Achmadi Sulap Truk Jadi Warung Makan

Achmadi truk Jadi Warung Makan


BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Melesunya perekonomian Kalsel memberikan dampak sepinya angkutan truk. Kondisi demikian, membuat pemilik truk Achmad Dzuhdi menyulap mobil angkutannya menjadi warung berjalan (wajan).

Dibantu istri, Sutarni, sudah satu bulan terakhir menjalankan usaha Wajan tersebut. Diakuinya, hasilnya tidaklah mengecewakan, setiap hari sudah beromset rata-rata Rp 1 juta. Start dari rumah Bapak tiga anak itu di Kompleks Sapa Nusa Mekatani Kelurahan Guntung Manggis RT 27 RW 4 Banjarbaru dan mangkal setiap hari di Jalan Trikora Banjarbaru. Wajan buka mulai pukul 10.00 wita sampai pukul 16.00 wita. Menu yang tersedia seperti Soto Banjar satu porsi hanya Rp 10 ribu, Sop Iga hanya Rp 20 ribu, Bebek Rp 18 ribu.

"Ada yang meminta kami jalan ke kantor-kantor, tetapi cukup di Jalan Trikora ini saja sudah bersyukur.
Pembeli karena penasaran, ditunjang rasa masakan yang sedap maka akhirnya datang lagi," katanya, Selasa (1/9). Dirinya menjamin rasa masakan yang tersedia tidak mengecewakan dan harganya cocok di kantong.
Achmadi bersama istri juga melayani katering, semua bikinan sendiri.


sumber
http://banjarmasin.tribunnews.com/2015/09/01/achmadi-sulap-truk-jadi-warung-makan
http://banjarmasin.tribunnews.com/2015/09/01/achmadi-sulap-truk-jadi-warung-makan?page=2
http://banjarmasin.tribunnews.com/2015/09/01/achmadi-sulap-truk-jadi-warung-makan?page=3


.

0 komentar:

Tanpa modal, tangan kaki itu modal, otak itu modal




dahulu ada seorang mendapatkan seekor bangkai tikus,
karena kecerdikannya berfikir, bangkai tikus ini dijual,
ia menjualnya ke pecinta ular untuk makanan ular,
setelah mendapatkan uang kecil, mungkin beberapa koin logam,
ia membelanjakan uang kecil ini beberapa tetes madu,
satu gelas air + tetesan madu diaduk, bisa menjadi minuman berenergi,
minuman ini kemudian dijual kepada tukang yang ia kenal, laku,
setelah laku, dan dapat uang kecil, ia belanja beberapa tetes madu,
kemudian, dibuatlah 2 gelas minuman berenergi madu,
dijual kepada tukang lainnya, lalu mendapat lebih banyak uang kecil,
 ia belanja beberapa tetes madu lagi,kemudian,
dibuatlah minuman air madu berenergi lebih banyak lagi,
dijual kepada tukang tempat lainnya,
lalu ia kembali mendapat lebih banyak uang kecil,
begitu seterusnya, sampai uang cukup,
ia mendirikan kedai minuman madu, keuntungan bertambah banyak,
setelah lama berjualan minuman madu,
 ia membuka pondok makan dan minum,
banyak pembeli karena murah, lama lama buka cabang,
cabang pun terus bertambah seiring waktu,
kemudian buka cabang di luar negeri,
next, mungkin saat saya dan anda mengatakan tidak ada modal,
coba kita jalan kaki, keliling rumah, blok, komplek,
saat dijalan ketemu bangkai tikus,
apa yang harus dilakukan,
saya dan anda sudah tahu kan, just kidding,,
ucapkan sabbe satta bhavantu sukhitatta semoga semua mahkluk bebahagia, kemudian
modal muncul, ajaib khan , just kidding :)
sebenarnya kita punya modal, tangan kaki modal, otak modal,
wajah cantik modal, suara merdu modal, mulut nyeyes  modal :)
cuma saya dan anda mungkin belum tahu apa modal kita,
maybe karena ditutupi oleh merasa otak paling cerdas, gengsi tingkat dewa/dewi,
dan sebab lainnya.
berharap suatu hari saya anda menemukan modal kita, dan
bisa membuat jadi usaha yang maju, dan lebih maju lagi,
saddhu... saddhu,,,,  saddhu...
night... :)



0 komentar: