Feature news

Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan

Jack Ma tak bahagia jadi orang terkaya di China




Merdeka.com - Salah satu orang terkaya di China,
Jack Ma mengaku tidak bahagia dengan hidupnya yang bergelimang harta.
Dia mengatakan menjadi orang terkaya di negaranya adalah sebuah 'sakit besar' karena banyaknya tekanan yang datang.

"Saya tidak senang dan saya pikir terlalu banyak tekanan.
Namun, saya mencoba membuat diri saya bahagia karena saya tahu bahwa jika saya tidak bahagia maka rekan saya juga tidak akan bahagia,
dan pemegang saham juga tidak senang. Sehingga pelanggan tidak senang," ucap Jack Ma dilansir dari CNBC di Jakarta, Kamis (11/6).

Dia mengakui, IPO atau penjualan saham perusahaannya yaitu Alibaba dengan rekor nilai mencapai USD 25 miliar ikut menyumbang ketidakbahagian
dan membuat stress dalam hidupnya.

"Mungkin penjualan saham terlalu tinggi dan mungkin orang memiliki harapan yang tinggi pada saya.
Mungkin saya terlalu banyak berpikir tentang masa depan dan terlalu banyak hal yang saya khawatirkan.
Tapi saya harus bertanggung jawab untuk tenang dan menjadi diri sendiri," katanya.

Ma mengakui, tekanan hidupnya bertambah ketika dia dinobatkan sebagai orang terkaya nomor wahid di China beberapa waktu lalu.
Hal ini menambah tekanan dan membuat dirinya 'sakit'.

"Ketika orang mengatakan jadi orang kaya itu baik, ya itu memang baik. Namun, ketika Anda jadi orang terkaya di China atau
di dunia itu adalah kesakitan. Semua orang sekitar Anda akan bicara mengenai uang," tambahnya.

Selain itu, Ma mengatakan ketika dia berjalan orang akan melihatnya berbeda yaitu sebagai pengusaha sukses.
Orang akan berpendapat kalau dia adalah pengusaha yang bersenang-senang dengan dirinya sendiri. "Saya ingin jadi diri saya sendiri," tambahnya.

Untuk mengobati rasa sakitnya, Ma mencari cara untuk menggunakan uangnya agar memberi manfaat kepada masyarakat. Dia akan beramal,
karena menurutnya membelanjakan uang jauh lebih sulit dibanding mendapatkannya. Ma mengatakan,
dia berencana akan mendirikan sebuah yayasan yang dapat menghabiskan uang dengan cara bisnis.

"Mungkin seperti persaingan saya dengan Bill Gates, siapa yang bisa menghabiskan uang untuk amal dengan lebih baik."



sumber
http://www.merdeka.com/uang/jack-ma-tak-bahagia-jadi-orang-terkaya-di-china.html


Continue Reading »

Elang Gumilang , Mahasiswa hingga Pengusaha Sukses

.
Elang Gumilang, Perumahan Rakyat Sehat Indonesia



Jika pengusaha lain memilih membangun perumahan mewah, tidak untuk pengusaha satu ini.
Elang Gumilang, pemuda kelahiran Bogor, 6 April 1985 ini, melihat orang miskin layak memiliki
perumahan murah tapi juga layak. Tidak hanya menyangkut harga murah, melalui Elang Group,
fokus pada pembangunan perumahan sederhana sehat (RSH).
Berayahkan seorang kontraktor sudah pasti mempengaruhi pilihannya.
Dari bisnis biasa lalu berbisnis properti, tampaknya disinilah jalannya mengikuti jejak sang ayah.

Elang adalah anak pertama dari tiga saudara pasangan H. Enceh (55) dan Hj. Prianti (42).
Dia terlahir dari keluarga yang lumayan berada, yaitu ayahnya yang seorang kontraktor,
sedangkan untuk ibunya, beliau adalah ibu rumah tangga. Sejak kecil Elang kecil diajari bahwa
segala sesuatu dapat diperoleh secara gratis, lebih tepatnya mengajarkan bahwa
segala sesuatu harus ada perjuangan.
Ditambah lagi dengan pemahaman tentang agama bahwa sesungguhnya
rejeki datangnya dari Allah SWT, dia diajari untuk yakin akan do'a dan usaha.

