Motor scooter ini memiliki ide yang cerdas namun praktis,
sehingga dapat mempermudah saat melewati genangan air ataupun untuk menyeberang,
dengan menggunakan pelampung di kiri dan kanan motor, serta dengan beberapa
modifikasi yang lainnya sehingga motor skuter ini dapat berjalan dengan baik
di darat ataupun di atas air, ide yang jenius,
berikut video motor Amphibious Water Scooter
check it out guys....
California, KompasOtomotif — Robbie Maddison, stunt rider asal Australia, menunjukkan bahwa bersepeda motor di atas air bisa diwujudkan. Namun, melakukan hal tersebut tak semudah dalam video "pipe dream" yang diunggah DC Shoes.
Kepada Daily Mail, Selasa (4/8/2015), pria yang kerap mendapat julukan "Maddo" itu blakblakan soal rahasia dirinya bisa berselancar dengan mudah di atas air. "Tampaknya mudah, tetapi mengerjakannya sangat sulit karena saya ingin hasilnya tampak sangat nyata," kata Maddison.
Dia mengatakan bahwa proses persiapan dan pengambilan gambar hingga selesai memakan waktu sampai dua tahun. Dalam masa itu, Maddison juga menghabiskan waktu untuk mencari formula modifikasi sepeda motor yang tepat.
Video Robbie Maddison bisa di lihat dibawah ini
Check it out guys....
Modifikasi
Aspek paling penting adalah modifikasi yang tepat untuk KTM 250 SX yang digunakannya. Sepeda motor trail adventure 250 cc 2-tak itu punya papan ski dari karet di bagian depan dan belakang untuk membuat sepeda motor tetap mengambang.
Sementara itu, ban belakang ditambah semacam blok dari karet yang membuatnya berfungsi sebagai propeler untuk tetap berjalan di atas air. Ban spesifikasi khusus ini tetap bisa digunakan di lumpur dan tanah yang lembek.
"Memperhitungkan tinggi dari papan dan di mana titik yang tepat untuk meletakkannya adalah sangat krusial," kata Maddison.
Hal tersebut itu diperkuat oleh pernyataan mekanik Buddy Morgan yang mengerjakan ubahan sepeda motor Madisson. Morgan dan tim bereksperimen dengan banyak papan dan ban untuk mendapatkan spesifikasi yang sesuai.
"Tenaga dari mesin saja tidak cukup memberikan efek agar sepeda motor meluncur di air. Kuncinya bentuk dan sudut kemiringan papan seluncur serta jumlah blok karet pada ban belakang yang membuat semuanya berbeda," kata Morgan.
Untuk melakukan start awal, Maddison juga membangun semacam area khusus untuk mendapatkan kecepatan demi momentum saat memasuki air. Proses ini tidak masuk dalam video.
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Melesunya perekonomian Kalsel memberikan dampak sepinya angkutan truk. Kondisi demikian, membuat pemilik truk Achmad Dzuhdi menyulap mobil angkutannya menjadi warung berjalan (wajan).
Dibantu istri, Sutarni, sudah satu bulan terakhir menjalankan usaha Wajan tersebut. Diakuinya, hasilnya tidaklah mengecewakan, setiap hari sudah beromset rata-rata Rp 1 juta. Start dari rumah Bapak tiga anak itu di Kompleks Sapa Nusa Mekatani Kelurahan Guntung Manggis RT 27 RW 4 Banjarbaru dan mangkal setiap hari di Jalan Trikora Banjarbaru. Wajan buka mulai pukul 10.00 wita sampai pukul 16.00 wita. Menu yang tersedia seperti Soto Banjar satu porsi hanya Rp 10 ribu, Sop Iga hanya Rp 20 ribu, Bebek Rp 18 ribu.
"Ada yang meminta kami jalan ke kantor-kantor, tetapi cukup di Jalan Trikora ini saja sudah bersyukur.
Pembeli karena penasaran, ditunjang rasa masakan yang sedap maka akhirnya datang lagi," katanya, Selasa (1/9). Dirinya menjamin rasa masakan yang tersedia tidak mengecewakan dan harganya cocok di kantong.
Achmadi bersama istri juga melayani katering, semua bikinan sendiri.
dahulu ada seorang mendapatkan seekor bangkai tikus,
karena kecerdikannya berfikir, bangkai tikus ini dijual,
ia menjualnya ke pecinta ular untuk makanan ular,
setelah mendapatkan uang kecil, mungkin beberapa koin logam,
ia membelanjakan uang kecil ini beberapa tetes madu,
satu gelas air + tetesan madu diaduk, bisa menjadi minuman berenergi,
minuman ini kemudian dijual kepada tukang yang ia kenal, laku,
setelah laku, dan dapat uang kecil, ia belanja beberapa tetes madu,
kemudian, dibuatlah 2 gelas minuman berenergi madu,
dijual kepada tukang lainnya, lalu mendapat lebih banyak uang kecil,
ia belanja beberapa tetes madu lagi,kemudian,
dibuatlah minuman air madu berenergi lebih banyak lagi,
dijual kepada tukang tempat lainnya,
lalu ia kembali mendapat lebih banyak uang kecil,
begitu seterusnya, sampai uang cukup,
ia mendirikan kedai minuman madu, keuntungan bertambah banyak,
setelah lama berjualan minuman madu,
ia membuka pondok makan dan minum,
banyak pembeli karena murah, lama lama buka cabang,
cabang pun terus bertambah seiring waktu,
kemudian buka cabang di luar negeri,
next, mungkin saat saya dan anda mengatakan tidak ada modal,
coba kita jalan kaki, keliling rumah, blok, komplek,
saat dijalan ketemu bangkai tikus,
apa yang harus dilakukan,
saya dan anda sudah tahu kan, just kidding,,
ucapkan sabbe satta bhavantu sukhitatta semoga semua mahkluk bebahagia, kemudian
modal muncul, ajaib khan , just kidding :)
sebenarnya kita punya modal, tangan kaki modal, otak modal,
wajah cantik modal, suara merdu modal, mulut nyeyes modal :)
cuma saya dan anda mungkin belum tahu apa modal kita,
maybe karena ditutupi oleh merasa otak paling cerdas, gengsi tingkat dewa/dewi,
dan sebab lainnya.
