menambah kesadaran akan “lingkaran setan” yang dihadapi oleh orang Papua yang hidup di pegunungan. Di titik mana lingkaran ini harus diputus? Tidak mengherankan jika masyarakat menyambut kehadiran kami dengan antusias dan penuh harapan.

* * *

sumber
http://www.doctorshare.org/index.php/news/2015/07/06/152/dr-lie-dharmawan-quot-pengalaman-berkekurangan-dan-berkelebihan-quot.html

https://www.facebook.com/pages/DoctorSHARE/45642072765?fref=photo



,
Continue Reading »

Guru yang Perlu Ditiru, Tetap Mengajar Meski Murid Cuma Satu



Citizen6, China Tingkat migrasi yang tinggi di Cina ternyata tak selamanya membawa dampak positif. Banyaknya orang yang pindah, ternyata memengaruhi dunia pendidikan di Cina sana. Banyak sekolah yang terpaksa tutup karena kekurangan siswa dan kekurangan tenaga pengajar.

Meski demikian, selalu ada seseorang yang tetap bertahan di tengah ketidakpastian. Guo Zuqin adalah seorang pengajar di SD Budaixi di kota Xuan'en. Tak seperti sekolah kebanyakan, ia hanya mempunyai satu orang murid. Murid tersebut berusia 6 tahun dan bernama Tan Xianzi.


Dilansir dari Shanghaiist, Selasa (07/07/2015), selain hanya memiliki satu orang murid, Zuqin juga hanya seorang diri mengajar di sekolah tersebut. Ia mengajar Aritmatika serta bahasa Cina. Sekolah yang telah berumur 60 tahun ini banyak kehilangan murid karena migrasi yang tinggi serta letaknya yang cukup jauh di kaki bukit pegunungan Provinsi Hubei, Cina Tengah.

Walaupun hanya seorang diri, Zuqin tetap semangat mengajar satu-satunya murid yang ia punya. Selain menjadi guru, ia juga menjadi teman bermain Xianzi saat waktu istirahat tiba. Ia bahkan tetap menyemangati Xianzi yang mulai ragu dengan nasibnya di semester berikutnya.

Kisah Zunqi mengingatkan kita akan cerita Laskar Pelangi. Tak jauh berbeda, sekolah di dalam novel tersebut nyaris ditutup karena kekurangan murid. (sul/kw)


sumber
http://citizen6.liputan6.com/read/2266952/guru-yang-perlu-ditiru-tetap-mengajar-meski-murid-cuma-satu?utm_source=FB&utm_medium=Post&utm_campaign=FBcitizen6

.
Continue Reading »

Doktrin Bob Sadino, orang goblok lebih sukses dari yang pintar



Karena goblok, orang menjadi sulit mendapat pekerjaan dan dia terpaksa membangun usahanya sendiri.
Saat bisnisnya berkembang, dia mempekerjakan orang pintar.

- Bambang Mustari Sadino
Merdeka.com - Nama Bob Sadino sudah tidak asing lagi di Indonesia.
Tidak hanya di kalangan pengusaha, tapi juga di kelompok anak muda yang terinspirasi kisah suksesnya menjadi pengusaha.

Bob Sadino tidak hanya dikenal karena ciri khas celana pendek dan penampilannya yang jauh dari kesan pengusaha sukses,
 tapi juga doktrin-doktrinnya yang menginspirasi pengusaha muda serta wiraswata.

Doktrin Bob Sadino soal orang goblok yang menjadi sukses dan mempekerjakan orang-orang pintar, menyebar luas.
Menurut Bob Sadino, goblok adalah sikap dasar kalau mau belajar menjadi seorang pengusaha dan wiraswasta.
 Orang goblok juga bisa menjadi sukses.

Menurut Om Bob, karena goblok, orang menjadi sulit mendapat pekerjaan dan dia terpaksa membangun usahanya sendiri.
Saat bisnisnya berkembang, dia mempekerjakan orang pintar.

Doktrin lain, masih soal orang goblok dan orang pintar, Om Bob menyebut orang pintar kebanyakan ide dan
akhirnya tidak ada satu pun yang jadi kenyataan. Orang goblok cuma punya satu ide dan itu jadi kenyataan.
Dia juga pernah menyebut orang goblok sukses karena dia tidak banyak berpikir, yang penting terus melangkah.
Sedangkan orang pintar kebanyakan mikir, akibatnya tidak pernah melangkah.

Topik pilihan: Kisah Inspiratif | Inspirasi Wirausaha

Doktrin dan pemikiran sederhana Om Bob soal membangun kesuksesan tanpa bermodal kepandaian, terbukti
menginspirasi banyak pengusaha muda. Hal itu diamini CEO Saratoga Grup Sandiaga Uno.

"Just do it. Nyemplung dan langsung berenang," kata Sandiaga saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (19/1).

Sandiaga punya pengalaman berkesan dan membekas dengan om Bob dan pemikirannya yang sederhana itu.
Dia menceritakan, saat itu dia bersama-sama dengan Bob Sadino berkeliling dan menjadi pembicara
di depan mahasiswa di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Sandiaga diledek Bob Sadino karena terlalu banyak mikir.
 Padahal, kata Om Bob, untuk menjadi seorang pengusaha tidak perlu banyak berpikir.

"Om Bob bilang, jadi pengusaha jangan terlalu banyak mikir dan analisa kayak Sandi (sandiaga Uno).
Kalau Om Bob pakai analisa tidak akan jadi Kemchick," kenang Sandiaga.

Menurutnya, dengan pemikiran sederhana Om Bob soal kesuksesan menjadi pengusaha dengan
tidak banyak berpikir dan analisa, menginspirasi pengusaha-pengusaha muda.
"Akhirnya kita terpacu untuk cepat mengambil keputusan," tambah Sandiaga.




sumber
http://www.merdeka.com/uang/doktrin-bob-sadino-orang-goblok-lebih-sukses-dari-yang-pintar.html

Continue Reading »

Petuah-petuah 'gila' warisan Bob Sadino



Merdeka.com - Pengusaha Bambang Mustari Sadino alias Bob Sadino tutup usia pada 19 Januari 2015.
Pria kelahiran Lampung, 9 Maret 1939 itu sudah dua pekan dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah,
Jakarta Selatan, akibat komplikasi penyakit.

Om Bob pun meninggalkan dua putri dan empat cucu. Semasa hidupnya,
banyak kisah dan prestasi ditorehkan oleh pengusaha satu ini.
Jenazahnya saat ini disemayamkan di rumah duka di Jalan P&K Nomor 2121,
Pondok Cabe, Cirendeu Lebak Bulus, dan bakal dikuburkan besok siang.

Bob Sadino dikenal sebagai pengusaha nyentrik. Bukan hanya dari segi busana,
yang kemana-mana selalu tak bisa lepas dari celana pendeknya.
Tetapi juga wejangan dan petuah liar soal motivasi bergelut di dalam bisnis.
Bahkan lantaran pemikirannya itu, banyak orang mencap Bob tidak waras.

Berikut ini adalah kumpulan pesan-pesan dan nasihat Om Bob buat menyemangati orang-orang supaya memulai berusaha,
dan meneguhkan niat para pengusaha supaya tak mudah menyerah.

"Jangan terlalu banyak ide": Orang pintar biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide,
sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang bodoh mungkin hanya punya satu ide dan
satu itulah yang menjadi pilihan usahanya.

"Miskin keberanian untuk memulai": Orang bodoh biasanya lebih berani dibanding orang pintar, kenapa ?
Karena orang bodoh sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya,
orang pintar telalu banyak pertimbangan.

"Ilmu tidak terbatas": Ilmu memang berserakan dimana-mana diseluruh muka bumi ini,
jauh lebih banyak dibanding yang ada dalam gedung sekolah atau kampus.
Bahkan seekor ayam pun bisa memberikan ilmu [dan inspirasi] yang sangat berharga

"Mempekerjakan, bukan melamar pekerjaan": Orang bodoh sulit mendapat pekerjaan sehingga
dia terpaksa buka usaha sendiri. Dalam perjalanan bisnisnya agar semakin sukses dia harus merekrut orang pintar.
Alhasil orang bodoh tadi jadi bosnya orang-orang pintar.

