Feature news

Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan

Pelayanan Medis dengan RSA Nusa Waluya I di Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi




Pelayanan Medis dengan RSA Nusa Waluya I di Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi (15 – 18 September 2016)
22 September 2016
Oleh: Abdul Basith Bardan

15 – 18 September 2016, tim doctorSHARE melangsungkan pelayanan medis di Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. RSA Nusa Waluya I sandar di Dermaga Polisi Perairan (Polair) Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kehadiran doctorSHARE di Jambi ini merupakan kali ketiga setelah pelayanan medis pada 2014 dan 2015.

Dalam pelayanan medis kali ini, doctorSHARE bekerjasama dengan Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Jambi, Direktorat Polisi Lalu Lintas (Dirpolantas) Polda Jambi, Bidang Dokter dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jambi, dan Bhayangkari Polda Jambi. Berbagai macam kegiatan medis dilaksanakan selama tim doctorSHARE berada disana, mulai dari pengobatan umum hingga bedah.

15 September 2016, tim doctorSHARE melangsungkan pemeriksaan USG (ultrasonografi). Tim juga melangsungkan pengobatan umum yang diikuti oleh 192 warga Muara Sabak Timur. Jenis penyakit yang banyak diderita masyarakat adalah hipertensi (darah tinggi) dan gangguan lambung.

Ada tiga puskesmas di Muara Sabak Timur yang melayani 12 desa dan kelurahan. Juga terdapat Puskesmas Pembantu di setiap desa. Hanya saja peralatan dan jumlah tenaga dokter yang tersedia belum dapat melayani bedah mayor dan minor.

Masyarakat Muara Sabak Timur terlihat antusias menghampiri RSA Nusa Waluya I yang menjadi lokasi berlangsungnya pelayanan medis. Warga datang menggunakan berbagai macam alat transportasi. Dinas Perhubungan turut menyediakan perahu bermesin.

Pelaksanaan bedah minor di Muara Sabak Timur mencatat rekor total pasien terbanyak dalam sejarah bedah minor yang pernah dilakukan tim doctorSHARE. Sebanyak 183 pasien ditangani oleh tim doctorSHARE, dibantu oleh Biddokkes Polda Jambi.

dr. Meidy Regianto selaku koordinator bedah minor menjelaskan, 113 pasien disunat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. 70 pasien lainnya dibedah karena terdapat benjolan di tubuhnya. Jenis kasus bedah minor terbanyak selain sunat adalah lipoma. Adapun bedah mayor diikuti 21 pasien dengan 23 kasus. Kasus terbanyak adalah hernia dan beberapa pasien di antaranya merupakan anak-anak.

Lonjakan jumlah membuat RSA Nusa Waluya I tidak lagi dapat menampung seluruh pasien. Pasien bedah mayor pun dirawat di beberapa tempat. Ada pasien yang dirawat di RSA Nusa Waluya I, adapula yang dibawa ke Puskesmas terdekat. Selain itu, beberapa pasien dirawat di Kantor Kepolisian Perairan Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang dijadikan sebagai ruang rawat inap.

“Jumlah pasien bedah minor di Muara Sabak Timur melebihi target, tetapi dapat teratasi dengan bantuan tenaga medis dari Dokkes Polda Jambi, Bhayangkari, Puskesmas, serta bantuan alat dari dinas setempat,” jelas dr. Chris Hally Santoso selaku koordinator doctorSHARE untuk pelayanan medis di Muara Sabak.

Selain kegiatan pemeriksaan kesehatan dan bedah, tim doctorSHARE juga melakukan penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada 16 September 2016. Penyuluhan yang berlangsung di Gedung Nasional ini dihadiri sekitar 300 siswa SD, SMP, dan SMA Muara Sabak Timur.

“Syukurlah seluruh rangkaian kegiatan dapat lancar terlaksana. Semoga pada tahun-tahun mendatang tim doctorSHARE dapat menggelar kegiatan serupa di Provinsi Jambi,” ujar Direktur Ditpolair Kepolisian Daerah Jambi, Komisaris Besar Polisi Drs. Yosi Muhamartha.


Profil RSA (Rumah Sakit Apung)




sumber

http://www.doctorshare.org/index.php/news/2016/09/22/273/pelayanan-medis-dengan-rsa-nusa-waluya-i-di-muara-sabak-timur-kabupaten-tanjung-jabung-timur-jambi-15-18-september-2016.html

https://www.youtube.com/channel/UCdA8X8KDPaBcWVQ91_WEEtA



Continue Reading »

Mulai Tahun 2016 Ini, Unpad Gratiskan Biaya Kuliah Sarjana Kedokteran dan Dokter Spesialis




Mulai penerimaan mahasiswa baru tahun 2016 ini, 
Universitas Padjadjaran akan menggratiskan biaya pendidikan mahasiswa baru program 
studi Sarjana Pendidikan Dokter dan Pendidikan Dokter Spesialis di Fakultas Kedokteran. 
Kebijakan ini diambil antara lain untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter dan dokter spesialis di berbagai daerah, khususnya di Jawa Barat.

“Kenyataannya, daerah-daerah itu memerlukan tenaga, jadi mereka siap untuk bisa 
memberikan biaya pendidikannya,” ujar Rektor Unpad, Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, 
saat menggelar jumpa pers di Ruang Executive Lounge Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35, Bandung, Senin (25/01).

Dalam jumpa pers tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Dr. Arry Bainus, M.A., 
Direktur Pendidikan Unpad, Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr., Sp.A-K., M.Kes., 
Dekan Fakultas Kedokteran Unpad, Dr. Yoni Fuadah Syukriani, dr., MSi., Sp.F., DFM, serta 
Direktur Tata Kelola dan Komunikasi Publik Unpad, Dr. Soni A. Nulhaqim, S.Sos., M.Si.

Lebih lanjut Rektor mengatakan, kondisi ketersediaan tenaga dokter dan dokter spesialis di Jawa Barat tidak merata. 
Kebanyakan tenaga dokter dan dokter spesialis masih terpusat di kota besar. Menyadari hal tersebut, 
Unpad berkomitmen membantu mendistribusikan tenaga dokter dan dokter spesialis ke seluruh wilayah di Jawa Barat. 
Meski demikian, tidak menutup kemungkinan ada pula permintaan dari daerah lainnya di Indonesia.

Pada tahun akademik 2016/2017 ini, FK Unpad akan menerima 250 calon mahasiswa dengan rincian 125 dari 
jalur SNMPTN dan 125 dari jalur SBMPTN. Seluruh mahasiswa yang diterima melalui dua jalur seleksi tersebut akan 
digratiskan biaya kuliahnya melalui beasiswa yang dikeluarkan pemerintah daerah dari 27 Kota/Kabupaten di Jawa Barat maupun 
beasiswa dari berbagai pihak, termasuk instansi swasta.

Meski gratis, ada syarat yang ditetapkan Unpad kepada mahasiswa Pendidikan Dokter dan Dokter Spesialis, yaitu 
ada perjanjian antara calon mahasiswa dengan Unpad. Isi perjanjian kurang lebih menyatakan, 
ketika lulus nanti para dokter yang kuliah gratis ini wajib mengabdi di wilayah/instansi yang ditentukan. 
Jika tidak, Rektor berkomitmen tidak akan mengeluarkan ijazahnya.

“Unpad ingin membangun sikap kesiapan mengabdi sungguh-sungguh kepada masyarakatnya bagi para lulusannya. 
Jika tidak bersedia memenuhi perjanjian itu, jangan pilih kuliah di Kedokteran Unpad. 
Ada banyak perguruan tinggi lain yang juga menyediakan pendidikan kedokteran,” tegas Rektor.

Dekan FK Unpad, Dr. Yoni Fuadah Syukriani, dr., M.Si., Sp.F., DFM., menilai program penggratisan biaya kuliah di FK Unpad ini 
bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang benar-benar mencintai masyarakat. “Ini adalah salah satu cara 
memfasilitasi mereka (mahasiswa) sehingga bisa bekerja dengan baik di masyarakat, dan karirnya bisa dibangun,” kata Yoni.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh


Selanjutnya, kata Tri, dokter lulusan kuliah gratis bersedia melanjutkan pendidikan spesialis, yang 
juga gratis di Unpad. Lama kuliahnya adalah 7-9 semester. Kelak, setelah lulus sebagai spesialis, 
masa kerja penempatannya selama 4-5 tahun. “Tidak ada istilah coba-coba untuk ini,” tuturnya.

Pada tahun ajaran baru 2016/2017, Unpad menyediakan 250 kursi mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran. 
Seleksinya lewat SNMPTN dan SBMPTN serta afirmasi atau beasiswa dari pemerintah daerah di Jawa Barat. 
“Mahasiswa baru afirmasi per kota atau kabupaten hanya 2 orang di Unpad, tidak khusus ke Kedokteran,” ucapnya.

Adapun kuota dokter spesialis gratis sebanyak 150 orang. Menurut Tri, 
ada 20-an program studi yang bisa dipilih dari tiga jenis spesialis, yakni bedah, medik, dan penunjang. 
Uang kuliahnya per semester yang berlaku saat ini sebesar Rp 15-25 juta per semester. Adapun uang kuliah S-1 maksimal Rp 13 juta per semester.

ANWAR SISWADI


Video bersama Rektor Unpad, Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad friends




sumber






Continue Reading »

Motor Scooter yang Berjalan di atas Air



Motor scooter ini memiliki ide yang cerdas namun praktis,
sehingga dapat mempermudah saat melewati genangan air ataupun untuk menyeberang,
dengan menggunakan pelampung di kiri dan kanan motor, serta dengan beberapa
modifikasi yang lainnya sehingga motor skuter ini dapat berjalan dengan baik
di darat ataupun di atas air, ide yang jenius,
berikut video motor Amphibious Water Scooter
check it out guys....




sumber

https://www.youtube.com/watch?v=XiW5SLQX2w8



Continue Reading »

Berselancar dengan Motor diatas Air , Robbie Maddison, stunt rider asal Australia




California, KompasOtomotif — Robbie Maddison, stunt rider asal Australia, menunjukkan bahwa bersepeda motor di atas air bisa diwujudkan. Namun, melakukan hal tersebut tak semudah dalam video "pipe dream" yang diunggah DC Shoes.



Kepada Daily Mail, Selasa (4/8/2015), pria yang kerap mendapat julukan "Maddo" itu blakblakan soal rahasia dirinya bisa berselancar dengan mudah di atas air. "Tampaknya mudah, tetapi mengerjakannya sangat sulit karena saya ingin hasilnya tampak sangat nyata," kata Maddison.



Dia mengatakan bahwa proses persiapan dan pengambilan gambar hingga selesai memakan waktu sampai dua tahun. Dalam masa itu, Maddison juga menghabiskan waktu untuk mencari formula modifikasi sepeda motor yang tepat.

Video Robbie Maddison bisa di lihat dibawah ini
Check it out guys....



Modifikasi

Aspek paling penting adalah modifikasi yang tepat untuk KTM 250 SX yang digunakannya. Sepeda motor trail adventure 250 cc 2-tak itu punya papan ski dari karet di bagian depan dan belakang untuk membuat sepeda motor tetap mengambang.

Sementara itu, ban belakang ditambah semacam blok dari karet yang membuatnya berfungsi sebagai propeler untuk tetap berjalan di atas air. Ban spesifikasi khusus ini tetap bisa digunakan di lumpur dan tanah yang lembek.

"Memperhitungkan tinggi dari papan dan di mana titik yang tepat untuk meletakkannya adalah sangat krusial," kata Maddison.



Hal tersebut itu diperkuat oleh pernyataan mekanik Buddy Morgan yang mengerjakan ubahan sepeda motor Madisson. Morgan dan tim bereksperimen dengan banyak papan dan ban untuk mendapatkan spesifikasi yang sesuai.

"Tenaga dari mesin saja tidak cukup memberikan efek agar sepeda motor meluncur di air. Kuncinya bentuk dan sudut kemiringan papan seluncur serta jumlah blok karet pada ban belakang yang membuat semuanya berbeda," kata Morgan.

Untuk melakukan start awal, Maddison juga membangun semacam area khusus untuk mendapatkan kecepatan demi momentum saat memasuki air. Proses ini tidak masuk dalam video.



sumber

http://otomotif.kompas.com/read/2015/08/04/171600515/Mau.Tahu.Cara.Bersepeda.Motor.di.Atas.Air.

https://www.youtube.com/watch?v=lDi9uFcD7XI

http://www.dailymail.co.uk/news/article-3183432/The-insane-moment-stunt-rider-Robbie-Maddison-Maddo-catches-monstrous-Tahiti-wave-MOTORBIKE-DC-Shoes-Pipe-Dream-video.html





Continue Reading »

Achmadi Sulap Truk Jadi Warung Makan

Achmadi truk Jadi Warung Makan


BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Melesunya perekonomian Kalsel memberikan dampak sepinya angkutan truk. Kondisi demikian, membuat pemilik truk Achmad Dzuhdi menyulap mobil angkutannya menjadi warung berjalan (wajan).

Dibantu istri, Sutarni, sudah satu bulan terakhir menjalankan usaha Wajan tersebut. Diakuinya, hasilnya tidaklah mengecewakan, setiap hari sudah beromset rata-rata Rp 1 juta. Start dari rumah Bapak tiga anak itu di Kompleks Sapa Nusa Mekatani Kelurahan Guntung Manggis RT 27 RW 4 Banjarbaru dan mangkal setiap hari di Jalan Trikora Banjarbaru. Wajan buka mulai pukul 10.00 wita sampai pukul 16.00 wita. Menu yang tersedia seperti Soto Banjar satu porsi hanya Rp 10 ribu, Sop Iga hanya Rp 20 ribu, Bebek Rp 18 ribu.

"Ada yang meminta kami jalan ke kantor-kantor, tetapi cukup di Jalan Trikora ini saja sudah bersyukur.
Pembeli karena penasaran, ditunjang rasa masakan yang sedap maka akhirnya datang lagi," katanya, Selasa (1/9). Dirinya menjamin rasa masakan yang tersedia tidak mengecewakan dan harganya cocok di kantong.
Achmadi bersama istri juga melayani katering, semua bikinan sendiri.


sumber
http://banjarmasin.tribunnews.com/2015/09/01/achmadi-sulap-truk-jadi-warung-makan
http://banjarmasin.tribunnews.com/2015/09/01/achmadi-sulap-truk-jadi-warung-makan?page=2
http://banjarmasin.tribunnews.com/2015/09/01/achmadi-sulap-truk-jadi-warung-makan?page=3


.
Continue Reading »

Tanpa modal, tangan kaki itu modal, otak itu modal




dahulu ada seorang mendapatkan seekor bangkai tikus,
karena kecerdikannya berfikir, bangkai tikus ini dijual,
ia menjualnya ke pecinta ular untuk makanan ular,
setelah mendapatkan uang kecil, mungkin beberapa koin logam,
ia membelanjakan uang kecil ini beberapa tetes madu,
satu gelas air + tetesan madu diaduk, bisa menjadi minuman berenergi,
minuman ini kemudian dijual kepada tukang yang ia kenal, laku,
setelah laku, dan dapat uang kecil, ia belanja beberapa tetes madu,
kemudian, dibuatlah 2 gelas minuman berenergi madu,
dijual kepada tukang lainnya, lalu mendapat lebih banyak uang kecil,
 ia belanja beberapa tetes madu lagi,kemudian,
dibuatlah minuman air madu berenergi lebih banyak lagi,
dijual kepada tukang tempat lainnya,
lalu ia kembali mendapat lebih banyak uang kecil,
begitu seterusnya, sampai uang cukup,
ia mendirikan kedai minuman madu, keuntungan bertambah banyak,
setelah lama berjualan minuman madu,
 ia membuka pondok makan dan minum,
banyak pembeli karena murah, lama lama buka cabang,
cabang pun terus bertambah seiring waktu,
kemudian buka cabang di luar negeri,
next, mungkin saat saya dan anda mengatakan tidak ada modal,
coba kita jalan kaki, keliling rumah, blok, komplek,
saat dijalan ketemu bangkai tikus,
apa yang harus dilakukan,
saya dan anda sudah tahu kan, just kidding,,
ucapkan sabbe satta bhavantu sukhitatta semoga semua mahkluk bebahagia, kemudian
modal muncul, ajaib khan , just kidding :)
sebenarnya kita punya modal, tangan kaki modal, otak modal,
wajah cantik modal, suara merdu modal, mulut nyeyes  modal :)
cuma saya dan anda mungkin belum tahu apa modal kita,
maybe karena ditutupi oleh merasa otak paling cerdas, gengsi tingkat dewa/dewi,
dan sebab lainnya.
berharap suatu hari saya anda menemukan modal kita, dan
bisa membuat jadi usaha yang maju, dan lebih maju lagi,
saddhu... saddhu,,,,  saddhu...
night... :)



Continue Reading »

Ahok : MOS Nanti Bukan ala Militer, tetapi Pendidikan Antikorupsi



Liputan6.com, Jakarta - Masa Orientasi Siswa (MOS) di sekolah kerap dilaksanakan tidak sesuai fungsinya. Tidak jarang, MOS justru digunakan untuk ajang balas dendam dan bullying (intimidasi) dari senior kepada juniornya.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ingin mengganti sistem MOS yang diterapkan saat ini, dengan pendidikan antikorupsi. Tentu pendidikan ini harus mudah dipelajari siswa.

"Jadi MOS nanti bukan lagi ala militer, tapi pendidikan antikorupsi," kata Ahok di Balaikota, Jakarta, Jumat (14/8/2015).

Menurut Ahok, KPK sudah mengkaji beberapa permainan yang dikaitkan dengan antikorupsi. Permainan itu sangat mudah untuk diajarkan kepada siswa baru.

"Itu bentuknya nanti permainan. Nanti ambil kartu, ada cerita, lalu masukan itu kotak yang tersedia, nanti terlihat di situ maknanya," ucap dia.

Permainan seperti ini, kata Ahok, memang harusnya sudah bisa dibuat pelatihan khusus bagi siswa. Sehingga stigma siswa dapat berubah menjadi lebih baik.

"Saya harap kerja sama dengan KPK untuk mendidik, mana sikap yang enggak boleh, mana yang bisa mendorong supaya enggak korupsi melalui permainan. Sama kayak kita mau dorong di MOS, mereka bisa mainkan permainan itu," pungkas Ahok. (Rmn/Mut)



sumber
http://news.liputan6.com/read/2293965/ahok-mos-nanti-bukan-ala-militer-tetapi-pendidikan-antikorupsi


Continue Reading »

Rumah Kecil, Gregory Kloehn Sukses Ubah Sampah Jadi Rumah Portabel

Gregory Kloehn Sukses Ubah Sampah Jadi Rumah Portabel



Liputan6.com, Oakland Sampah yang bagi banyak orang dinilai sudah tidak mempunyai manfaat lagi, ternyata dapat beralih fungsi dan dapat membantu banyak orang yang kurang beruntung, yang belum memiliki rumah.


Seperti yang dilansir dari Odditycentral, Selasa (13/5/2014), di tangan Gregory Kloehn, seorang pemuda kreatif asal Oakland, California, sampah diubah menjadi sebuah rumah portable yang bisa dibawa kemana-mana. Rumah ini ia ciptakan karena di latarbelakangi oleh kepeduliannya terhadap nasib para gelandangan.



Desain rumah yang dibuat oleh Gregory Kloehn tentu saja bukan rumah mewah dengan segudang fasilitas melainkan hanyalah rumah mungil yang bisa digunakan untuk tidur para gelandangan. Agar mudah dipindah, desain rumah tersebut dilengkapi dengan roda di setiap sudutnya.

Bahan-bahan yang ia digunakan untuk membuat rumah mulai dari papan bekas, kursi bekas hingga kulkas bekas yang sudah dibuang oleh pemiliknya.



Design rumah yang ia buat pun bervariatif. Tergantung dari bahan-bahan yang ditemukan. Ada rumah yang memiliki jendela, ada pula rumah yang memiliki kaca tranpsaran yang terbuat dari mesin cuci bekas

Karya seni yang sarat akan kebaikan ini berawal ketika suatu hari, seorang pria tunawisma datang ke studio milik Kloehn dan meminta terpal untuk tidur. Tetapi, saat itu dia tidak memilikinya. Karena merasa kasihan, akhirnya Kloehn membuat sebuah bangunan kecil dari kayu untuk tunawisma tersebut.



Sejak saat itu pria dermawan ini mencari tempat sampah yang sudah tidak terpakai dan membuatkan sebuah tempat tinggal untuk para tunawisma di lingkungan rumahnya.

Sejauh ini, Kloehn telah membangun 10 rumah bagi para tunawisma dari tempat sampah besar yang dia ubah hingga menjadi rumah yang bisa digunakan.

Aksi Kloehn ini menarik perhatian orang banyak dan beberapa media lokal. Sehingga saat ini masyarakat sudah mulai ikut menyumbangkan uangnya untuk membangun proyek rumah bagi para tunawisma. (Ars)



sumber
http://lifestyle.liputan6.com/read/2049454/gregory-kloehn-sukses-ubah-sampah-jadi-rumah-portabel



,
Continue Reading »

Teknik Uitemate, Mengapung dan Nyawa Anda Selamat ( bagaimana cara belajar mengapung di air dan bertahan hidup saat banjir )




Teknik Uitemate, Mengapung dan Nyawa Anda Selamat

TRIBUNKALTIM.CO - Apa yang ada di benak anda ketika berada di kolam renang? Tentu berusaha berenang dan tidak tenggelam. Apakah dengan gaya berenang sudah cukup bagi anda menaklukan kolam renang atau sungai/laut?
Bagaimana bila anda tidak bisa berenang? Pasti tidak ingin menceburkan diri ke kolam dan takut tenggelam. Namun bagaimana bila anda dalam kondisi naik kapal di sungai atau laut tiba-tiba mengalami karam?
Tentu hal ini seperti menjadi mimpi buruk. Nah dalam artikel yang diulas oleh japantimes.co.jp dan dilansir duniaberbicara.com bahwa data korban tenggelam yang tewas atau hilang di jepang memiliki statistik yang agak aneh terkait usia korban. Menurut survei, sebanyak 803 orang tewas atau hilang tenggelam pada 2013.
Lebih dari 47% berusia lebih dari 65 tahun, sementara sisanya kebanyakan berkisar antara usia lulus SMA hingga 65 tahun. Sedangkan anak-anak di bawah usia sekolah dasar hanya berjumlah 44 orang.
Profesor Hidetoshi Saito dari Universitas Teknologi Nagaoka meyakini rendahnya korban usia anak disebabkan karena banyak anak SD yang telah mengikuti pelatihan “Bertahan Hidup dengan cara Mengapung dan Menunggu” atau dalam bahasa Jepang “Uitemate”.



Konsep Uitemate sangat sederhana namun efektif. Banyak korban tenggelam jatuh kedalam air ketika berpakaian lengkap, dan karenanya penting bagi kita untuk mengetahui cara agar tetap bisa mengambang dipermukaan dengan kondisi tersebut.

Pada 2008, di Kobe lima orang tenggelam di sungai Toga ketika hujan badai, seorang anak SD dapat diselamatkan karena ia bertahan hidup dengan cara memeluk tas rangsel-nya. Para ahli mengatakan, seseorang dapat dengan mudah mengapung di permukaan air seperti layaknya Berang-berang, dengan hanya memegang sesuatu seperti botol plastik kosong.
Peristiwa menakjubkan lainnya terjadi saat Jepang dihantam Tsunami pada 11 Maret 2011, murid-murid SD di Prefektur Miyagi selamat dari tenggelam karena menggunakan teknik Uitemate. Saat gempa terjadi, mereka dievakuasi ke gedung olahraga, namun tak lama kemudian mereka terjebak air tsunami yang masuk kedalam gedung dan air makin lama makin meninggi.
Ketika bencana berlalu, para rewalan dibuat takjub saat masuk ke dalam gedung tersebut, tak ada satu pun murid yang tewas tenggelam. Seorang guru mengatakan mereka selamat karena menggunakan teknik Uitemate untuk mengapung. Kebetulan teknik ini telah dipelajari pada saat pelajaran renang. Teknik ini memang telah diajarkan di seluruh Sekolah Dasar di Jepang. Profesor Hidetoshi Saito adalah orang yang mencetuskan ide ini. Ia mendapatkan ilham ketika melihat daun yang mengapung di air.



Saat seseorang jatuh ke dalam air, reaksi spontan adalah berusaha untuk berenang walaupun ternyata ia tidak pandai berenang. Dengan spontan korban juga akan melambai-lambaikan tangannya sambil berteriak minta tolong, tangan yang mengarah ke atas sebenarnya malah akan membuat korban menjadi semakin mudah tenggelam. Menurut Prof. Saito, tindakan ini salah. Yang harus dilakukan adalah berusaha agar tetap mengapung memakai teknik Uitemate dan tunggulah hingga bantuan datang.
Saat ini teknik Uitemate gencar di kampanyekan ke seluruh Dunia, terutama wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia. Dalam satu setengah tahun, 40 instruktur telah dilatih dan 10.000 orang di Sri Lanka telah mendapatkan pelatihan Uitemate.
Berikut Teknik Uitemate yang dapat kita praktikkan dikutip dari duniaberbicara.com :
Untuk belajar teknik ini, berikut tips-tips yang bisa untuk Anda lakukan.



Pertama, Tenang dan santai, apabila Anda telah terjun ke dalam air, hal yang pertama perlu untuk dilakukan adalah bersikap tenang. Jangan panik, panik hanya akan membuat anda semakin tenggelam
.
Kedua, rentangkan tangan dan kaki, usahakan setenang mungkin untuk tidur terlentang di air sambil merentangkan tangan dan kaki. Kurangi gerakan-gerakan yang bisa membahayakan diri Anda.

Ketiga, Pandangan menatap ke atas, untuk melancarkan sistem pernafasan Anda, hal yang dilakukan pada teknik satu ini adalah wajah dan pandangan mata menatap ke atas kemudian bernafas seperti biasa.

keempat, Teknik jika memakai sepatu, biarkan sepatu Anda terpasang, berat sepatu tersebut akan bisa membantu mengapung.

kelima, Botol kosong, jika ada botol kosong di dekat Anda gunakan botol kosong tersebut untuk didekap pada atas dada Anda, hal ini akan semakin membantu proses mengapung.

Mulai sekarang anda bersama anak-anak bisa belajar menguasai teknik Uitemate ini. (*)


video show tahapan Uitamate
Drowning Prevention Technique "UITEMATE"/溺れたら『浮いて待て』! スケスケお姉さんが教えて



sumber
http://kaltim.tribunnews.com/2015/08/14/teknik-uitemate-mengapung-dan-nyawa-anda-selamat
http://kaltim.tribunnews.com/2015/08/14/teknik-uitemate-mengapung-dan-nyawa-anda-selamat?page=2
http://kaltim.tribunnews.com/2015/08/14/teknik-uitemate-mengapung-dan-nyawa-anda-selamat?page=3
https://www.youtube.com/watch?v=C84cri0ygGY


Continue Reading »

Datang ke RI, Negara Ini Ingin Berguru ke Menteri Susi Pudjiastuti




Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ketika melakukan wawancara eksklusif dengan tim Liputan6.com, 
di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis (25/6/2015). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Gebrakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberantas pencurian ikan ilegal atau illegal fishing ternyata menjadi sorotan dunia. Setelah Menteri Susi menerapkan beberapa kebijakan dan berhasil, banyak negara mengunjungi Indonesia untuk meminta bertemu dengan Menteri Susi untuk berguru mengenai pemberantasan illegal fishing.

Saat berbincang dengan wartawan di ruangannya, Susi bercerita beberapa negara telah bertemu dengannya untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan hasil laut dengan cara menindak tegas para pencuri ikan.

"Kemarin ada Dubes Kolombia yang ke sini, ‎juga ada Chili, Papua Nugini dan masih banyak, mereka mengakui bahwa yang terlihat sangat frontal soal illegal fishing itu kita, ini jadi sorotan dunia," kata Susi, Selasa (11/8/2015).

Beberapa hal yang diceritakan Susi kepada para pejabat negara yang menemuinya tersebut adalah pemerintah Indonesia telah melakukan moratorium perizinan tangkap ikan asing dan pelarangan aktifitas bongkar muat di tengah laut‎.

Dari dua kebijakan tersebut menimbulkan multiple effect yang luar biasa bagi Indonesia. Selain secara drastis kapal-kapal asing penangkap ikan ilegal tak lagi menangkap ikan di perairan Indonesia, juga terbongkarnya aksi perbudakan yang dilakukan para pelaku industri perikanan.

"Dengan Papua Nugini kami akan ada kerja sama mengenai pertukaran data satelit untuk pengawasan, meningkatkan hasil laut mereka," tegasnya.

Menurut Susi, pihaknya dengan senang hati akan berbagi pengalaman mengenai pemberantasan illegal fishing tersebut. Hanya saja, jika ada peluang mengenai kerja sama yang saling menguntungkan, itu menjadi poin positif yang akan terus ditindaknjuti‎. (Yas/Gdn)

Sumber
http://bisnis.liputan6.com/read/2291101/datang-ke-ri-negara-ini-ingin-berguru-ke-menteri-susi




Continue Reading »

Gojek, Ojek dengan Nomor Identifikasi



Gojek, Ojek dengan Nomor Identifikasi


Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengintegrasikan Gojek dengan transportasi massal lain. Gojek dinilai lebih aman karena tiap sepeda motor memiliki nomor identifikasi.

Pengendara Gojek, Harpan mengatakan, Gojek mempunyai kantor utama yang bisa dijadikan tempat pengaduan oleh pelanggan yang mendapat perlakuan tidak baik.

"Jadi kalau pelanggan tidak puas dengan pelayanan Gojek, bisa laporan langsung ke kantor. Nanti namanya bisa ketahuan. Karena semua motor Gojek punya nomor identifikasi, ada nomor serinya, tinggal dicatat nomornya lalu adukan ke kantor,” kata Harpan saat ditemui di sekitar Tugu Tani, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2015).

Dia mengungkapkan, semua tukang ojek di Gojek melalui sistem perekrutan dengan berbagai jaminan. Semua melalui sejumlah tes layaknya perusahaan yang merekrut pegawai baru, sehingga semua tukang ojek yang bernaung di bawah Gojek terpercaya dan tidak akan berbuat kriminal.

“Kami juga merasa lebih percaya diri, karena berbeda dengan ojek umum, masyarakat merasa aman kalau gunakan jasa kami,” ujarnya.

Menurut Harpan, tidak ada orang yang murni berprofesi sebagai tukang ojek. Kebanyakan, tukang ojek di Jakarta menjadikan profesi itu untuk menambah pemasukan keuangan keluarga. Harpan mengaku dirinya baru bergabung dengan Gojek beberapa bulan. Sebelumnya, dia adalah tukang ojek umum biasa.

Saat ditanya penghasilan yang didapat setelah bergabung Gojek dengan dibanding saat jadi tukang ojek umum, Harpan enggan mengungkapkan. Namun saat ini perekonomian keluarganya lebih baik. “Hitungannya banyak, ada komisi-komisi. Intinya lebih baik dibanding dulu,” katanya.
FZN



Sumber
http://news.metrotvnews.com/read/2015/02/23/361879/gojek-ojek-dengan-nomor-identifikasi






Continue Reading »

Mau Daftar Go-Jek? Penuhi Syarat Berikut





Mau Daftar Go-Jek? Penuhi Syarat Berikut

JAKARTA - Perusahaan ojek online milik Nadiem Makarim ini memang menjadi magnet bagi para pengguna kendaraan bermotor roda dua. Tingginya animo masyarakat yang ingin mendaftar di Go-Jek, membuat Go-Jek membuka pendaftaran di Senayan.

Lantas, apakah Anda termasuk orang yang ikut mendaftar di Go-Jek? Jika iya, maka simak syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum Anda mendaftar.

Untuk mendaftar, tidak seperti mendaftar kerja di job fair lainnya yang secara formal. Di Go-Jek, cukup mendaftarkan diri melalui SMS melalui nomor telepon yang telah tersedia di website resmi Go-Jek Indonesia.

"Pendaftar cukup SMS dengan mencantumkan nama dan alamat lengkap," ujar Panitia Perekrutan Go-Jek Pandu kepada Okezone di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015).

Setelah SMS ke nomor tujuan yang telah ditentukan, maka Go-Jek akan membalas SMS tersebut dengan memberikan arahan seleksi. "Balasan SMS tersebut kami memberikan informasi untuk melakukan seleksi di Hall A Gelora Bung Karno, Senayan dengan membawa berkas-berkas yang telah ditentukan," ucapnya.

Adapun berkas-berkas yang perlu dibawa, yaitu foto copy, kartu tanda penduduk (KTP), foto copy kartu keluarga (KK), foto copy STNK, dan foto copy surat izin mengemudi (SIM).

"Setelah dinyatakan diterima, pelamar juga harus menyerahkan salah satu identitas sebagai jaminan, pilihannya yaitu KK asli, buku nikah asli, ijazah terakhir asli, akta kelahiran asli, dan BPKB motor asli, pilih satu. Pelamar pastinya harus mempunyai motor," ungkapnya.

Setelah melalui proses tersebut, pelamar akan mendapatkan jaket, helm, dan handphone. "Kalau sudah bisa mengaktifkan aplikasi, langsung bisa jalan," tuturnya.

(wdi)



Sumber
http://economy.okezone.com/read/2015/08/13/320/1195838/mau-daftar-go-jek-penuhi-syarat-berikut





Continue Reading »

data foto


data foto



Jembatan Ampera di Sungai Musi bagian 1






Jembatan Ampera di Sungai Musi bagian 2







Jembatan Ampera di Sungai Musi bagian 3






Jembatan Ampera di Sungai Musi dan rumah rumah penduduk di pinggir Sungai Musi





pasar 16 di dekat pinggir Sungai Musi





Doctor Share Rumah Sakit Apung bagian 1







Doctor Share Rumah Sakit Apung bagian 2











Continue Reading »

Foto Suasana dan Kegiatan Sekitar



Continue Reading »

Pengalaman Berkekurangan Dan Berkelebihan



6 Juli 2015
Oleh: dr. Lie A. Dharmawan, PhD, FICS, SpB, SpBTKV

23 Juni 2015, kami sampai di Desa Gagemba setelah menempuh jalan darat sejauh 25 kilometer dari Sugapa, ibukota Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua.

Gagemba adalah sebuah desa yang sangat terpencil, bahkan boleh dikatakan terisolir. Desa ini bahkan belum pernah dikunjungi oleh tenaga kesehatan sejak kemerdekaan Indonesia.

Kami menginap semalam di dalam gereja, di atas bangku-bangku kebaktian umat. Masyarakat Gagemba sudah memberikan yang terbaik dan yang terbaik itu adalah kita tidur di atas bangku gereja yang beralaskan papan dan banner. Masyarakat sendiri tidur di atas honai yang saat itu sedang penuh sesak dengan bara api di dalamnya karena banyak warga desa lain menginap.



Kami melakukan pelayanan medis pada keesokan harinya (24 Juni 2015) di halaman gereja.

Pelayanan yang sudah ditunggu-tunggu sekian puluh tahun lalu oleh masyarakat diungkapkan oleh pendeta gereja. “Doa kita dikabulkan oleh Tuhan pada hari ini.” Ratusan umat berdatangan dari berbagai desa di lereng gunung dan menerima pengobatan dan operasi.

Setelah pelayanan medis selesai pada sore harinya, sekitar pukul 16.45 WIT, saya mengajak anggota kami sendiri, Sylvie Tanaga untuk keluar sebentar melihat keadaan sekeliling. Saudara Junaedi, anggota tim lapangan mau ikut, namun saya menolaknya karena ia sedang berpuasa. Saya tak ingin dia sampai terlambat berbuka.

Perjalanan yang kami rencanakan hanya akan berlangsung belasan menit hingga paling lama 30 menit, ternyata berlanjut menjadi “petualangan” dalam kegelapan dan medan sulit di hutan pegunungan tengah di Papua. Kami menuruni jalan setapak ke arah kiri.

Setelah berjalan kurang lebih 15 menit dan menikmati keindahan alam yang cantik permai, kami berjumpa dengan seorang bapak yang sedang memikul batang pohon. Saya coba mengutarakan bahwa kami tersesat dan meminta panduan pulang.

Bapak ini serta merta menaruh kedua batang pohon yang dipikulnya, lalu mengantar kami menuruni lereng gunung yang terjal, gelap dan licin ke sebuah kampung. Di kampung ini, kami mengunjungi dua honai (rumah) orang Papua asli.

Honai pertama adalah honai untuk perempuan dan honai kedua hanya untuk lelaki. Di dalam kesulitan, ide-ide “genial” (kata sifat dari genius) selalu lahir. Kami berusaha menjelaskan bahwa kami adalah tim dokter yang menginap di gereja dan melakukan pelayanan medis.

Empat orang bapak bersedia mengantar kami ke rumah (honai) bapak pendeta. Ternyata di honai hanya ada adik pendeta dan bersedia mengantar kami ke tujuan.

Naik turun lereng gunung lagi dalam kegelapan, kaki saya mulai protes dan kurang setuju namun perintah dari pikiran waras harus dituruti. Dengan beberapa kali jeda untuk menambah kadar oksigen dalam darah, akhirnya hati saya bersorak ketika mendengar suara teriakan pertama dari lembah yang segera saya sahuti dengan teriakan membahana.

Tidak lama kemudian, tampaklah remang-remang api unggun yang segera menjadi lebih nyata dan anggota-anggota tim yang sama gembiranya karena kami berdua telah selamat kembali.

Ketika saatnya istirahat malam, saya merenungkan peribahasa yang mengatakan bahwa kami tidak dapat membeli segala-galanya.

Batasan kemiskinan yang mendefinisikan bahwa mereka yang tak sanggup membelanjakan 2 dollar AS per hari adalah orang miskin, tidak berlaku bagi kami saat itu. Di kantung saya ada Rp 2.000.000 atau setara 150 dollar AS ternyata tidak dapat membawa kami kembali.

Di saat kami kelelahan, kedinginan, dan was-was akan bagaimanakah caranya kami pulang, terpikirkan betapa enaknya kalau saja kami bisa memesan sebuah taksi atau menyetop bajaj ataupun ojek entah ojek motor ataupun sepeda.

Walaupun punya telepon genggam, tanpa signal kami tak mungkin berkomunikasi dengan siapapun apalagi memesan taksi yang juga tidak tersedia. Jangankan taksi, ojek pun tak ada. Bagaimana menyediakan sarana transportasi, kalau prasarananya pun belum ada.

Pengalaman singkat saya telah menambah kesadaran akan “lingkaran setan” yang dihadapi oleh orang Papua yang hidup di pegunungan. Di titik mana lingkaran ini harus diputus? Tidak mengherankan jika masyarakat menyambut kehadiran kami dengan antusias dan penuh harapan.

* * *

sumber
http://www.doctorshare.org/index.php/news/2015/07/06/152/dr-lie-dharmawan-quot-pengalaman-berkekurangan-dan-berkelebihan-quot.html

https://www.facebook.com/pages/DoctorSHARE/45642072765?fref=photo



,
Continue Reading »

Mengamati Dan Belajar



7 Juli 2015
Oleh: dr. Lie A. Dharmawan, PhD, FICS, SpB, SpBTKV

Ini adalah kunjungan saya ketiga kalinya ke Kabupaten Intan Jaya, Papua yang baru dimekarkan sejak tahun 2008 dan terdiri dari 8 distrik. Ibukota Kabupaten Intan Jaya adalah Sugapa.

Kabupaten ini terletak di pegunungan tengah dan hanya dapat dicapai dengan pesawat perintis yang mendarat di Sugapa. Landasan pesawat sepanjang 600 meter adalah satu-satunya ruas jalan beraspal di seluruh kabupaten.

Kabupaten Intan Jaya terletak pada ketinggian kurang lebih 2.000 meter di atas permukaan laut. Sugapa terletak pada altitude kurang lebih 2.200 meter di atas permukaan laut. Tidak heran udara di sini sangat dingin. Pagi hari temperatur bisa berada di bawah 10 derajat Celcius. Angin sangat dingin.

Air yang digunakan penduduk untuk MCK adalah air tadah hujan atau kadang air sungai. AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) sangat mahal. Sebotol air mineral 330 ml dihargai Rp 25.000. Sebungkus mie instan Rp 5.000, satu liter bensin Rp 50.000. Ini terjadi karena satu-satunya akses mencapai Sugapa hanya dengan pesawat perintis yang hanya dapat membawa 850 kg barang sekali terbang.

Tiket pesawat pun tidak murah. Dari Nabire atau Timika, seorang penumpang harus membayar sekitar Rp 2.750.000 untuk waktu tempuh sekitar satu jam. Sebaliknya, dari Sugapa ke Nabire atau Timika, Anda harus membayar sekitar Rp 1.750.000 agar bisa terbang.

Di Sugapa terdapat sebuah puskesmas dengan tiga dokter umum dan seorang dokter gigi. Untuk mendapatkan pelayanan di puskesmas ini, pasien dari desa-desa sekitar ada yang harus berjalan kaki beberapa jam atau bahkan beberapa hari.

Transportasi darat hanya mengandalkan ojek sepeda motor yang biasanya diawaki oleh pendatang dari Sulawesi Selatan. Untuk jarak tempuh sekitar 25 kilometer, misalnya antara Sugapa-Gagemba, seorang penumpang harus merogoh kocek Rp 300.000 sekali jalan. Itu pun di beberapa ruas jalan penumpang harus turun dan berjalan kaki. Jarak 25 kilometer pun ditempuh dalam dua jam.

Antusiasme masyarakat untuk berobat ke manapun kami pergi selalu besar. Logis.

Dalam pelayanan medis, kami selalu membagi-bagikan obat cacing untuk anak dan vitamin untuk orang dewasa/anak-anak. Operasi minor kami lakukan. Kami pun memberikan penyuluhan, biasanya PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).

Pengalaman kami menunjukkan bahwa hampir tidak ada anak SD yang mempunyai sikat gigi di rumah. Dari 110 anak SD yang kami survei, hanya seorang yang punya sikat gigi. Kami pun membagi-bagikan sikat gigi dan odol agar mereka pergunakan di rumah.

Kami pun berpesan kepada kepala sekolah agar anak-anak ini diwajibkan untuk sikat gigi di rumah setiap hari dua kali. Akankah mereka ikuti? Mengubah kebiasaan itu susah namun kita harus memulainya.

Menggunakan alas kaki pun bukan merupakan kebiasaan bagi penduduk di pegunungan ini. Bukan hanya murid sekolah, tapi juga orang dewasa. Saya bahkan bertemu beberapa sarjana lulusan Jawa dan Sulawesi yang setelah kembali ke kampung halamannya kembali tidak mengenakan alas kaki.

Mandi merupakan hal yang jarang dilakukan karena sulitnya mendapatkan air dan dinginnya udara.

Walaupun kami baru melakukan dua kali pelayanan medis di pegunungan tengah Papua namun beberapa kesimpulan awal sudah dapat ditarik.

Berbeda dengan pelayanan ke banyak pulau-pulau kecil dan desa-desa/kampung-kampung di pesisir Papua yang kami lakukan dengan Rumah Sakit Apung doctorSHARE, pelayanan di pegunungan dengan proyek Dokter Terbang doctorSHARE lebih sulit.

Perekonomian penduduk di pesisir relatif lebih baik dibandingkan saudara kita yang hidup di pegunungan. Banyak warga pendatang dari berbagai pelosok tanah air hidup di pesisir Papua. Kota-kota besar yang rata-rata berada di tepi pantai tidak berbeda dengan kota-kota besar yang dapat kita jumpai di bagian barat Indonesia seperti Jayapura, Timika, Sorong, dan lain-lain.

Perekonomian mereka yang hidup di pegunungan sulit “didongkrak” karena infrastruktur yang teramat jelek seperti jalan yang belum tersedia atau dalam kondisi memprihatinkan.

Walaupun secara geografis Desa Gagemba (misalnya) adalah daerah yang subur, namun hasil bercocok tanam yang mereka hasilkan seperti keladi, kol, dan markisa tak dapat dijual ke daerah lain karena sulit dan mahalnya ongkos transportasi. Apa yang mereka hasilkan hanya untuk konsumsi keluarga sendiri.

Prasarana lainnya seperti air bersih, listrik, apalagi internet tidak tersedia sama sekali.

Tidak heran, beberapa sarjana yang sempat kami temui masih menganggur tanpa pekerjaan. Walaupun pengalaman kami di daerah-daerah tertentu belum banyak, pengamatan yang kami lakukan menghasilkan beberapa pemikiran.

1.       Prasarana jalan harus diadakan, setidaknya diperbaiki
Walaupun jalan belum beraspal namun sebenarnya dapat dilalui kendaraan tradisional seperti gerobak sapi. Bagaimana mungkin jarak 25 kilometer harus ditempuh dua jam dengan ojek sepeda motor? Di beberapa ruas jalan, penumpang bahkan harus turun dan berjalan kaki. Bayangkan kalau itu seorang pasien atau ibu hamil yang akan melahirkan. Selain itu, ongkosnya terbilang mahal yakni Rp 300.000/orang.

2.       Ketersediaan air harus ada
Bukannya tak ada air, tapi perlu dipikirkan bagaimana menghadirkannya ke honai-honai (rumah-rumah penduduk) agar tenaga medis tidak hanya menganjurkan mandi dan sikat gigi. Setidak-tidaknya untuk beberapa honai ada MCK yang memenuhi standar minimum.

3.       Modifikasi honai demi kesehatan
Saya sudah beberapa kali masuk honai, baik honai Suku Moni maupun Suku Dani. Honai mereka pendek-pendek tanpa ventilasi. Di tengah honai dipasang perapian untuk memasak sekaligus mengusir hawa dingin. Saya tidak tahan berada di dalamnya walau hanya lima menit. Mata perih, nafas sesak. Tak heran, banyak penduduk sakit mata dan ISPA.

Jalan keluar harus dicarikan.

Salah satu cara yang dapat ditempuh misalnya adalah dengan membuat sebuah tungku mirip fire place dengan cerobong keluar atap rumah.

Kami berkesimpulan bahwa perbaikan kesehatan masyarakat di daerah terisolasi harus dilakukan secara bersamaan oleh seluruh stakeholders pembangunan.

* * *


sumber
http://www.doctorshare.org/index.php/news/2015/07/06/153/mengamati-dan-belajar.html

Continue Reading »

Guru yang Perlu Ditiru, Tetap Mengajar Meski Murid Cuma Satu



Citizen6, China Tingkat migrasi yang tinggi di Cina ternyata tak selamanya membawa dampak positif. Banyaknya orang yang pindah, ternyata memengaruhi dunia pendidikan di Cina sana. Banyak sekolah yang terpaksa tutup karena kekurangan siswa dan kekurangan tenaga pengajar.

Meski demikian, selalu ada seseorang yang tetap bertahan di tengah ketidakpastian. Guo Zuqin adalah seorang pengajar di SD Budaixi di kota Xuan'en. Tak seperti sekolah kebanyakan, ia hanya mempunyai satu orang murid. Murid tersebut berusia 6 tahun dan bernama Tan Xianzi.


Dilansir dari Shanghaiist, Selasa (07/07/2015), selain hanya memiliki satu orang murid, Zuqin juga hanya seorang diri mengajar di sekolah tersebut. Ia mengajar Aritmatika serta bahasa Cina. Sekolah yang telah berumur 60 tahun ini banyak kehilangan murid karena migrasi yang tinggi serta letaknya yang cukup jauh di kaki bukit pegunungan Provinsi Hubei, Cina Tengah.

Walaupun hanya seorang diri, Zuqin tetap semangat mengajar satu-satunya murid yang ia punya. Selain menjadi guru, ia juga menjadi teman bermain Xianzi saat waktu istirahat tiba. Ia bahkan tetap menyemangati Xianzi yang mulai ragu dengan nasibnya di semester berikutnya.

Kisah Zunqi mengingatkan kita akan cerita Laskar Pelangi. Tak jauh berbeda, sekolah di dalam novel tersebut nyaris ditutup karena kekurangan murid. (sul/kw)


sumber
http://citizen6.liputan6.com/read/2266952/guru-yang-perlu-ditiru-tetap-mengajar-meski-murid-cuma-satu?utm_source=FB&utm_medium=Post&utm_campaign=FBcitizen6

.
Continue Reading »

Tips Aman Naik Taksi agar selamat di Perjalanan



Jakarta, CNN Indonesia -- Maraknya aksi perampokan di taksi telah meresahkan para pemakai jasanya.
Jika taksi, angkutan yang tergolong lebih mahal dan seharusnya lebih memberikan jaminan keamanan saja
sudah tak aman lagi, bagaimana dengan transportasi massa publik?

Kaum perempuan, terutama, kerap menjadi sasaran kejahatan di taksi.
Itu sebabnya penting bagi para pemakai jasa taksi untuk berhati-hati saat hendak menggunakan jasa taksi.
Head of Marketing Communication Grab Taxi Indonesia Kiki Rizki mengatakan bahwa penting untuk
mengampanyekan keamanan di taksi, mulai dari memilih taksi dan berperilaku di taksi secara aman.

Untuk meminimalkan kejahatan di taksi, Rizki menyampaikan tips aman saat berada di dalam kendaraan umum tersebut.

Saran Rizki, sebaiknya tidak menyetop taksi di jalan. Terutama saat malam hari.
“Lebih enak kalau kita bisa tracking taksinya. Apalagi sekarang sudah canggih,
GPS bisa menunjukkan lokasi dengan presisi. Bisa share identitas taksinya,”
kata Rizki saat ditemui di Bebek Bengil, The Ubud Building, Jakarta, seperti ditulis Kamis (22/1).



Duduklah menyilang dari posisi supir, agar bisa tetap mengecek pandangan ke supir.
Para karyawan yang pulang larut malam, kerap memakai jasa taksi karena dianggap lebih aman.
Saat tubuh sudah merasa sangat kelelahan, tak jarang kita tertidur di taksi.

“Ketiduran di taksi apalagi sendirian di taksi sangat berbahaya.
Jika ingin tidur bawalah teman,” kata Rizki menyarankan.

Untuk merangkumnya, berikut ini adalah 10 tips cara aman di taksi:

1. Pastikan identitas pengemudi sesuai dengan sopir yang mengemudi.

2. Pastikan tidak ada orang lain di dalam mobil. Agar lebih aman sebaiknya Anda mengecek bagasi.
Sebab, ada beberapa kejadian kriminal di mana perampok keluar dari bagasi taksi.

3. Jika Anda sakit, tertidur, atau dalam pengaruh alkohol, pastikan jangan sampai ada waktu tidak berdaya
di dalam taksi saat Anda sendirian. Pastikan ada teman yang bersama Anda, terutama di malam hari.

4. Bila ada yang ingin berbagi taksi di perjalanan, hiraukan saja.
Tak peduli cantik atau ganteng ataupun ibu-ibu yang membuat Anda merasa kasihan.
Lebih baik, beri saja taksi untuk orang tersebut.

5. Duduklah di sisi berlawanan dengan sopir agar bisa melihat gerak-gerik supir.

6. Pastikan argo menyala. Jika pengemudi bilang tidak ingin pakai argo lebih baik Anda turun.

7. Bila ada teknologi dengan fitur yang dapat memberitahukan lokasi Anda kepada teman atau
keluarga kirim pesan agar ada orang lain yang menjaga Anda dalam perjalanan.

8. Jangan matikan telepon. Pastikan telepon menyala dan siapkan speed dial orang-orang terdekat atau
nomor gawat darurat.

9. Pastikan kaca taksi tertutup karena bisa saja terjadi penjambretan.

10. Hentikan taksi jika keadaan darurat dan ikuti rute Anda sendiri. (chs/chs)


Tambahan
a. Selain waspada terhadap taksi yang Anda naiki,
waspada juga terhadapa sekeliling Anda. Pastikan pintu taksi sudah terkunci sehingga
tidak ada orang luar yang tiba-tiba membuka pintu dari luar.

b. Hafalkan atau catat nopol taksi, no lambung taksi dan identitas diri pengemudi taksi tersebut serta jam keberangkatan Anda dan juga lokasi keberangkatan serta tujuan Anda. serta apabila diperlukan sms kepada
teman, saudara, atau keluarga dimana anda sekarang.

c. Anda juga bisa mem-posting data tersebut di akun social Anda (seperti twitter) dengan mention perusahaan tersebut.

d. Jika Anda masih merasa kurang nyaman, Anda bisa meminta salah seorang yang Anda percaya (Keluarga, Orang Tua, Pasangan, Teman) untuk tetap saling berhubungan di handphone. Seperti bertukar pesan (sms, whatsapp, line, dll) atau tetap berinteraksi di social media
.
e. Anda dapat juga melakukan cek keadaan taksi seperti bagasi taksi, di belakang kursi, apakah ada orang bersembunyi atau sesuatu yang mencurigakan.

f. Siapkan botol parfum didalam tas, untuk berjaga jaga menyelamatkan diri,
jika anda dalam keadaan darurat atau terdesak, untuk membuat perih mata pelaku kejahatan.


sumber
http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150122082852-269-26430/tips-aman-naik-taksi-agar-tak-jadi-korban-kejahatan

http://tipsindonesia.com/11-tips-aman-naik-taksi/

http://kataorang.net/tips-aman-naik-taksi/

dll,
.

Continue Reading »

Doktrin Bob Sadino, orang goblok lebih sukses dari yang pintar



Karena goblok, orang menjadi sulit mendapat pekerjaan dan dia terpaksa membangun usahanya sendiri.
Saat bisnisnya berkembang, dia mempekerjakan orang pintar.

- Bambang Mustari Sadino
Merdeka.com - Nama Bob Sadino sudah tidak asing lagi di Indonesia.
Tidak hanya di kalangan pengusaha, tapi juga di kelompok anak muda yang terinspirasi kisah suksesnya menjadi pengusaha.

Bob Sadino tidak hanya dikenal karena ciri khas celana pendek dan penampilannya yang jauh dari kesan pengusaha sukses,
 tapi juga doktrin-doktrinnya yang menginspirasi pengusaha muda serta wiraswata.

Doktrin Bob Sadino soal orang goblok yang menjadi sukses dan mempekerjakan orang-orang pintar, menyebar luas.
Menurut Bob Sadino, goblok adalah sikap dasar kalau mau belajar menjadi seorang pengusaha dan wiraswasta.
 Orang goblok juga bisa menjadi sukses.

Menurut Om Bob, karena goblok, orang menjadi sulit mendapat pekerjaan dan dia terpaksa membangun usahanya sendiri.
Saat bisnisnya berkembang, dia mempekerjakan orang pintar.

Doktrin lain, masih soal orang goblok dan orang pintar, Om Bob menyebut orang pintar kebanyakan ide dan
akhirnya tidak ada satu pun yang jadi kenyataan. Orang goblok cuma punya satu ide dan itu jadi kenyataan.
Dia juga pernah menyebut orang goblok sukses karena dia tidak banyak berpikir, yang penting terus melangkah.
Sedangkan orang pintar kebanyakan mikir, akibatnya tidak pernah melangkah.

Topik pilihan: Kisah Inspiratif | Inspirasi Wirausaha

Doktrin dan pemikiran sederhana Om Bob soal membangun kesuksesan tanpa bermodal kepandaian, terbukti
menginspirasi banyak pengusaha muda. Hal itu diamini CEO Saratoga Grup Sandiaga Uno.

"Just do it. Nyemplung dan langsung berenang," kata Sandiaga saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (19/1).

Sandiaga punya pengalaman berkesan dan membekas dengan om Bob dan pemikirannya yang sederhana itu.
Dia menceritakan, saat itu dia bersama-sama dengan Bob Sadino berkeliling dan menjadi pembicara
di depan mahasiswa di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Sandiaga diledek Bob Sadino karena terlalu banyak mikir.
 Padahal, kata Om Bob, untuk menjadi seorang pengusaha tidak perlu banyak berpikir.

"Om Bob bilang, jadi pengusaha jangan terlalu banyak mikir dan analisa kayak Sandi (sandiaga Uno).
Kalau Om Bob pakai analisa tidak akan jadi Kemchick," kenang Sandiaga.

Menurutnya, dengan pemikiran sederhana Om Bob soal kesuksesan menjadi pengusaha dengan
tidak banyak berpikir dan analisa, menginspirasi pengusaha-pengusaha muda.
"Akhirnya kita terpacu untuk cepat mengambil keputusan," tambah Sandiaga.




sumber
http://www.merdeka.com/uang/doktrin-bob-sadino-orang-goblok-lebih-sukses-dari-yang-pintar.html

Continue Reading »

Petuah-petuah 'gila' warisan Bob Sadino



Merdeka.com - Pengusaha Bambang Mustari Sadino alias Bob Sadino tutup usia pada 19 Januari 2015.
Pria kelahiran Lampung, 9 Maret 1939 itu sudah dua pekan dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah,
Jakarta Selatan, akibat komplikasi penyakit.

Om Bob pun meninggalkan dua putri dan empat cucu. Semasa hidupnya,
banyak kisah dan prestasi ditorehkan oleh pengusaha satu ini.
Jenazahnya saat ini disemayamkan di rumah duka di Jalan P&K Nomor 2121,
Pondok Cabe, Cirendeu Lebak Bulus, dan bakal dikuburkan besok siang.

Bob Sadino dikenal sebagai pengusaha nyentrik. Bukan hanya dari segi busana,
yang kemana-mana selalu tak bisa lepas dari celana pendeknya.
Tetapi juga wejangan dan petuah liar soal motivasi bergelut di dalam bisnis.
Bahkan lantaran pemikirannya itu, banyak orang mencap Bob tidak waras.

Berikut ini adalah kumpulan pesan-pesan dan nasihat Om Bob buat menyemangati orang-orang supaya memulai berusaha,
dan meneguhkan niat para pengusaha supaya tak mudah menyerah.

"Jangan terlalu banyak ide": Orang pintar biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide,
sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang bodoh mungkin hanya punya satu ide dan
satu itulah yang menjadi pilihan usahanya.

"Miskin keberanian untuk memulai": Orang bodoh biasanya lebih berani dibanding orang pintar, kenapa ?
Karena orang bodoh sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya,
orang pintar telalu banyak pertimbangan.

"Ilmu tidak terbatas": Ilmu memang berserakan dimana-mana diseluruh muka bumi ini,
jauh lebih banyak dibanding yang ada dalam gedung sekolah atau kampus.
Bahkan seekor ayam pun bisa memberikan ilmu [dan inspirasi] yang sangat berharga

"Mempekerjakan, bukan melamar pekerjaan": Orang bodoh sulit mendapat pekerjaan sehingga
dia terpaksa buka usaha sendiri. Dalam perjalanan bisnisnya agar semakin sukses dia harus merekrut orang pintar.
Alhasil orang bodoh tadi jadi bosnya orang-orang pintar.

"Jika ingin bahagia, jangan jadi karyawan."

"Bisnis Itu Hanya Modal Dengkul. Bahkan jika Anda tidak punya dengkul, pinjam dengkul orang lain."

"Setinggi-tingginya gaji, Anda tetap karyawan. Sekecil-kecilnya usaha, Anda adalah bosnya."




sumber
http://www.merdeka.com/peristiwa/petuah-petuah-gila-warisan-bob-sadino.html

Continue Reading »