berharap suatu hari saya anda menemukan modal kita, dan
bisa membuat jadi usaha yang maju, dan lebih maju lagi,
saddhu... saddhu,,,, saddhu...
night... :)
Putra Pemulung Ini Raih Beasiswa Bidik Misik Kedokteran. Sony Budianto berkacamata dan bertopi.
Anak Pemulung dari Lamongan Jadi Mahasiswa Kedokteran Undip
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sony Budianto masih belum percaya bahwa dirinya baru saja resmi menjadi seorang mahasiswa Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, setelah diresmikan langsung oleh Rektor Prof Yos Johan Utama dalam upacara Penerimaan Mahasiswa Baru di Stadion Undip, Tembalang, Selasa (25/8/2015).
Pasalnya remaja asal Lamongan itu semula tidak yakin, dirinya yang serba kekurangan dalam hal ekonomi bisa menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran yang terkenal mahal. Sony merupakan putra dari pasangan Sugianto dan Budiyanti.
"Bapak dahulu memang pemulung, sekarang beliau masih bekerja sebagai buruh serabutan, Ibu tinggal di Semarang dan tidak bekerja," jelasnya saat menjawab pertanyaan Tribun Jateng.
Mahasiswa lulusan SMAN 1 Lamongan itu menceritakan awalnya dia pesimis bisa melanjutkan ke jenjang perkuliahan hingga akhirnya dia mendapat informasi dari guru BK tentang apa itu beasiswa bidikmisi.
"Dari situ saya optimis dan langsung melengkapi berkas persyaratan, dan langsung memilih kedokteran karena saya paling suka dengan pelajaran Biologi," jelas peraih nilai 100 di mapel Biologi tersebut.
Impiannya menjadi Dokter juga untuk membantu sesama warga yang kurang beruntung dalam hal Ekonomi untuk mendapat pelayanan kesehatan yang prima.
Kemandirian Chen meski tak memiliki sepasang tangan. (Shanghaiist)
Liputan6.com, Chongqing - Seorang petani berusia 48 tahun dari Tongxin, Chongqing, yang bernama Chen Xingyin, kehilangan tangannya dalam kecelakaan listrik di usia 7 tahun.
Meski demikian, Chen berhasil melakukan yang terbaik untuk mengurus dirinya sendiri. Dia bisa melakukan pekerjaannya dengan baik sebagai petani. Bahkan, sanggup memasak dan memberi makan lebih dari 20 ekor kambing peliharaannya setiap pukul 3 sore.
Chen menggembala hewan di ladang. (Shanghaiist)
Chen adalah putra bungsu dari 6 bersaudara. Sejak 2014 dia mengurus sang ibu yang berusia 88 tahun. Orangtuanya itu menderita penyakit bronkitis sejak lima tahun lalu, dan kondisinya semakin menurun setehun silam.
Dia memasak makanan tiga kali sehari dan membantu menyuapinya makan. Dia sangat peduli dengan sang ibu yang hanya bisa terbaring di tempat tidurnya.
Chen menyuapi makan sang ibu. (Shanghaiist)
Kemandirian dan pengabdian Chen ini menjadi insipirasi bagi orang banyak.
"Meskipun dia tidak memiliki tangan, tapi ia dapat bekerja lebih baik daripada kebanyakan orang," kata salah satu penduduk di tempat tinggalnya, dikutip dari Shanghaiist, Senin (24/8/2015).
Selama bertahun-tahun, Chen belajar untuk menggunakan kakinya untuk mencuci, memotong dan memasak makanan. Sekarang, hampir tidak ada tugas yang terlalu sulit untuk dilakukannya.
Kegiatan sehari-hari Chen meski tak memiliiki tangan tapi bisa mengerjakan semua hal sendiri. (Shanghaiist)
Cerita luar biasa ini menyentuh banyak hati para netizen.
"Dalam beberapa hal, kakinya terlihat lebih berguna daripada tanganku. Yang paling aku hormati adalah usahanya untuk bekerja keras agar membuat hidupnya sendiri lebih baik, tanpa mengandalkan bantuan dari orang lain," komentar salah satu netizen.
"Aku merasa ingin menangis ketika melihat foto dirinya memberi makan ibunya," tambah dia
"Orang-orang seperti dia layak mendapat perhatian lebih dan patut menjadi contoh. Semoga ia hidup bahagia," ungkap netizen lainnya.