Feature news

Tampilkan postingan dengan label pengusaha sukses. Tampilkan semua postingan

Doktrin Bob Sadino, orang goblok lebih sukses dari yang pintar



Karena goblok, orang menjadi sulit mendapat pekerjaan dan dia terpaksa membangun usahanya sendiri.
Saat bisnisnya berkembang, dia mempekerjakan orang pintar.

- Bambang Mustari Sadino
Merdeka.com - Nama Bob Sadino sudah tidak asing lagi di Indonesia.
Tidak hanya di kalangan pengusaha, tapi juga di kelompok anak muda yang terinspirasi kisah suksesnya menjadi pengusaha.

Bob Sadino tidak hanya dikenal karena ciri khas celana pendek dan penampilannya yang jauh dari kesan pengusaha sukses,
 tapi juga doktrin-doktrinnya yang menginspirasi pengusaha muda serta wiraswata.

Doktrin Bob Sadino soal orang goblok yang menjadi sukses dan mempekerjakan orang-orang pintar, menyebar luas.
Menurut Bob Sadino, goblok adalah sikap dasar kalau mau belajar menjadi seorang pengusaha dan wiraswasta.
 Orang goblok juga bisa menjadi sukses.

Menurut Om Bob, karena goblok, orang menjadi sulit mendapat pekerjaan dan dia terpaksa membangun usahanya sendiri.
Saat bisnisnya berkembang, dia mempekerjakan orang pintar.

Doktrin lain, masih soal orang goblok dan orang pintar, Om Bob menyebut orang pintar kebanyakan ide dan
akhirnya tidak ada satu pun yang jadi kenyataan. Orang goblok cuma punya satu ide dan itu jadi kenyataan.
Dia juga pernah menyebut orang goblok sukses karena dia tidak banyak berpikir, yang penting terus melangkah.
Sedangkan orang pintar kebanyakan mikir, akibatnya tidak pernah melangkah.

Topik pilihan: Kisah Inspiratif | Inspirasi Wirausaha

Doktrin dan pemikiran sederhana Om Bob soal membangun kesuksesan tanpa bermodal kepandaian, terbukti
menginspirasi banyak pengusaha muda. Hal itu diamini CEO Saratoga Grup Sandiaga Uno.

"Just do it. Nyemplung dan langsung berenang," kata Sandiaga saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (19/1).

Sandiaga punya pengalaman berkesan dan membekas dengan om Bob dan pemikirannya yang sederhana itu.
Dia menceritakan, saat itu dia bersama-sama dengan Bob Sadino berkeliling dan menjadi pembicara
di depan mahasiswa di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Sandiaga diledek Bob Sadino karena terlalu banyak mikir.
 Padahal, kata Om Bob, untuk menjadi seorang pengusaha tidak perlu banyak berpikir.

"Om Bob bilang, jadi pengusaha jangan terlalu banyak mikir dan analisa kayak Sandi (sandiaga Uno).
Kalau Om Bob pakai analisa tidak akan jadi Kemchick," kenang Sandiaga.

Menurutnya, dengan pemikiran sederhana Om Bob soal kesuksesan menjadi pengusaha dengan
tidak banyak berpikir dan analisa, menginspirasi pengusaha-pengusaha muda.
"Akhirnya kita terpacu untuk cepat mengambil keputusan," tambah Sandiaga.




sumber
http://www.merdeka.com/uang/doktrin-bob-sadino-orang-goblok-lebih-sukses-dari-yang-pintar.html

Continue Reading »

Petuah-petuah 'gila' warisan Bob Sadino



Merdeka.com - Pengusaha Bambang Mustari Sadino alias Bob Sadino tutup usia pada 19 Januari 2015.
Pria kelahiran Lampung, 9 Maret 1939 itu sudah dua pekan dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah,
Jakarta Selatan, akibat komplikasi penyakit.

Om Bob pun meninggalkan dua putri dan empat cucu. Semasa hidupnya,
banyak kisah dan prestasi ditorehkan oleh pengusaha satu ini.
Jenazahnya saat ini disemayamkan di rumah duka di Jalan P&K Nomor 2121,
Pondok Cabe, Cirendeu Lebak Bulus, dan bakal dikuburkan besok siang.

Bob Sadino dikenal sebagai pengusaha nyentrik. Bukan hanya dari segi busana,
yang kemana-mana selalu tak bisa lepas dari celana pendeknya.
Tetapi juga wejangan dan petuah liar soal motivasi bergelut di dalam bisnis.
Bahkan lantaran pemikirannya itu, banyak orang mencap Bob tidak waras.

Berikut ini adalah kumpulan pesan-pesan dan nasihat Om Bob buat menyemangati orang-orang supaya memulai berusaha,
dan meneguhkan niat para pengusaha supaya tak mudah menyerah.

"Jangan terlalu banyak ide": Orang pintar biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide,
sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang bodoh mungkin hanya punya satu ide dan
satu itulah yang menjadi pilihan usahanya.

"Miskin keberanian untuk memulai": Orang bodoh biasanya lebih berani dibanding orang pintar, kenapa ?
Karena orang bodoh sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya,
orang pintar telalu banyak pertimbangan.

"Ilmu tidak terbatas": Ilmu memang berserakan dimana-mana diseluruh muka bumi ini,
jauh lebih banyak dibanding yang ada dalam gedung sekolah atau kampus.
Bahkan seekor ayam pun bisa memberikan ilmu [dan inspirasi] yang sangat berharga

"Mempekerjakan, bukan melamar pekerjaan": Orang bodoh sulit mendapat pekerjaan sehingga
dia terpaksa buka usaha sendiri. Dalam perjalanan bisnisnya agar semakin sukses dia harus merekrut orang pintar.
Alhasil orang bodoh tadi jadi bosnya orang-orang pintar.

"Jika ingin bahagia, jangan jadi karyawan."

"Bisnis Itu Hanya Modal Dengkul. Bahkan jika Anda tidak punya dengkul, pinjam dengkul orang lain."

"Setinggi-tingginya gaji, Anda tetap karyawan. Sekecil-kecilnya usaha, Anda adalah bosnya."




sumber
http://www.merdeka.com/peristiwa/petuah-petuah-gila-warisan-bob-sadino.html

Continue Reading »

Elang Gumilang , Mahasiswa hingga Pengusaha Sukses

.
Elang Gumilang, Perumahan Rakyat Sehat Indonesia



Jika pengusaha lain memilih membangun perumahan mewah, tidak untuk pengusaha satu ini.
Elang Gumilang, pemuda kelahiran Bogor, 6 April 1985 ini, melihat orang miskin layak memiliki
perumahan murah tapi juga layak. Tidak hanya menyangkut harga murah, melalui Elang Group,
fokus pada pembangunan perumahan sederhana sehat (RSH).
Berayahkan seorang kontraktor sudah pasti mempengaruhi pilihannya.
Dari bisnis biasa lalu berbisnis properti, tampaknya disinilah jalannya mengikuti jejak sang ayah.

Elang adalah anak pertama dari tiga saudara pasangan H. Enceh (55) dan Hj. Prianti (42).
Dia terlahir dari keluarga yang lumayan berada, yaitu ayahnya yang seorang kontraktor,
sedangkan untuk ibunya, beliau adalah ibu rumah tangga. Sejak kecil Elang kecil diajari bahwa
segala sesuatu dapat diperoleh secara gratis, lebih tepatnya mengajarkan bahwa
segala sesuatu harus ada perjuangan.
Ditambah lagi dengan pemahaman tentang agama bahwa sesungguhnya
rejeki datangnya dari Allah SWT, dia diajari untuk yakin akan do'a dan usaha.

Ketika duduk di bangkus sekolah dasar, dia dikenal sebagai anak yang pandai.
Di sekolah dasar Pengadilan 4 Bogor, Elang kecil sering mengikuti berbagai perlombaan.
Bahkan pernah mengalahkan anak SMP untuk perlombaan cerdas cermat.
Karena kepintarannya ia menjadi murid kesayangan guru- gurunya.
Di SMP, ia diterima di sekolah terfavorit di Bogor, dan selalu ranking satu.
Pemuda kelahiran 6 April 1985 ini mengaku kesuksesan yang didapatnya bukan lah instan.

"Butuh proses dan kesabaran untuk mendapatkan semua ini,
tidak ada sesuatu yang bisa dicapai secara instan," tegasnya.
Jiwa wirausaha Elang mulai bergelora ketika memasuki kelas 3 SMA.
Dia bertekat untuk mandiri, membiayai kuliahnya sendiri dan tak tergantung kepada orang tuanya.
Ia memiliki target mendapat uang 10 juta dari usahanya untuk biaya kuliah nanti. Berjualan donat.
Akhirnya tanpa sepengetahuan orang tua, ia memulai bisnis kecil- kecilan berjualan donat keliling.

Setiap hari ia mengambil 10 boks donat masing-masing berisi 12 buah dari pabrik donat untuk kemudian
dijajakan ke Sekolah Dasar di Bogor. Ternyata lumayan juga hasilnya. Dari hasil jualannya ini,
setiap hari Elang bisa meraup keuntungan sekitar Rp.50 ribu. Setelah beberapa bulan,
rupanya kegiatan sembunyi-sembunya ini akhirnya tercium juga oleh kedua orang tuanya.

"Karena sudah dekat UAN, orang tua menyuruh saya untuk berhenti berjualan donat.
Mereka khawatir kalau kegiatan saya ini mengganggu ujian akhir," jelas pria yang
pernah menang lomba bahasa sunda tahun 2000 se- kabupaten Bogor ini.

Dilarang berjualan donat. Elang justru tertantang untuk mencari uang dengan cara lain
yang tidak mengganggu sekolahnya. Suatu ketika di tahun 2003,
ketika Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB mengadakan lomba Java Economic Competion se-Jawa,
Elang mengikuti lomba tersebut dan menang. Begitu pula saat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI)
menyelenggarakan kompetisi Ekonomi, Elang berhasil menjadi juara ke-tiga.
Hadiah uang yang diperoleh dari setiap perlombaan ia gunakan sebagai modal kuliah.

Selepas lulus SMA, Elang memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi IPB.
Dia masuk tanpa mengikuti tes SPMB sebagaimana calon mahasiswa baru yang akan
masuk perguruan tinggi negeri. Ini semua berkat pengalaman mengikuti lomba- lomba tersebut diatas,
terutama lomba yang diselenggarakan oleh IPB sendiri. Swaktu awal masuk kuliah,
Elang mendapat musibah hingga  Rp.10 jutanya tinggal Rp 1 juta.
Namun Elang enggan memberitahu apa musibah yang dialaminya kepada kedua orang tuanya,
padahal rencananya itu akan menjadi modal usaha.

Meski sekarang modalnya hanya 1 juta, Elang mengaku tetap semangat untuk berusaha.
Uang modal 1 juta tersebut dibelikannya sepatu lalu dijual di Asrama Mahasiswa ITB.
Uang Rp.1 juta, dalam tempo satu bulan, telah berubah menjadi Rp.3 jutaan.
Tapi setelah berjalan beberapa tahun, orang yang menyuplai sepatunya entah kenapa mulai menguranginya
kualitas sepatunya. Satu- per- satu pelanggan pergi, tak mau lagi membeli sepatu Elang. Sejak itu,
ia memutuskan untuk tidak lagi berjualan sepatu lagi.

Bisnis Elang
Setelah tidak lagi berbisnis sepatu, dia justru kebingungan mencari bisnis apalagi.
Pada awalnya, dengan sisa modal uang bisnis sepatu, rencanaya akan digunakan untuk bisnis ayam potong.
Tapi, ketika akan terjun ke bisnis ayam potong,
Elang justru melihat peluang bisnis pengadaan lampu di kampusnya.
"Peluang bisnis lampu ini berawal ketika saya melihat banyak lampu di IPB yang redup.
Saya fikir ini adalah peluang bisnis yang menggiurkan," jelasnya.

Karena tak punya modal berlebih, ia menerapkan strategi Ario Winarsis, atau bisnis tanpa modal.
Arti Ario Winarsis sendiri adalah seorang pemuda miskin dari Amerika Latin.
Awalanya dia (Ario Winarsis) yang mengetahui ada seorang pengusaha tembakau yang kaya raya di Amerika,
setiap hari ketika pengusaha itu keluar rumah, dia selalu melambaikan tangan ke pengusaha itu.
Pada awalnya pengusaha itu tidak memperdulikan si Ario ini.

Tapi karena ia selalu melambaikan tangan setiap hari, pengusaha tembakau itu menemuinya dan mengatakan,
"Hai pemuda, kenapa kamu selalu melambaikan tangan setiap saya ke luar rumah?".
Pemuda miskin itu lalu menjawab, "Saya punya tembakau kualitas bagus.
Bapak tidak usah membayar dulu, yang penting saya dapat PO dulu dari Bapak.
" Pengusaha kaya itu lantas membuatkan tanda tangan dan stempel untuk pemuda itu.