Ketika duduk di bangkus sekolah dasar, dia dikenal sebagai anak yang pandai.
Di sekolah dasar Pengadilan 4 Bogor, Elang kecil sering mengikuti berbagai perlombaan.
Bahkan pernah mengalahkan anak SMP untuk perlombaan cerdas cermat.
Karena kepintarannya ia menjadi murid kesayangan guru- gurunya.
Di SMP, ia diterima di sekolah terfavorit di Bogor, dan selalu ranking satu.
Pemuda kelahiran 6 April 1985 ini mengaku kesuksesan yang didapatnya bukan lah instan.

"Butuh proses dan kesabaran untuk mendapatkan semua ini,
tidak ada sesuatu yang bisa dicapai secara instan," tegasnya.
Jiwa wirausaha Elang mulai bergelora ketika memasuki kelas 3 SMA.
Dia bertekat untuk mandiri, membiayai kuliahnya sendiri dan tak tergantung kepada orang tuanya.
Ia memiliki target mendapat uang 10 juta dari usahanya untuk biaya kuliah nanti. Berjualan donat.
Akhirnya tanpa sepengetahuan orang tua, ia memulai bisnis kecil- kecilan berjualan donat keliling.

Setiap hari ia mengambil 10 boks donat masing-masing berisi 12 buah dari pabrik donat untuk kemudian
dijajakan ke Sekolah Dasar di Bogor. Ternyata lumayan juga hasilnya. Dari hasil jualannya ini,
setiap hari Elang bisa meraup keuntungan sekitar Rp.50 ribu. Setelah beberapa bulan,
rupanya kegiatan sembunyi-sembunya ini akhirnya tercium juga oleh kedua orang tuanya.

"Karena sudah dekat UAN, orang tua menyuruh saya untuk berhenti berjualan donat.
Mereka khawatir kalau kegiatan saya ini mengganggu ujian akhir," jelas pria yang
pernah menang lomba bahasa sunda tahun 2000 se- kabupaten Bogor ini.

Dilarang berjualan donat. Elang justru tertantang untuk mencari uang dengan cara lain
yang tidak mengganggu sekolahnya. Suatu ketika di tahun 2003,
ketika Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB mengadakan lomba Java Economic Competion se-Jawa,
Elang mengikuti lomba tersebut dan menang. Begitu pula saat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI)
menyelenggarakan kompetisi Ekonomi, Elang berhasil menjadi juara ke-tiga.
Hadiah uang yang diperoleh dari setiap perlombaan ia gunakan sebagai modal kuliah.

Selepas lulus SMA, Elang memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi IPB.
Dia masuk tanpa mengikuti tes SPMB sebagaimana calon mahasiswa baru yang akan
masuk perguruan tinggi negeri. Ini semua berkat pengalaman mengikuti lomba- lomba tersebut diatas,
terutama lomba yang diselenggarakan oleh IPB sendiri. Swaktu awal masuk kuliah,
Elang mendapat musibah hingga  Rp.10 jutanya tinggal Rp 1 juta.
Namun Elang enggan memberitahu apa musibah yang dialaminya kepada kedua orang tuanya,
padahal rencananya itu akan menjadi modal usaha.

Meski sekarang modalnya hanya 1 juta, Elang mengaku tetap semangat untuk berusaha.
Uang modal 1 juta tersebut dibelikannya sepatu lalu dijual di Asrama Mahasiswa ITB.
Uang Rp.1 juta, dalam tempo satu bulan, telah berubah menjadi Rp.3 jutaan.
Tapi setelah berjalan beberapa tahun, orang yang menyuplai sepatunya entah kenapa mulai menguranginya
kualitas sepatunya. Satu- per- satu pelanggan pergi, tak mau lagi membeli sepatu Elang. Sejak itu,
ia memutuskan untuk tidak lagi berjualan sepatu lagi.