"Jika ingin bahagia, jangan jadi karyawan."

"Bisnis Itu Hanya Modal Dengkul. Bahkan jika Anda tidak punya dengkul, pinjam dengkul orang lain."

"Setinggi-tingginya gaji, Anda tetap karyawan. Sekecil-kecilnya usaha, Anda adalah bosnya."




sumber
http://www.merdeka.com/peristiwa/petuah-petuah-gila-warisan-bob-sadino.html

Continue Reading »

Ini rahasia mengapa BJ Habibie bisa sukses



Merdeka.com - Sejak berumur lima tahun silam,
Bacharuddin Jusuf Habibie kerap terpesona jika melihat karya manusia.
Entah itu alat transportasi seperti sepeda, mobil, sampai prasarana transportasi seperti jembatan dan sebagainya.
Diam-diam dalam benaknya selalu bertanya-tanya mengapa, sebab, dan bagaimana bisa terjadi.
Pertanyaan itu terus meneror kesadarannya, hingga mendorong dirinya menjadi manusia dengan
rasa keingintahuan yang tinggi.

Dia kerap bertanya tentang apapun di luar sepengetahuannya.
Kepada siapa pun di dekatnya, dia selalu bertanya.
Hingga tiba saat ayahnya mulai bosan pada hobi bertanya Habibie.
Akhirnya ayahnya membelikan buku. Dari sanalah jawaban atas berbagai pertanyaan dijelajahinya.

Namun pertanyaan-pertanyaan akhirnya berkembang menjadi kompleks dan meningkat jumlahnya.
Sehingga kebiasaan saya bertanya sudah sampai pada tingkat mengganggu kesibukan orang tua dan guru saya,
kenang BJ Habibie seperti dikutip dari buku Biografi Bacharuddin Jusuf Habibie;
Dari Ilmuwan ke Negarawan sampao Minandito, A Makmur Makka.

BJ Habibie terpaksa mencari sendiri jawabannya dalam buku.
Kebiasaan yang demikian menjadikan saya sebagai kutu buku.
Akibatnya dia sering menghabiskan waktu untuk menyendiri untuk terus beranalisis, tak berhenti berpikir.

Untuk mendapatkan jawaban yang memuaskan, saya selalu didampingi oleh guru pribadi yang setia,
yaitu otak saya! Ibu, ayah, keluarga, guru sekolah, guru besar di universitas, para ilmuwan, dan
sebagainya saya anggap sebagai pembantu guru pribadi saya saja, ucapnya.

Bukan hanya kebiasaan bertanya, Habibie berani konsisten dalam memanajemen waktunya.
Dia hanya membutuhkan waktu untuk tidur sebanyak lima jam saja.
Sedangkan waktunya dua jam dipergunakan untuk salat. Satu setengah jam untuk rutinitas membaca Yasin dan Tahlil.
Kemudian dua jam untuk berenang dan mandi. Sedangkan tiga jam dihabiskan untuk makan.
Tiga jam lainnya ia manfaatkan untuk berbincang dengan para tamunya.
Sehingga sisanya sebanyak tujuh setengah jam, dipergunakannya untuk membaca atau menulis.

Selain itu, BJ Habibie selalu mengingatkan bahwa kekuatan rantai ditentukan oleh keunggulan mata rantai terlemah.
Kesimpulannya ialah, kualitas suatu produk ditentukan oleh mutu tiap detail.
Sebab kualitas karya dan kualitas kerja ditentukan oleh kualitas rinci.
Maka dari itu berpikirlah secara rinci dan positif.
Di sisi lain BJ Habibie selalu ingin menjadi pribadi kreatif dan inovatif.



sumber
http://www.merdeka.com/peristiwa/ini-rahasia-mengapa-bj-habibie-bisa-sukses.html
Continue Reading »

Kakek 86 tahun ikuti tes masuk universitas walau 15 kali ditolak



Merdeka.com - Kakek berumur 86 tahun asal Nanjing, China,
bernama Wang Xia sudah 15 kali ikut ujian masuk perguruan tinggi.
Kakek yang lulus SMA pada 1949 ini tidak pernah menyerah walau
berkali-kali gagal tes ujian nasional masuk universitas di Negeri Tirai Bambu alias Gaokao.