Bermodal cuma satu stempel dan tanda tangan, pemuda tersebut lantas pulang dan
mengumpulkan hasil tembakau di kampungnya untuk di jual ke si pengusaha kaya raya itu.
Maka, jadilah pemuda itu orang kaya raya tanpa modal uang. Elang Gumilang, bermodal surat dari kampus,
mencoba melobi perusahaan lampu Philips pusat untuk menyetok lampu.
Dan, "Alhamdulillah proposal saya gol, dan setiap penjualan saya mendapat keuntungan Rp 15 juta,” ucapnya bangga.

Karena bisnis lampu ini bersifat musiman jadilah perputaran uang tidak teratur.
Suatu ketika ada celah untuk dibisnis minyak goreng, caranya: setiap pagi sebelum kuliah,
Elang akan membersihkan puluhan jerigen, kemudian diisi minyak goreng curah, dan
dikirim ke warung-warung Pasar Anyar, serta Cimanggu, Bogor.
Setelah selesai mengirim minyak, barulah ia pergi ke kampus.
Sepulang kuliah, dia kembali untuk mengambil jerigen-jerigen di warung untuk diisi kembali esoknya.

Namun bisnis ini tidak berjalan baik terutama karena mengganggu kuliahnya.
Bisnis minyak goreng yang membutuhkan 80% otot membuatnya kelelahan.
Tak mau melanjutkan bisnis semacam ini, ia pun bergegas mencari jalan keluar.
Kali ini Elang menggunakan otak mencoba mencari- cari cara dari orang lain.
Elang segara berkonsultasi ke beberapa para pengusaha dan dosennya meminta sedikit wejangan.
Dari hasil konsultasi, ia mendapat pencerahan bahwa berbisnis tidak harus selalu memakai otot, dan
banyak jalan untuk berbisnis dengan otak.

Salah satu bisnis yang disarankan ialah membuka bisnis lembaga bahasa Inggris.
Bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi tentunya, bisnis lembaga bahasa Inggris sangat lah diperlukan.
"Bisnis bahasa Inggris ini sangat prospektif apalagi di kampus,
karena ke depan dunia semakin global dan mau tidak mau kita dituntut untuk bisa bahasa Inggris," jelasnya.
 Adapun modal, Elang memilih untuk berpatungan dengan kawan-kawannya.

Sebenarnya ia bisa membiayai usaha itu sendiri, tapi karena pegalaman saat jualan minyak,
ia memutuskan untuk mengajak teman-temannya. Karena lembaga kursusnyanya ditangani secara profesional dengan
tenaga pengajar dari lulusan luar negeri, pihak Fakultas Ekonomi mempercayakan lembaganya itu menjadi mitra.
Karena di bisnis lembaga bahasa Inggris Elang tidak terlibat langsung dan hanya mengawasi saja,
ia manfaatkan waktu luangnya untuk bekerja sebagai marketing perumahan.

"Saya di marketing tidak mendapat gaji bulanan, saya hanya mendapatkan komisi setiap mendapat konsumen," ujarnya.
 Setelah berbisnis lembaga asing, Elang masih mencari- cari bisnis apa lagi yang bisa dijalankan dengan otak bukan otot.

Perumahan rakyat
Ada ketidak tenangan dalam langkah seorang Elang Gumilang atas bisnis- bisnisnya.
Padahal jika dilihat ia telah berusaha maksimal tapi hasilnya selalu kegagalan demi kegagalan.
Sesuatu dirasakan salah hingga hati membawanya kembali kepada Tuhan, Allah SWT.
Ia merenung selama ini, disepanjang jalan bisnisnya, tidak ada rasa syukur terucap.
Setelah pengalaman itu ia selalu bersyukur jika menemukan kemudahan atas usaha,
dan tak lagi berhenti berdoa ketika mencari jalan di saat kesusahan.

Mau bisnis apalagi? Elang mulai shalat istikharah minta ditunjukkan jalan bisnisnya.
"Setelah shalat istikharah, dalam tidur saya bermimpi melihat sebuah bangunan yang sangat megah dan
indah di Manhattan City, lalu saya bertanya kepada orang, siapa sih yang membuat bangunan megah ini?
 Lalu orang itu menjawab singkat, "Bukannya kamu yang membuat?" Setelah itu Elang terbangun dan
merenungi maksud mimpi tersebut. "Saya pun kemudian memberanikan diri untuk masuk ke dunia properti," ujarnya.

Pengalaman di dunia marketing cukup membantunya terutama menjadi marketing perumahan.
Inilah jalannya masuk ke dunia properti. Awal tahun 2005, ia masih menjadi mahasiswa IPB,
dibelilah sepetak tanah untuk rumah pertamanya. Modalnya dari patungan bersama
teman-teman semasa SMA nya dan kuliahnya. Rumah sederhana berukuran 22 meter persegi dengan
luas tanah 60 meter persegi itu langsung laku ketika selesai dibangun.

Terbukti orang hanya perlu rumah murah seharga 25 jutaan, harga yang bagi sebagian
kalangan menengah keatas tak akan cukup untuk membeli sebuah tas bermerk namun sangat dibutuhkan oleh
kalangan bawah. Dari sini, pola pikir membangun untuk kalangan bawah muncul,
bisnis properti tidak lagi tentang membangun rumah mewah. Bisnis ini hanya membutuhkan 7 orang untuk
mengurus administrasi hingga pemasaran rumah. Namun lambat laun, bisnisnya ini berakar dan menggeliat hingga tumbuh.

Dari cuma satu unit bertambah hingga tiga unit, bertambah terus hingga mencapai 200 an rumah dibangunnya.
Elang pun mulai percaya diri, mengikuti berbagai tender untuk membangun properti.
Tender pertama yang sukses ia menangi Rp 162 juta di Jakarta yaitu membangun sebuah Sekolah Dasar di daerah Jakarta Barat.
Sukses menangani sekolah membuat Elang percaya diri untuk mengikuti tender-tender yang lebih besar.
Ia kemudian mendapatkan tender untuk membangun perumahan.