Bisnis Elang
Setelah tidak lagi berbisnis sepatu, dia justru kebingungan mencari bisnis apalagi.
Pada awalnya, dengan sisa modal uang bisnis sepatu, rencanaya akan digunakan untuk bisnis ayam potong.
Tapi, ketika akan terjun ke bisnis ayam potong,
Elang justru melihat peluang bisnis pengadaan lampu di kampusnya.
"Peluang bisnis lampu ini berawal ketika saya melihat banyak lampu di IPB yang redup.
Saya fikir ini adalah peluang bisnis yang menggiurkan," jelasnya.

Karena tak punya modal berlebih, ia menerapkan strategi Ario Winarsis, atau bisnis tanpa modal.
Arti Ario Winarsis sendiri adalah seorang pemuda miskin dari Amerika Latin.
Awalanya dia (Ario Winarsis) yang mengetahui ada seorang pengusaha tembakau yang kaya raya di Amerika,
setiap hari ketika pengusaha itu keluar rumah, dia selalu melambaikan tangan ke pengusaha itu.
Pada awalnya pengusaha itu tidak memperdulikan si Ario ini.

Tapi karena ia selalu melambaikan tangan setiap hari, pengusaha tembakau itu menemuinya dan mengatakan,
"Hai pemuda, kenapa kamu selalu melambaikan tangan setiap saya ke luar rumah?".
Pemuda miskin itu lalu menjawab, "Saya punya tembakau kualitas bagus.
Bapak tidak usah membayar dulu, yang penting saya dapat PO dulu dari Bapak.
" Pengusaha kaya itu lantas membuatkan tanda tangan dan stempel untuk pemuda itu.

Bermodal cuma satu stempel dan tanda tangan, pemuda tersebut lantas pulang dan
mengumpulkan hasil tembakau di kampungnya untuk di jual ke si pengusaha kaya raya itu.
Maka, jadilah pemuda itu orang kaya raya tanpa modal uang. Elang Gumilang, bermodal surat dari kampus,
mencoba melobi perusahaan lampu Philips pusat untuk menyetok lampu.
Dan, "Alhamdulillah proposal saya gol, dan setiap penjualan saya mendapat keuntungan Rp 15 juta,” ucapnya bangga.

Karena bisnis lampu ini bersifat musiman jadilah perputaran uang tidak teratur.
Suatu ketika ada celah untuk dibisnis minyak goreng, caranya: setiap pagi sebelum kuliah,
Elang akan membersihkan puluhan jerigen, kemudian diisi minyak goreng curah, dan
dikirim ke warung-warung Pasar Anyar, serta Cimanggu, Bogor.
Setelah selesai mengirim minyak, barulah ia pergi ke kampus.
Sepulang kuliah, dia kembali untuk mengambil jerigen-jerigen di warung untuk diisi kembali esoknya.

Namun bisnis ini tidak berjalan baik terutama karena mengganggu kuliahnya.
Bisnis minyak goreng yang membutuhkan 80% otot membuatnya kelelahan.
Tak mau melanjutkan bisnis semacam ini, ia pun bergegas mencari jalan keluar.
Kali ini Elang menggunakan otak mencoba mencari- cari cara dari orang lain.
Elang segara berkonsultasi ke beberapa para pengusaha dan dosennya meminta sedikit wejangan.
Dari hasil konsultasi, ia mendapat pencerahan bahwa berbisnis tidak harus selalu memakai otot, dan
banyak jalan untuk berbisnis dengan otak.

Salah satu bisnis yang disarankan ialah membuka bisnis lembaga bahasa Inggris.
Bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi tentunya, bisnis lembaga bahasa Inggris sangat lah diperlukan.
"Bisnis bahasa Inggris ini sangat prospektif apalagi di kampus,
karena ke depan dunia semakin global dan mau tidak mau kita dituntut untuk bisa bahasa Inggris," jelasnya.
 Adapun modal, Elang memilih untuk berpatungan dengan kawan-kawannya.