Xia pertama kali ikut gaokao pada 1954, namun sayangnya tidak lulus.
Kemudian dia mencoba lagi pada 1955, 1956, dan 1960.

Dilansir dari Shangahiist, Rabu (10/6), setelah melakukan empat kali tes,
dia kemudian mencoba bekerja sebagai apoteker.
Gaokao sempat mengalami penghentian akibat Revolusi Kebudayaan di China pada 1966 hingga 1976.
Ketika dibuka kembali pada 1977, Gaokao hanya ditujukan bagi peserta yang belum menikah maksimal 25 tahun.

Pada 2001 setelah revolusi kebudayaan tersebut selesai,
kakek Wang mencoba kembali keberuntungannya menghadapi ujian masuk perguruan tinggi.

"Pada 2002, setelah saya gagal mengikuti gaokao,
saya kemudian mendapat tawaran dari Universitas Keperawatan Nanjing untuk
dapat belajar selama lima tahun di sana," ujarnya.



Sayangnya, dia tidak mendapat tempat pertama di sekolah tersebut, sehingga dia gagal mendapatkan gelar diplomanya.

"Hampir 40 tahun saya bekerja sebagai apoteker,
namun sayang sekali susah untuk mendapatkan gelar diploma di bidang itu
dengan kemampuan medis yang saya miliki," cerita dia.

Xia mengatakan untuk gaokao tahun ini, dia sudah mempersiapkan segalanya termasuk belajar untuk
dapat lulus dari tes tersebut.

Perjuangan Xia bukan satu-satunya di China. Pada Desember 2014,
seorang pria 73 tahun berhasil lulus ujian masuk perguruan tinggi di Haining, Provinsi Zhejiang.
Pria tak disebutkan namanya itu akhirnya berhasil masuk kuliah sejak 40 tahun dia masuk pertama kali di universitas.



sumber
http://www.merdeka.com/dunia/kakek-86-tahun-kembali-ikut-masuk-universitas-walau-15-kali-ditolak.html


,
Continue Reading »

Jack Ma tak bahagia jadi orang terkaya di China




Merdeka.com - Salah satu orang terkaya di China,
Jack Ma mengaku tidak bahagia dengan hidupnya yang bergelimang harta.
Dia mengatakan menjadi orang terkaya di negaranya adalah sebuah 'sakit besar' karena banyaknya tekanan yang datang.

"Saya tidak senang dan saya pikir terlalu banyak tekanan.
Namun, saya mencoba membuat diri saya bahagia karena saya tahu bahwa jika saya tidak bahagia maka rekan saya juga tidak akan bahagia,
dan pemegang saham juga tidak senang. Sehingga pelanggan tidak senang," ucap Jack Ma dilansir dari CNBC di Jakarta, Kamis (11/6).

Dia mengakui, IPO atau penjualan saham perusahaannya yaitu Alibaba dengan rekor nilai mencapai USD 25 miliar ikut menyumbang ketidakbahagian
dan membuat stress dalam hidupnya.

"Mungkin penjualan saham terlalu tinggi dan mungkin orang memiliki harapan yang tinggi pada saya.
Mungkin saya terlalu banyak berpikir tentang masa depan dan terlalu banyak hal yang saya khawatirkan.
Tapi saya harus bertanggung jawab untuk tenang dan menjadi diri sendiri," katanya.

Ma mengakui, tekanan hidupnya bertambah ketika dia dinobatkan sebagai orang terkaya nomor wahid di China beberapa waktu lalu.
Hal ini menambah tekanan dan membuat dirinya 'sakit'.

"Ketika orang mengatakan jadi orang kaya itu baik, ya itu memang baik. Namun, ketika Anda jadi orang terkaya di China atau
di dunia itu adalah kesakitan. Semua orang sekitar Anda akan bicara mengenai uang," tambahnya.

Selain itu, Ma mengatakan ketika dia berjalan orang akan melihatnya berbeda yaitu sebagai pengusaha sukses.
Orang akan berpendapat kalau dia adalah pengusaha yang bersenang-senang dengan dirinya sendiri. "Saya ingin jadi diri saya sendiri," tambahnya.