Prinsip bisnisnya menarik jika kebanyakan kontraktor memilih perumahan mewah ,
tidak untuk seorang Elang Gumilang. Prinsipnya di Indonesia ada 70 juta rakyat yang masih belum memiliki rumah.
Apalagi rumah juga merupakan kebutuhan yang sangat primer. "Banyak orang di Indonesia terutama
yang tinggal di kota belum punya rumah, padahal mereka sudah berumur 60 tahun,
biasanya kendala mereka karena DP yang kemahalan, cicilan kemahalan,
jadi sampai sekarang mereka belum berani untuk memiliki rumah," jelasnya lagi.

Bagi Elang sendiri,
kalau mau kenal orang maka kenalilah 10 orang terkaya di Indonesia dan juga kenal 10 orang termiskin di Indonesia.
Mengenal keduanya akan membuat anda rela melakukan sesuatu untuk mereka yang miskin.
Jadi jika kamu mau mengenal lebih banyak orang miskin yang kemudian kaya;
anda akan bersemangat, bersyukur, dan tetaplah be humble (sederhana)"

Biodata
Nama : Elang Gumilang
Kelahiran : Bogor, 06 April 1985
Pendidikan : S1  Fakultas Ekonomi dan Manajemen,  IPB.
Jabatan : CEO Elang Group
Website: elanggroup.co.id

Penghargaan :
1. Pemenang I Wirausaha Muda Mandiri (2007)
2. Top Youth Entrepreneur versi Warta Ekonomi ( 2008)
3. Man of the Year 2008 versi Group Jawa Pos
4. Pemuda Pilihan 2008 Versi TV One
5. Juara Lelaki Sejati Pengobar Inpirasi 2009 versi Bentoel
6. Tokoh Pilihan Majalah Tempo (2009)
7 Penghargaan Ernst & Young Indonesian Entrepreneur Of The Year 2010
8. Pemuda Andalan Nusantara (2010)

Kiat Sukses :
1. Memilih usaha yang kita kuasai terlebih dulu.
2. Niat pelayanan. Setelah kita memberikan pelayanan yang baik, profit nantinya akan mengikuti.
3. Berusaha dengan baik.  Usaha yang dilakukan harus benar, baik dari cara strategi pemasarannya,
promosi, menjalankan usaha dan sebagainya.
4. Antara niat dan usaha harus jalan beriringan.

Dari bisnis donat  sampai real estate
Jiwa kewirausahaan  sulung  dari tiga bersaudara pasangan H. Misbach dan Hj. Priyanti ini,
tidak didapat secara instan tapi  merupakan buah dari pergulatan hidupnya, berikut garis besar perjalanan bisnisnya:

1. Saat bersekolah di SMAN 1 Bogor, setiap hari berkeliling menjual 10 boks donat
(satu boks isi 12 donat) ke beberapa SD.  Keuntungannya Rp 50.000./hari
2. Tahun 2003 menang kompetisi ekonomi di IPB dan UI. Sambil  kuliah berjualan sepatu ke asrama-asrama mahasiswa IPB.
Omzet Rp 3 juta/bulan. Namun usaha itu tidak berlangsung lama.
Kualitas sepatu yang dijualnya menurun, mengakibatkan pesanan merosot.
3. Bermodal  surat dari kampus, mengajukan proposal ke  Philips untuk menyuplai  lampu ke kampusnya.
Setiap penjualan lampu, Elang untung Rp 15 juta. Namun karena sifatnya insidental dan perputaran uangnya lambat, ia tidak meneruskan usaha ini.
4. Berikutnya mencoba berjualan minyak goreng.
Namun lantaran kecapean setiap pagi  harus mengantar minyak goreng ke warung-warung, kuliahnya terganggu.
5. Merintis usaha kursus bahasa Inggris English Avenue, di kampusnya dengan modal Rp 21 juta hasil patungan bersama teman-temannya.
Ia tidak turun langsung, hanya mengawasi saja.
6. Bekerja sebagai sales marketing perumahan dengan sistem  komisi dari setiap rumah yang terjual.
Pengalaman sebagai  marketing perumahan inilah yang mengantarnya menjadi pengusaha sukses di bidang properti seperti sekarang ini.


Sumber: Csr.bankmandiri.co.id, Greensand.wordpress.com
Posted in Cerita inspirasi, Investor, Pengusaha Indonesia, Pengusaha muda
http://www.pengusaha.us/2014/06/elang-gumilang-perumahan-rakyat-sehat.html



Continue Reading »

Elang Gumilang Raih Sukses di Usia Muda , Mahasiswa dan Pengusaha Sukses

.
Menjadi pengusaha sukses dan memimpin perusahaan dengan berpenghasilan besar tidak harus menunggu tua,
namun bisa memulai dari umur yang sangat belia. Setidaknya ini bukanlah mimpi tapi kenyataan.
Pasalnya sudah banyak cerita menggambarkan pengusaha muda sukses yang mengawali usahanya dari awal dan
salah satunya Elang Gumilang, CEO PT Dwikarsa Semestaguna, pengusaha muda yang sukses di bidang properti.





Kisah sukses pemuda seperti Elang diIndonesia masih langkah dan mungkin hanya seribu satu,
 karena walaupun masih berstatus mahasiswa dirinya sudah memimpin sebuah perusahaan dengan omzet bermiliaran.

Di saat mahasiswa lainnya disibukkan dengan pergulatan kuliah untuk menggapai masa depan yang lebih baik,
Elang sudah mendapatkannya. Pemuda kelahiran Bogor 23 tahun lalu sudah mempunyai masa depan yang baik dengan
sukses membuka lapangan kerja dan memperkerjakan ratusan orang berkat kegigihannya untuk berwirausaha yang
sudah terasah sejak di bangku SMA.

Menurut Elang, kesuksesan yang diraihnya saat ini bukanlah datang begitu saja. Tapi usaha dengan kerja keras,
karena sesuatu tidak didapatkan dengan gratis. Pesan tersebut yang selalu diajarkan kedua orang tuanya.

Semangat bisnisnya sudah terlihat sejak kecil dan bahkan naluri beriwarusahanya sangat tajam dalam
melihat peluang usaha. Tak ayal dirinya sempat merasai berbagai macam pekerjaan, mulai dari berdagang donat,
menjadi tukang minyak goreng, jualan bolham hingga terakhir menjadi developer properti untuk
pembangunan rumah sangat sederhana. Dikatakannya, bisnisnya di bidang properti diawali sebagai marketing perumahan.

Berkat pengalaman sebagai marketing perumahan yang dinilai cukup,
telah membuatnya mempunyai pengetahuan di dunia properti. Sejak saat itu,
diapun memberanikan diri ikuttender dalam properti. Kesuksesan yang didapatkannya waktu itu
 menang dalam tender pembangunan sekolah dasar di Jakarta Barat senilai Rp 162 juta.

Kemudian, ambisinya yang ingin terus maju membawanya membangun rumah sangat sederhanya bagi rakyat kecil.
 Pasalnya saat ini bisnis properti kebanyakan ditujukan hanya untuk kalangan berduit saja.

Dengan modal patungan Rp 340 juta, pada tahun 2007 Elang mulai membangun rumah sehat sederhana (RSS) yang
difokuskan untuk si miskin berpenghasilan rendah. Dari penjualan rumah yang sedikit demi sedikit itu.
Modalnya Elang putar kembali untuk membebaskan lahan di sekitarnya.
Rumah bercat kuning pun satu demi satu mulai berdiri.

Elang membangun rumah dengan berbagai tipe, mulai tipe 22/60 dan juga tipe 36/72.
Rumah-rumah yang berdiri di atas lahan 60 meter persegi tersebut ditawarkan hanya
seharga Rp 25 juta dan Rp 37 juta per unitnya.

Berbisnis tidak selamanya berjalan lurus dan pasti ada gelombangnya, terlebih sektor properti.
Kekurangan modal dan memaksanya memeras otak mencari jalan keluar.
Namun hal tersebut disiasatinya dengan mencari penyandang dana dengan sistem bagi hasil.
"Kebetulan latar pendidikan saya dari ekonomi, sedikit-sedikit tahu jurusnya," katanya.

Meskipun demikian, dia tetap mempertahankan komposisi kepemilikan sebesar 40 persen.

Naiknya harga bahan baku membuatnya perlu melakukan penyesuaian-penyesuaian dan
termasuk dengan kondisi krisis ekonomi global saat ini.
Bila dahulu Elang melepas satu unit rumah sederhana seharga Rp 23 juta per unit,
sekarang rencana anggaran biaya (RAB) mencapai Rp 33 juta per unit.
Dengan jumlah itu baru bisa menutupi biaya produksi sekaligus memberi keuntungan.


(bn/dari berbagai sumber)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/perdagangan/elang-gumilang-meraih-sukses-di-usia-

http://www.elanggroup.co.id/mengenal-lebih-dekat-sosok-elang-gumilang/





Continue Reading »

10 CEO Terbaik di Dunia Versi Baron

 

10 CEO Terbaik di Dunia Versi Baron


Liputan6.com, New York : Imbal hasil pemegang saham merupakan kriteria utama yang dimasukkan dalam daftar tahunan Chief Executive Officer (CEO) terbaik di dunia versi Majalah Baron asal Amerika Serikat (AS) ini.

Selain itu, dasar pemilihan juga berdasarkan kriteria pemimpin yang inovatif dan cerdas mengatur finansial serta dapat memotivasi karyawan dan mengembangkan produk yang beresonansi dengan pelanggan.
Mereka bisa menerjemahkan itu ke dalam pertumbuhan laba yang konsisten dan keuntungan kepada pemegang saham, sebagai nilai tambah. Para CEO itu berasal dari AS, Eropa, dan Asia.
Pihak Baron mengatakan, "Kami tidak bergantung pada setiap rumus untuk menyusun daftar ini. Ini didasarkan pada pandangan wartawan Barron dan editornya, dan mencerminkan pandangan dari investor, analis, dan eksekutif industri," penjelasan Baron.

Berikut 10 CEO terbaik versi majalah Baron, seperti dilansir laman resminya, Kamis (28/3/2013):


1. Bernard Arnault



LVMH Moet Hennessy Louis Vuitton, CEO sejak 1989
Alasan pemilihan sebagai CEO terbaik: Raja kemewahan yang terus menaikkan status masyarakat dunia  
Louis Vuitton kini terkenal sebagai merek tas ternama. Arnault menjadi pengontrol 46,5% saham di LVMH. Sebagai CEO, dia pun berencana memperlambat pertumbuhan toko baru LV untuk menghindari penurunan eksklusivitas mereknya.
Ini adalah ciri khas Arnault untuk membuat mereknya meraup keuntungan jangka pendek. Di masa lalu seperempat abad lalu, dia berhasil membangun kerajaan barang mewah senilai US$ 86 miliar yang terus menumpuk keuntungan.
Produk kulit Louis Vuitton dan anggur Hennessy Moët menyumbang 75% ke pendapatan perusahaan. Dia pun menambahkan label lain seperti Bulgari ke dalam usahanya.  
Seorang miliarder dermawan yang suka musik klasik dan seni modern, Arnault baru-baru ini memicu ketegangan dengan mencari kewarganegaraan Belgia setelah pemerintah Sosialis Perancis mencoba menaikkan tarif pajak penghasilan hingga 75%.


2. Jeff Bezos



Amazon.com, CEO sejak 1994
Alasan pemilihan sebagai CEO terbaik: Mampu mengubah cara masyarakat dunia tentang berbelanja dan membaca via online.  
Bezos termasuk dalam klub eksklusif, bersama dengan Steve Jobs dari Apple, Larry Page dan Sergey Brin dari Google karena ia menciptakan salah satu perusahaan yang paling inovatif dalam 20 tahun terakhir.
Sebagai pengecer internet dan pengembang dari Kindle, Amazon telah membantu mengubah cara orang berbelanja dan membaca.
Terobsesi dengan kepuasan pelanggan, Bezos mengembangkan layanan seperti Amazon Prime, memberikan pelanggan pengiriman gratis selama dua hari senilai US$ 79 per tahun. Dia kemudian menambahkan videostreaming tanpa biaya tambahan.
Bezos, 49, adalah seorang pemimpi, dan ia memiliki uang untuk mendanai mimpinya, termasuk perjalanan ruang angkasa berawak senilai US$ 42 juta.
Mungkin tantangan Bezos terbesar ada di depan, yakni kembali membuat banyak uang. Pendapatan Amazon telah jatuh dalam beberapa tahun terakhir karena mengorbankan keuntungan untuk pertumbuhan.


3. Carlos Brito



Anheuser-Busch InBev, CEO sejak tahun 2005
Alasan pemilihan sebagai CEO terbaik: Membangun bisnis bir raksasa
Melalui akuisisi agresif, pemotongan biaya yang efektif dan cerdas membangun merek, Brito, 53, merubah perusahaan bir kecil Brasil menjadi perusahaan bir paling dominan di dunia, dengan nilai pasar US$ 155 miliar. Dia pun mampu membuat bir merek Budweiser menjadi terkemuka di Cina.
Brito terus merasa haus akan usahanya. Setelah membeli Anheuser-Busch sebesar US$55 miliar pada 2008, ia mencoba mengambil alih perusahaan bir terbesar di Meksiko, Grupo Modelo.  
Dia menerapkan budaya kerja yang informal dengan bekerja di meja yang dikelilingi manajer puncaknya. "Orang-orang hebat berada lingkungan terbuka. Orang biasa-biasa saja hanya duduk di balik pintu tertutup," katanya.  
Di sekolah bisnis, dia memiliki  filosofi, "Jika Anda tidak bisa menyenangkan semua orang, senangkan orang yang paling berbakat," katanya.



4. Warren Buffett

Berkshire Hathaway, CEO sejak 1965
Alasan pemilihan sebagai CEO terbaik: Seorang pencipta nilai yang brilian selama hampir 50 tahun.  
Penciptaan Buffett adalah salah satu prestasi besar dalam sejarah bisnis. Investor cukup beruntung karena menikmati kenaikan 8.000 kali lipat harga saham sejak 1965. Berkshire kini merupakan perusahaan terbesar keempat di pasar, dengan kapitalisasi melebihi US$ 250 miliar.
Buffett terus melakukan hal-hal dengan caranya sendiri. Dia membenci pertemuan, dan memberikan kebebasan kepada pengelola Berkshire Hathaway dan anak usahanya. Namun pada umur 82, bakatnya terlihat berkurang.  
Burlington Northern bisa bernilai 50% lebih tinggi dari yang dibayarkan Berkshire pada 2010. Investasi US$ 5 miliar Buffett pada 2011 di Bank of America sudah menghasilkan keuntungan besar.
Ini adalah taruhan terbaik Buffett di 2015 saat ulang tahun ke-50 dirinya sebagai CEO. Itu akan menjadi berita besar bagi investor.


5. Morris Chang



Taiwan Semiconductor, CEO sejak 1987
Alasan pemilihan sebagai CEO terbaik: Membangun perusahaan terbesar di Taiwan, dengan nilai pasar sebesar US$ 88 miliar.  
Chang, 81, adalah jiwa dari efisiensi. Lulusan MIT ini, membangun perusahaan semikonduktor pengecoran pertama pada 1987. Dia membebaskan desainer untuk fokus pada yang lebih kecil, lebih cepat, dan chip yang lebih kompleks, bukan pada produksi.
Terbukti, saat ini Taiwan Semiconductor mengontrol setengah dari kontrak manufaktur chip senilai US$ 39,3 miliar.
Banyak peluang yang ada di depan, seperti smartphone dan tablet-komputer pembuat menciptakan perangkat yang lebih kuat untuk terhubung dengan internet.
Chang berencana untuk menghabiskan US$ 9 miliar tahun ini untuk membuat fabrikasi baru pembuatan chip kecil untuk perangkat mobile.  
Meski tenar, Dekan TaiwangTtechnology ini Sector ini tetap down to earth. Dia mengambil angkutan massal untuk menghindari kemacetan lalu lintas,  terbukti foto dia duduk di kereta itu beredar tahun lalu.


6. Ed Clark



TD Bank Group, CEO sejak tahun 2002
Alasan Pemilihan sebagai CEO terbaik: Kemampuan menghindari risiko membuat TD tetap kuat dan sehat.  
TDBank muncul dari krisis keuangan sebagai salah satu bank terkuat di dunia. Desakan Clark memperketat mortgage terutama menyangkut standar dan fokus kepada pelanggan obsesif telah membuat hasil bagi perusahaan.  
TD menolak mengeluarkan subprime mortgage setelah memasuki pasar AS pada 2005. "Kami memahami risiko," kata Clark, 65. "Kami tidak akan menjadi bank yang meledak setiap lima sampai tujuh tahun."
Cabang banknya buka tujuh hari seminggu dan memperlakukan para deposan dan hewan peliharaan mereka dengan baik.
Clark mengakui TD tidak bisa bersaing dengan Goldman Sachs dan JPMorgan di bidang perbankan investasi AS, dan tidak seperti beberapa bank asing, tidak membuang-buang uang untuk mencoba bisnis lain.
TD mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan Goldman atau JPMorgan, dan pemegang vsaham meraup kenaikan dividen secara berkala.


7. David Cote



 Honeywell, CEO sejak tahun 2002
Alasan pemilihan sebagai CEO terbaik: Mampu memperbaiki mesin Honeywell.  
Honeywell, bisa dikatakan memiliki landasan pacu yang panjang dan ekor kuat. Saham Honeywell terus tercatat membaik. Penjualan perusahaan dan pendapatan yang meningkat, meskipun terjadi pelambanan prospek pertumbuhan dalam ekonomi global.  
Cote, 60, seorang pria yang punya lebih dari 10 ribu lagu di iPod-nya, karena hobi musiknya. Sekarang dia telah menjadi pemain berkuasa di Washington, juga bekerja untuk memperbaiki kesulitan anggaran negara.


8. Jamie Dimon



JPMorgan Chase, CEO sejak 2006
Alasan pemilihan sebagai CEO terbaik: Pemimpin dari bank dunia yang paling penting.  
Sebagai bankir terkemuka di dunia, Dimon adalah pendukung kuat bagi perusahaannya dan industri. Dia mengatakan klien multinasional membutuhkan hal luas dari layanan yang hanya bank-bank global besar dapat sediakan.
JPMorgan Chase muncul dari krisis keuangan karena bank dunia yang paling penting. Sekarang memiliki posisi teratas dalam perbankan konsumer dan korporasi, kartu kredit, investasi perbankan, dan manajemen aset.  
Baru-baru ini, Senat mengkritik penanganan bank ini yang menyebabkan kerugian seniai US$ 6 miliar pada tahun lalu. Dimon, 57, harus bergerak lebih cepat untuk menanggung kerugian, yang ia disebut kesalahan bodoh dan  memalukan secara pribadi.
"JPMorgan mengharapkan bagian US$ 7 dalam beberapa tahun ke depan, naik dari sekitar $ 5 pada 2012.  Itu bisa mengurangi sengatan dari kegagalan yang disebut London Whale Fiasco.