Sebenarnya ia bisa membiayai usaha itu sendiri, tapi karena pegalaman saat jualan minyak,
ia memutuskan untuk mengajak teman-temannya. Karena lembaga kursusnyanya ditangani secara profesional dengan
tenaga pengajar dari lulusan luar negeri, pihak Fakultas Ekonomi mempercayakan lembaganya itu menjadi mitra.
Karena di bisnis lembaga bahasa Inggris Elang tidak terlibat langsung dan hanya mengawasi saja,
ia manfaatkan waktu luangnya untuk bekerja sebagai marketing perumahan.

"Saya di marketing tidak mendapat gaji bulanan, saya hanya mendapatkan komisi setiap mendapat konsumen," ujarnya.
 Setelah berbisnis lembaga asing, Elang masih mencari- cari bisnis apa lagi yang bisa dijalankan dengan otak bukan otot.

Perumahan rakyat
Ada ketidak tenangan dalam langkah seorang Elang Gumilang atas bisnis- bisnisnya.
Padahal jika dilihat ia telah berusaha maksimal tapi hasilnya selalu kegagalan demi kegagalan.
Sesuatu dirasakan salah hingga hati membawanya kembali kepada Tuhan, Allah SWT.
Ia merenung selama ini, disepanjang jalan bisnisnya, tidak ada rasa syukur terucap.
Setelah pengalaman itu ia selalu bersyukur jika menemukan kemudahan atas usaha,
dan tak lagi berhenti berdoa ketika mencari jalan di saat kesusahan.

Mau bisnis apalagi? Elang mulai shalat istikharah minta ditunjukkan jalan bisnisnya.
"Setelah shalat istikharah, dalam tidur saya bermimpi melihat sebuah bangunan yang sangat megah dan
indah di Manhattan City, lalu saya bertanya kepada orang, siapa sih yang membuat bangunan megah ini?
 Lalu orang itu menjawab singkat, "Bukannya kamu yang membuat?" Setelah itu Elang terbangun dan
merenungi maksud mimpi tersebut. "Saya pun kemudian memberanikan diri untuk masuk ke dunia properti," ujarnya.

Pengalaman di dunia marketing cukup membantunya terutama menjadi marketing perumahan.
Inilah jalannya masuk ke dunia properti. Awal tahun 2005, ia masih menjadi mahasiswa IPB,
dibelilah sepetak tanah untuk rumah pertamanya. Modalnya dari patungan bersama
teman-teman semasa SMA nya dan kuliahnya. Rumah sederhana berukuran 22 meter persegi dengan
luas tanah 60 meter persegi itu langsung laku ketika selesai dibangun.

Terbukti orang hanya perlu rumah murah seharga 25 jutaan, harga yang bagi sebagian
kalangan menengah keatas tak akan cukup untuk membeli sebuah tas bermerk namun sangat dibutuhkan oleh
kalangan bawah. Dari sini, pola pikir membangun untuk kalangan bawah muncul,
bisnis properti tidak lagi tentang membangun rumah mewah. Bisnis ini hanya membutuhkan 7 orang untuk
mengurus administrasi hingga pemasaran rumah. Namun lambat laun, bisnisnya ini berakar dan menggeliat hingga tumbuh.

Dari cuma satu unit bertambah hingga tiga unit, bertambah terus hingga mencapai 200 an rumah dibangunnya.
Elang pun mulai percaya diri, mengikuti berbagai tender untuk membangun properti.
Tender pertama yang sukses ia menangi Rp 162 juta di Jakarta yaitu membangun sebuah Sekolah Dasar di daerah Jakarta Barat.
Sukses menangani sekolah membuat Elang percaya diri untuk mengikuti tender-tender yang lebih besar.
Ia kemudian mendapatkan tender untuk membangun perumahan.

Prinsip bisnisnya menarik jika kebanyakan kontraktor memilih perumahan mewah ,
tidak untuk seorang Elang Gumilang. Prinsipnya di Indonesia ada 70 juta rakyat yang masih belum memiliki rumah.
Apalagi rumah juga merupakan kebutuhan yang sangat primer. "Banyak orang di Indonesia terutama
yang tinggal di kota belum punya rumah, padahal mereka sudah berumur 60 tahun,
biasanya kendala mereka karena DP yang kemahalan, cicilan kemahalan,
jadi sampai sekarang mereka belum berani untuk memiliki rumah," jelasnya lagi.