Untuk mengobati rasa sakitnya, Ma mencari cara untuk menggunakan uangnya agar memberi manfaat kepada masyarakat. Dia akan beramal,
karena menurutnya membelanjakan uang jauh lebih sulit dibanding mendapatkannya. Ma mengatakan,
dia berencana akan mendirikan sebuah yayasan yang dapat menghabiskan uang dengan cara bisnis.

"Mungkin seperti persaingan saya dengan Bill Gates, siapa yang bisa menghabiskan uang untuk amal dengan lebih baik."



sumber
http://www.merdeka.com/uang/jack-ma-tak-bahagia-jadi-orang-terkaya-di-china.html


Continue Reading »

Rumah Sakit Apung kedua doctorSHARE


Press Release - The Launching of RSA Nusa Waluya I (June 1st, 2015)



2 June 2015
(JAKARTA) doctorSHARE and EKADHARMA launched RSA Nusa Waluya I,
Indonesia’s 2nd privately operated floating hospital, on June 1st, 2015.
Upon launch, the hospital will immediately participate as part of the Ekspedisi Nusantara Jaya event.
The launch will take place at the Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jalan Raya Pelabuhan Pos 9,
Tanjung Priok, North Jakarta.

RSA Nusa Waluya I is a joint collaboration between doctorSHARE and EKADHARMA.
Modeled after doctorSHARE’s first floating hospital, RSA dr. Lie Dharmawan,
it will be used to bring healthcare to those living in areas with little to no healthcare facility.
Its route will focus on underdeveloped areas, national border regions, and remote or isolated islands.

doctorSHARE’s first floating hospital, RSA dr. Lie Dharmawan, is a simple wooden ship.
It served as a prototype to gauge the potential benefit such floating hospitals can bring to areas with
poor healthcare infrastructure. Despite its simplicity and limitation,
RSA dr. Lie Dharmawan managed to help over 10,000 patients, and deliver over 500 surgeries,
within just two years of its operation.

The Indonesian government plans to adopt the floating hospital model to help serve those in
remote areas without adequate healthcare facility. However, the blueprint needed to govern the
system of floating hospitals/clinics does not yet exist.

The presence of a floating hospital network can be part of the solution to
the unique healthcare problem faced by Indonesia, an archipelago of over 17,000 islands.
This is what motivates doctorSHARE to pioneer the practice of floating medical services.

The launch of RSA Nusa Waluya I, the 2nd such floating hospital,
is a proof of doctorSHARE’s commitment to improve the floating medical service system.
In addition, the hospital will be used to pioneer a pilot project that tests a
new system on a few islands and/or villages with limited healthcare access.

This system seeks to actively involve local residents to identify local cases,
 such as: malnutrition, high-risk pregnancies, etc.
In collaboration with local governement health offices,
this data will then be used to evaluate the effectiveness of healthcare reach to local communities.

This pilot project will serve as a blue print, for referral and evaluation by Indonesia’s Ministry of Health,
to improve island based medical services. This can later be scaled for
adoption at the regency or province level, specifically by administrative areas where
a large number of the population resides in remote islands.

Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 emphasizes “connectivity in frontier, remote, and border area islands”,
which is in line with doctorSHARE’s focus on providing healthcare access to those in remote areas.
This similar vision makes this event the perfect venue to launch RSA Nusa Waluya I.

RSA Nusa Waluya I inaugurated by the vice President of Indonesia, Drs. H.M. Jusuf Kalla,
attended by dr. Lie Dharmawan, PhD, FICS, SpB, SpBTKV, the founder of doctorSHARE I.
RSA Nusa Waluya I is a gift from doctorSHARE and EKADHARMA as part of our contribution
towards the fulfillment of a healthy Indonesia. (***)