9.Warren East



ARM Holdings, CEO sejak tahun 2001
Alasan pemilihan sebagai CEO terbaik: Mampu menempatkan chip ARM di hampir setiap smartphone.
ARM Holdings mikroprosesor menjalankan hampir semua smartphone di dunia dan banyak perangkat mobile lainnya. Sekarang perusahaan mencari manuver masuk ke server Intel.
Kekuatan kompetitif ARM berutang banyak pada kepemimpinan East yag stabil. Saat ia mundur musim panas ini karena memasuki masa pensiun yang diumumkan pekan lalu, akan meninggalkan perusahaan dalam keadaan panas.
East, 51, merupakan lulusan Oxford, meninggalkan Texas Instruments untuk bergabung dengan ARM pada tahun 1994 untuk mendirikan bisnis konsultasinya.
Dia tidak memiliki kesulitan menikmati hidup meski sibuk: main ski, berlayar, berjalan-jalan, bahkan mampu melakukan maraton di bawah tiga jam, ini sebuah  prestasi besar.
Dia bangga dengan warisan budaya Welsh-nya, dan kemampuan memainkan organ di gereja setempat.


10. Larry Ellison



Oracle, CEO sejak tahun 1977
Alasan pemilihan sebagai CEO terbaik: Pembuat hal menakjubkan, langkah akuisisinya mampu mengangkat laba perusahaan 17% tahun lalu.  
Seperti yang sering dilakukannya, veteran Silicon Valley ini membuat berita besar tahun lalu, dengan membayar sekitar US$ 500 juta untuk  membeli Lanai, pulau keenam terbesar di Hawaii.
Ditindaklanjuti dengan pembelian Pulau Air. Ini adalah ciri khas kesepakatan yang dibuat Ellison selama bertahun-tahun di Oracle, perusahaan software raksasa.
Kesepakatannya telah membantu membuat Oracle menjadi perusahaan yang paling menguntungkan dalam industri perangkat lunak, dengan pendapatan mendekati US$ 10 miliar tahun lalu.
Keberhasilannya merupakan bukti Ellison, 68 yang telah membuat perusahaan tetap kuat selama empat dekade.   Oracle terlambat merangkul cloud computing, salah satu alasan yang membuat pendapatan sempat hilang.
Sekarang Ellison berupaya menebus waktu yang hilang. Hampir semua dari 12 perusahaan yang diakuisisi pada tahun lalu difokuskan pada layanan cloud computing. (Nur)


Sumber
Yahoo




Continue Reading »

Motivator No 1 Indonesia Mr. Andrie Wongso


Andrie Wongso



 Lebih dari 20 tahun, Andrie Wongso berkiprah sebagai pengusaha, sekaligus menjadi seorang motivator handal. Kemauannya untuk berbagi semangat, pengalaman, dan wisdom dengan gaya bahasa yang sederhana namun powerfull kepada orang banyak, membuat publik dan media massa mengukuhkannya sebagai The Best Motivator atau Motivator No.1 Indonesia.



CHAPTER 1

SDTT, TBS



Tapi, siapa yang menduga jika anak kedua dari tiga bersaudara ini, terlahir dari sebuah keluarga miskin di kota Malang, tepatnya pada bulan Desember 1954. Pada usia 11 tahun (kelas 6 SD), Andrie terpaksa harus berhenti bersekolah karena sekolah mandarin tempatnya belajar ditutup. Itulah yang membuatnya punya gelar SDTT alias Sekolah Dasar Tidak Tamat. Sejak saat itu, Andrie melalui masa kecil hingga remajanya dengan membantu orangtua membuat dan menjual kue berkeliling ke toko-toko dan pasar.



Ada sebuah tanda tanya besar yang menggelayut di dadanya, dengan apa nasib ini dapat diubah? Maka, lewat perenungan panjang, Andrie yang kala itu berusia 22 tahun memutuskan untuk mengadu nasib ke Jakarta. Andrie berangkat dengan satu tekad yakni siap menghadapi apapun di depan dengan berani dan penuh kejujuran. Di Jakarta, Andrie memulai kehidupan barunya dengan bekerja sebagai salesman produk sabun hingga menjadi pelayan toko.

 



Kesukaannya bermain kungfu dari kecil dan kemampuannya bergaul dengan semua kalangan membawanya mendirikan perguruan kungfu "Hap Kun Do", yakni sebuah aliran bela diri yang mengutamakan kekuatan, kecepatan, dan fleksibilitas. Dari belajar kungfu inilah, Andrie dapat membentuk sikap mental positif yaitu disiplin, tanggung jawab, pantang menyerah, ulet, dan bersikap ksatria. Dari sini pula bakat mengajar dan memotivasi Andrie terasah.



CHAPTER 2

Menjadi Bintang Film


Saat  film-film  laga  dari  Taiwan merajai  layar  lebar  perfilman  Indonesia, Andrie  yang merasa berwajah oke dan memiliki badan atletis, menyimpan hasrat menjadi seorang bintang film laga. Lewat latihan keras, kegagalan, bangkit lagi, semangat  lagi dan gigih memperjuangkan  tujuan, akhirnya mimpi pun menjadi kenyataan. Surat  lamarannya sebagai bintang film diterima oleh perusahaan Eterna Film Hongkong, dengan kontrak kerja selama 3 tahun.

Tahun 1980, untuk pertama kalinya Andrie ke luar negeri, pertama kali naik pesawat dan untuk pertama kali pula menghadapi kamera. Hidup serasa berada di awang-awang. Tetapi setelah melewati 3 tahun merasakan suka dukanya bermain film di Taiwan, Andrie tahu, dunia film bukanlah dunianya.

Sepulangnya ke Indonesia, dia pun memutuskan tidak akan memperpanjang kontraknya. Banyak orang menyatakan Andrie gagal karena  tidak ada satu film pun yang diwakilinya sebagai bintang utama! Tetapi Andrie merasa dirinya sukses. Sukses secara mental dalam memperjuangkan impian menjadi kenyataan. Keyakinan itu menjadi bekal pemikiran bahwa suatu hari, bila bertemu dengan bisnis yang cocok dengan jiwa dan kemampuannya, dengan semangat juang yang sama, pasti sukses bisa diraih!