Bagi Elang sendiri,
kalau mau kenal orang maka kenalilah 10 orang terkaya di Indonesia dan juga kenal 10 orang termiskin di Indonesia.
Mengenal keduanya akan membuat anda rela melakukan sesuatu untuk mereka yang miskin.
Jadi jika kamu mau mengenal lebih banyak orang miskin yang kemudian kaya;
anda akan bersemangat, bersyukur, dan tetaplah be humble (sederhana)"

Biodata
Nama : Elang Gumilang
Kelahiran : Bogor, 06 April 1985
Pendidikan : S1  Fakultas Ekonomi dan Manajemen,  IPB.
Jabatan : CEO Elang Group
Website: elanggroup.co.id

Penghargaan :
1. Pemenang I Wirausaha Muda Mandiri (2007)
2. Top Youth Entrepreneur versi Warta Ekonomi ( 2008)
3. Man of the Year 2008 versi Group Jawa Pos
4. Pemuda Pilihan 2008 Versi TV One
5. Juara Lelaki Sejati Pengobar Inpirasi 2009 versi Bentoel
6. Tokoh Pilihan Majalah Tempo (2009)
7 Penghargaan Ernst & Young Indonesian Entrepreneur Of The Year 2010
8. Pemuda Andalan Nusantara (2010)

Kiat Sukses :
1. Memilih usaha yang kita kuasai terlebih dulu.
2. Niat pelayanan. Setelah kita memberikan pelayanan yang baik, profit nantinya akan mengikuti.
3. Berusaha dengan baik.  Usaha yang dilakukan harus benar, baik dari cara strategi pemasarannya,
promosi, menjalankan usaha dan sebagainya.
4. Antara niat dan usaha harus jalan beriringan.

Dari bisnis donat  sampai real estate
Jiwa kewirausahaan  sulung  dari tiga bersaudara pasangan H. Misbach dan Hj. Priyanti ini,
tidak didapat secara instan tapi  merupakan buah dari pergulatan hidupnya, berikut garis besar perjalanan bisnisnya:

1. Saat bersekolah di SMAN 1 Bogor, setiap hari berkeliling menjual 10 boks donat
(satu boks isi 12 donat) ke beberapa SD.  Keuntungannya Rp 50.000./hari
2. Tahun 2003 menang kompetisi ekonomi di IPB dan UI. Sambil  kuliah berjualan sepatu ke asrama-asrama mahasiswa IPB.
Omzet Rp 3 juta/bulan. Namun usaha itu tidak berlangsung lama.
Kualitas sepatu yang dijualnya menurun, mengakibatkan pesanan merosot.
3. Bermodal  surat dari kampus, mengajukan proposal ke  Philips untuk menyuplai  lampu ke kampusnya.
Setiap penjualan lampu, Elang untung Rp 15 juta. Namun karena sifatnya insidental dan perputaran uangnya lambat, ia tidak meneruskan usaha ini.
4. Berikutnya mencoba berjualan minyak goreng.
Namun lantaran kecapean setiap pagi  harus mengantar minyak goreng ke warung-warung, kuliahnya terganggu.
5. Merintis usaha kursus bahasa Inggris English Avenue, di kampusnya dengan modal Rp 21 juta hasil patungan bersama teman-temannya.
Ia tidak turun langsung, hanya mengawasi saja.
6. Bekerja sebagai sales marketing perumahan dengan sistem  komisi dari setiap rumah yang terjual.
Pengalaman sebagai  marketing perumahan inilah yang mengantarnya menjadi pengusaha sukses di bidang properti seperti sekarang ini.


Sumber: Csr.bankmandiri.co.id, Greensand.wordpress.com
Posted in Cerita inspirasi, Investor, Pengusaha Indonesia, Pengusaha muda
http://www.pengusaha.us/2014/06/elang-gumilang-perumahan-rakyat-sehat.html



Continue Reading »

10 CEO Terbaik di Dunia Versi Baron

 

10 CEO Terbaik di Dunia Versi Baron


Liputan6.com, New York : Imbal hasil pemegang saham merupakan kriteria utama yang dimasukkan dalam daftar tahunan Chief Executive Officer (CEO) terbaik di dunia versi Majalah Baron asal Amerika Serikat (AS) ini.

Selain itu, dasar pemilihan juga berdasarkan kriteria pemimpin yang inovatif dan cerdas mengatur finansial serta dapat memotivasi karyawan dan mengembangkan produk yang beresonansi dengan pelanggan.
Mereka bisa menerjemahkan itu ke dalam pertumbuhan laba yang konsisten dan keuntungan kepada pemegang saham, sebagai nilai tambah. Para CEO itu berasal dari AS, Eropa, dan Asia.
Pihak Baron mengatakan, "Kami tidak bergantung pada setiap rumus untuk menyusun daftar ini. Ini didasarkan pada pandangan wartawan Barron dan editornya, dan mencerminkan pandangan dari investor, analis, dan eksekutif industri," penjelasan Baron.

Berikut 10 CEO terbaik versi majalah Baron, seperti dilansir laman resminya, Kamis (28/3/2013):


1. Bernard Arnault



LVMH Moet Hennessy Louis Vuitton, CEO sejak 1989
Alasan pemilihan sebagai CEO terbaik: Raja kemewahan yang terus menaikkan status masyarakat dunia  
Louis Vuitton kini terkenal sebagai merek tas ternama. Arnault menjadi pengontrol 46,5% saham di LVMH. Sebagai CEO, dia pun berencana memperlambat pertumbuhan toko baru LV untuk menghindari penurunan eksklusivitas mereknya.
Ini adalah ciri khas Arnault untuk membuat mereknya meraup keuntungan jangka pendek. Di masa lalu seperempat abad lalu, dia berhasil membangun kerajaan barang mewah senilai US$ 86 miliar yang terus menumpuk keuntungan.
Produk kulit Louis Vuitton dan anggur Hennessy Moët menyumbang 75% ke pendapatan perusahaan. Dia pun menambahkan label lain seperti Bulgari ke dalam usahanya.  
Seorang miliarder dermawan yang suka musik klasik dan seni modern, Arnault baru-baru ini memicu ketegangan dengan mencari kewarganegaraan Belgia setelah pemerintah Sosialis Perancis mencoba menaikkan tarif pajak penghasilan hingga 75%.


2. Jeff Bezos



Amazon.com, CEO sejak 1994
Alasan pemilihan sebagai CEO terbaik: Mampu mengubah cara masyarakat dunia tentang berbelanja dan membaca via online.  
Bezos termasuk dalam klub eksklusif, bersama dengan Steve Jobs dari Apple, Larry Page dan Sergey Brin dari Google karena ia menciptakan salah satu perusahaan yang paling inovatif dalam 20 tahun terakhir.
Sebagai pengecer internet dan pengembang dari Kindle, Amazon telah membantu mengubah cara orang berbelanja dan membaca.
Terobsesi dengan kepuasan pelanggan, Bezos mengembangkan layanan seperti Amazon Prime, memberikan pelanggan pengiriman gratis selama dua hari senilai US$ 79 per tahun. Dia kemudian menambahkan videostreaming tanpa biaya tambahan.
Bezos, 49, adalah seorang pemimpi, dan ia memiliki uang untuk mendanai mimpinya, termasuk perjalanan ruang angkasa berawak senilai US$ 42 juta.
Mungkin tantangan Bezos terbesar ada di depan, yakni kembali membuat banyak uang. Pendapatan Amazon telah jatuh dalam beberapa tahun terakhir karena mengorbankan keuntungan untuk pertumbuhan.