RSA Nusa Waluya I Profile

Name                                                        :  Nusa Waluya I
Owner                                                        :  EKADHARMA
Length                                                         :  42 meter
Width                                                          :  6.5 meter
Draft                                                           :  2.5 meter
Gross Tonnage (GT)                                   :  210 ton
Net Tonnage (NT)                                       :  63 ton
Year Built                                                   :  1977
Main Movement Source                            :  Engine
Main Engine                                                :  GM Detroit Diesel 2 x 395 PS
Marking                                                      :  GT.210.NO.1844/Ka
Body Material                                             :  Steel
Propeller                                                     :  2 units
Main Fuel Tank Capacity                           :  11 ton
Backup Fuel Tank Capacity                       :  500 liter
Water Tank Capacity                                 :  10 ton


RSA Nusa Waluya I Facilities

·        10 beds for inpatient treatment
·        Emergency Room
·        Radiology
·        EKG (elektrokardiogram)
·        USG (ultrasonografi)
·         Laboratory
·         Resuscitation Room
·         Consultation Room
·         Surgery Facility
·         Post-surgery Room
·         Dental Clinic
·         Pre-surgery Doctor’s Room
·         Doctor’s room
·         Medical Storage
·         Logistic Storage
·         Archive Room


About doctorSHARE
doctorSHARE is a humanitarian non-profit with a medical focus.
Founded on November 19th, 2009, its vision is to “save lives and alleviate the suffering of
those trapped in crises, in order to restore their ability to fully function and
contribute in society.” doctorSHARE’s programs include Therapeutic Feeding Centers on
Kei island (Southeast Maluku), floating hospitals, health guidance,
general health check-ups, humanitarian aids, etc



Siaran Pers Peluncuran RSA Nusa Waluya I (1 Juni 2015)

Peluncuran RSA Nusa Waluya I Dalam Ajang Ekspedisi Nusantara Jaya 2015



(JAKARTA) Pada 1 Juni 2015, doctorSHARE (Yayasan Dokter Peduli) dan Yayasan EKADHARMA akan meluncurkan Rumah Sakit Apung (RSA) dengan
nama RSA Nusa Waluya I. Peluncuran RSA Nusa Waluya I dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 yang
digelar di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil),
Jalan Raya Pelabuhan Pos 9, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
RSA Nusa Waluya I merupakan program kerjasama antara doctorSHARE dan Yayasan EKADHARMA.
RSA Nusa Waluya I mengikuti jejak RSA pertama (RSA dr. Lie Dharmawan) dalam melakukan aksi jemput bola kepada
masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang hidup di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK) tanpa/minim fasilitas kesehatan.

Rumah Sakit Apung pertama doctorSHARE yaitu RSA dr. Lie Dharmawan adalah contoh pertama bahwa sebuah kapal kayu sederhana dapat
menolong penduduk di pulau-pulau tanpa/minim fasilitas kesehatan. Di tengah kesederhanaan dan keterbatasannya,
RSA dr. Lie Dharmawan sudah melayani lebih dari 10.000 penduduk di wilayah terpencil
termasuk 500 operasi mayor dan minor dalam rentang waktu dua tahun pelayarannya.

Sistem Rumah Sakit Bergerak yang telah diterapkan pemerintah Indonesia menjadi salah satu upaya menjangkau masyarakat di wilayah terpencil
tanpa akses kesehatan. Namun demikian, Indonesia belum memiliki cetak biru resmi tentang sistem Pelayanan Medis/Klinik/Rumah Sakit Terapung.

Kehadiran Sistem Pelayanan Medis Terapung bisa menjadi jawaban bagi permasalahan kesehatan di wilayah Indonesia yang terdiri lebih dari 17.000 kepulauan.
 Inilah yang memotivasi doctorSHARE merintis dan mempraktikkan pelayanan medis terapung.

Peluncuran RSA Nusa Waluya I yang merupakan RSA kedua ini adalah wujud nyata doctorSHARE dalam menyempurnakan sistem Pelayanan Medis
Bergerak Terapung dengan menjalankan program percontohan melalui penerapan sistem ini di wilayah kepulauan dan
mengadopsi beberapa desa tanpa/minim fasilitas/tenaga kesehatan.

Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk mengevaluasi tingkat efektifitas dan penjangkauan kepada masyarakat,
sistem ini akan melibatkan secara aktif peran masyarakat dalam melaporkan dan mendeteksi kasus-kasus lokal,
misalnya gizi buruk, kehamilan berisiko, dan lain-lain.