CHAPTER 3

Karir & Keluarga

 



Menandai setiap peristiwa yang telah dilalui, Andrie gemar menuangkannya dalam bentuk kata-kata mutiara di buku hariannya. Saat salah seorang teman kos mencontek kata-kata yang dibuatnya, dari situlah muncul ide untuk membuat kartu ucapan yang penuh dengan kata-kata mutiara. Selain untuk memotivasi diri sendiri, kata-kata mutiara dalam kartu tersebut juga bertujuan untuk membantu memotivasi orang lain. Dibantu oleh sang kekasih, Haryanti Lenny (yang sekarang menjadi istri), dimulailah bisnis pembuatan kartu ucapan "HARVEST" . Bisnis inilah yang di kemudian hari, mengukuhkan Andrie sebagai raja kartu ucapan. Dalam sejarahnya, "HARVEST" pernah digandrungi kawula muda seantero nusantara bahkan hingga ke mancanegara.



Dari sini, usaha lainnya berkembang. Andrie mulai merambah ke bidang hologram, perusahaan mainan, dan pengelola beberapa foodcourt. Kemudian, untuk menaungi bidang pendidikan dan kepelatihan, Andrie mendirikan AW Motivation Training dan AW Publishing, Multimedia, serta membuka beberapa outlet AW Success Shop, yaitu toko pertama di Indonesia yang khusus menjual produk-produk motivasi.

 



Kini Andrie bersama isteri, Lenny Wongso, SH , serta tiga orang anaknya yaitu Vicky, Vendy, dan Valdy telah merasakan buah dari perjuangan masa lalunya. Kecintaannya pada keluarga dan keinginannya berbagi pengalaman hidup kini mengatarkannya menjadi sang pembelajar sejati, sehingga mengantarkannya menjadi motivator bagi siapa saja.

 

Sumber
http://www.andriewongso.com/aw_profile/


Continue Reading »

Cerita Tentang Biksu seorang Supir Taksi


Cerita Tentang Seorang Supir Taksi


Ada cerita
ada seseorang
mencapai penerangan sempurna
setelah mencapai penerangan sempurna
seorang biksu ini langsung melamar jadi supir taksi
hei...,,, ini apa-apa an,
kok sdh mencapai penerangan sempurna
malah jadi supir taksi ?
Karena ilmu saya tidak dibutuhkan di sini
ilmu saya dibutuhkan di jalan2 kota besar
yang penuh sesak,
ada ibu2 yang pusing dengan masalahnya
ada jg bapak2 yang stres dengan cobaan hidupnya
Saya membagikan ilmu saya kepada orang-orang
kepada mereka dijalan kota yang sesak ini,
Cerita ini saya dengar ,tp saya belum tahu 100%
kebenarannya,
Yang pasti i know,

" Ilmu harus dikejar dengan keras
tapi penerapannya dilakukan dengan rendah hati."
semoga saya bisa dan we all can
saddhu....
saddhu...
saddhu...
Continue Reading »

Motivasi, Puluhan Motivator Malaysia Kunjungi Andrie Wongso ( Peristiwa Luar Biasa)


Peristiwa Luar Biasa
Puluhan Motivator Malaysia Kunjungi Andrie Wongso
Penulis : Tim AndrieWongso
Senin, 30 April 2012




Sebanyak 20-an pembicara Malaysia yang tergabung dalam Malaysia Speakers Association (MSA) mengunjungi Indonesia. Di Jakarta mereka mengunjungi Motivator No. 1 Indonesia Andrie Wongso di kantor Andrie Wongso Motivation Institute, APL Office Tower Central Park - Jakarta. "Pak Andrie Wongso berpengalaman 20-an tahun sebagai motivator," ujar Mr. Gan Ah Seng, pimpinan rombongan itu yang juga Presiden MSA, memberi alasan kenapa mereka mengunjungi Sang Pembelajar. Selain dari itu, menurutnya, Andrie Wongso juga punya peran tersendiri baginya karena ikut memberi inspirasi bagi perkembangan kariernya. Antara ia dan Andrie Wongso memang sudah bersahabat sejak puluhan tahun lalu ketika sama-sama mendirikan sebuah perusahaan MLM di Indonesia. Menurut Gan Ah Seng, salah satu hal yang melekat pada dirinya dari sosok Andrie Wongso adalah filosofinya, yaitu "Success is My Right" yang begitu dalam maknanya.
Saat ini Mr. Gan dikenal sebagai guru motivasi di Malaysia yang berpengalaman sebagai pembicara dan juga trainer motivasional. Ia tak hanya menjadi pembicara di Malaysia tetapi juga hingga merambah ke berbagai negara di dunia. "Banyak pembicara (speaker) dari Malaysia yang sudah memberikan ceramahnya di luar Malaysia. Saya sendiri sudah menjadi pembicara di Guangzaou (China), Taiwan, dan bahkan ke Nigeria," ujarnya pada pertemuan yang penuh persahabatan antara rombongan speaker dari MSA, Andrie Wongso, dan sejumlah tokoh bisnis nasional dari Indonesia yang diundang Sang Motivator.
Dalam rangka memperluas jangkauan ini MSA mengunjungi berbagai kota besar di dunia. Pada tahun 2010, sejumlah anggota MSA bersama-sama melakukan kunjungan ke kota Guangzhou, Guangdong, China. Kota ini merupakan salah satu kota di mana banyak anggota MSA memberikan ceramahnya di sana. Tahun 2011 giliran Taiwan yang mereka kunjungi. Dan tahun ini mereka ke Indonesia. Selain mengunjungi Motivator No. 1 Indonesia Andrie Wongso, rombongan ini juga melakukan perjalanan ke beberapa kota di Indonesia dan sejumlah tokoh bisnis di Indonesia.  


 Saya bersama rekan-rekan, dan tim MSA
Andrie Wongso menyambut baik kedatangan MSA di kantornya. Sang Motivator kemudian bercerita mengenai perkembangan kariernya sebagai motivator dan juga pengusaha yang disambut dengan antusias oleh para motivator dari negeri tetangga itu.


Artikel Lainya :
Legenda Tinju Ternyata Pensiun Semasih Muda (Peristiwa Luar Biasa) - Jumat, 27 April 2012
Perjalanan Terakhir KA Parahyangan (Peristiwa Luar Biasa) - Kamis, 26 April 2012
Renne Zellweger Main Drama Supaya Lulus Kuliah (Peristiwa Luar Biasa) - Rabu, 25 April 2012
Ternyata Ilmuwan Swedia Itu Sang Penemu Resleting (Peristiwa Luar Biasa) - Selasa, 24 April 2012
Pelajaran Dari Gagalnya New Coke (Peristiwa Luar Biasa) - Senin, 23 April 2012


Sumber: http://m.andriewongso.com

Semoga bermanfaat ya gan beritanya.... :) :D


Continue Reading »