Target percontohan ini menjadi cetak biru yang dapat menjadi rujukan dan bahan evaluasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam
menyempurnakan sistem pelayanan medis wilayah kepulauan yang kemudian bisa diadopsi oleh provinsi dan kabupaten yang
sebagian besar penduduknya tinggal di pulau-pulau terpencil.

Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 menjadi momentum yang tepat untuk meluncurkan RSA Nusa Waluya I karena kesamaan visinya dengan doctorSHARE.
Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 menekankan upaya “konektivitas di pulau-pulau terdepan, terpencil dan wilayah perbatasan”,
serupa dengan doctorSHARE yang berfokus pada penyediaan akses kesehatan bagi warga di daerah terpencil.

Peluncuran RSA Nusa Waluya I dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Drs. H. M. Jusuf Kalla beserta isteri dan
 pendiri doctorSHARE, dr. Lie Dharmawan, PhD, FICS, SpB, SpBTKV.
RSA Nusa Waluya I merupakan persembahan doctorSHARE dan Yayasan EKADHARMA dalam mewujudkan Indonesia Sehat. (***)


Profil RSA Nusa Waluya I

Nama Kapal                                       :  Nusa Waluya I
Pemilik                                                 :  Yayasan EKADHARMA
Panjang Kapal                                     :  42   meter
Lebar Kapal                                         :  6,5 meter
Draft Kapal                                           :  2,5 meter
Tonase Kotor (GT)                           :  210 ton
Tonase Bersih (NT)                           :  63 ton
Tahun Pembangunan                     :  1977
Penggerak Utama                             :  Mesin
Mesin Induk                                       :  GM Detroit Diesel 2 x 395 PS
Tanda Selar                                         :  GT.210.NO.1844/Ka
Bahan Utama Kapal                         :  Baja
Jumlah Baling-baling                       :  2 buah
Tanki Bahan Bakar Utama             :  11 ton
Tanki Bahan Bakar Cadangan       :  500 liter
Tanki Air                                               :  10 ton



Fasilitas RSA Nusa Waluya I
·         10 tempat tidur pasien
·         Instalasi Gawat Darurat
·         Fasilitas Radiologi
·         EKG (elektrokardiogram)
·         USG (ultrasonografi)
·         Laboratorium
·         Ruang Resusitasi
·         Ruang Konsultasi
·         Fasilitas Bedah Mayor dan Bedah Minor
·         Kamar Perawatan Post-Operasi
·         Poli Gigi
·         Ruang Dokter Pre-Op
·         Ruang Istirahat Dokter
·         Gudang Obat
·         Gudang Logistik
·         Ruang Arsip


Tentang doctorSHARE (Yayasan Dokter Peduli)

doctorSHARE (Yayasan Dokter Peduli) adalah sebuah organisasi kemanusiaan yang bergerak di bidang medis.
doctorSHARE berdiri sejak 19 November 2009 dan memiliki visi “menyelamatkan nyawa dan meringankan penderitaan orang yang
terjebak dalam krisis, sehingga mereka bisa memulihkan kemampuan untuk membangun kembali kehidupan bermasyarakat.”
Program doctorSHARE antara lain adalah Panti Rawat Gizi di Pulau Kei, Maluku Tenggara,
Rumah Sakit Apung, pendampingan/penyuluhan kesehatan, pengobatan umum, bantuan kemanusiaan, dan sebagainya.

informasi
doctorSHARE (Yayasan Dokter Peduli)
Mega Glodok Kemayoran Blok B, No.10
Jl. Angkasa Kav. B-6 Kemayoran Jakarta Pusat 10160 INDONESIA
Telp. +6221 6586 6391
info@doctorshare.org
mail.doctorshare@yahoo.com
http://www.doctorshare.org
facebook
https://www.facebook.com/pages/DoctorSHARE/45642072765




sumber
http://www.doctorshare.org/en/index.php/news/2015/06/02/6/press-release-the-launching-of-rsa-nusa-waluya-i-june-1st-2015.html

http://www.doctorshare.org/index.php/news/2015/05/31/148/siaran-pers-peluncuran-rsa-nusa-waluya-i-1-juni-2015.html


,

Continue Reading »