3. Carlos Brito



Anheuser-Busch InBev, CEO sejak tahun 2005
Alasan pemilihan sebagai CEO terbaik: Membangun bisnis bir raksasa
Melalui akuisisi agresif, pemotongan biaya yang efektif dan cerdas membangun merek, Brito, 53, merubah perusahaan bir kecil Brasil menjadi perusahaan bir paling dominan di dunia, dengan nilai pasar US$ 155 miliar. Dia pun mampu membuat bir merek Budweiser menjadi terkemuka di Cina.
Brito terus merasa haus akan usahanya. Setelah membeli Anheuser-Busch sebesar US$55 miliar pada 2008, ia mencoba mengambil alih perusahaan bir terbesar di Meksiko, Grupo Modelo.  
Dia menerapkan budaya kerja yang informal dengan bekerja di meja yang dikelilingi manajer puncaknya. "Orang-orang hebat berada lingkungan terbuka. Orang biasa-biasa saja hanya duduk di balik pintu tertutup," katanya.  
Di sekolah bisnis, dia memiliki  filosofi, "Jika Anda tidak bisa menyenangkan semua orang, senangkan orang yang paling berbakat," katanya.



4. Warren Buffett

Berkshire Hathaway, CEO sejak 1965
Alasan pemilihan sebagai CEO terbaik: Seorang pencipta nilai yang brilian selama hampir 50 tahun.  
Penciptaan Buffett adalah salah satu prestasi besar dalam sejarah bisnis. Investor cukup beruntung karena menikmati kenaikan 8.000 kali lipat harga saham sejak 1965. Berkshire kini merupakan perusahaan terbesar keempat di pasar, dengan kapitalisasi melebihi US$ 250 miliar.
Buffett terus melakukan hal-hal dengan caranya sendiri. Dia membenci pertemuan, dan memberikan kebebasan kepada pengelola Berkshire Hathaway dan anak usahanya. Namun pada umur 82, bakatnya terlihat berkurang.  
Burlington Northern bisa bernilai 50% lebih tinggi dari yang dibayarkan Berkshire pada 2010. Investasi US$ 5 miliar Buffett pada 2011 di Bank of America sudah menghasilkan keuntungan besar.
Ini adalah taruhan terbaik Buffett di 2015 saat ulang tahun ke-50 dirinya sebagai CEO. Itu akan menjadi berita besar bagi investor.


5. Morris Chang



Taiwan Semiconductor, CEO sejak 1987
Alasan pemilihan sebagai CEO terbaik: Membangun perusahaan terbesar di Taiwan, dengan nilai pasar sebesar US$ 88 miliar.  
Chang, 81, adalah jiwa dari efisiensi. Lulusan MIT ini, membangun perusahaan semikonduktor pengecoran pertama pada 1987. Dia membebaskan desainer untuk fokus pada yang lebih kecil, lebih cepat, dan chip yang lebih kompleks, bukan pada produksi.
Terbukti, saat ini Taiwan Semiconductor mengontrol setengah dari kontrak manufaktur chip senilai US$ 39,3 miliar.
Banyak peluang yang ada di depan, seperti smartphone dan tablet-komputer pembuat menciptakan perangkat yang lebih kuat untuk terhubung dengan internet.
Chang berencana untuk menghabiskan US$ 9 miliar tahun ini untuk membuat fabrikasi baru pembuatan chip kecil untuk perangkat mobile.  
Meski tenar, Dekan TaiwangTtechnology ini Sector ini tetap down to earth. Dia mengambil angkutan massal untuk menghindari kemacetan lalu lintas,  terbukti foto dia duduk di kereta itu beredar tahun lalu.


6. Ed Clark



TD Bank Group, CEO sejak tahun 2002
Alasan Pemilihan sebagai CEO terbaik: Kemampuan menghindari risiko membuat TD tetap kuat dan sehat.  
TDBank muncul dari krisis keuangan sebagai salah satu bank terkuat di dunia. Desakan Clark memperketat mortgage terutama menyangkut standar dan fokus kepada pelanggan obsesif telah membuat hasil bagi perusahaan.  
TD menolak mengeluarkan subprime mortgage setelah memasuki pasar AS pada 2005. "Kami memahami risiko," kata Clark, 65. "Kami tidak akan menjadi bank yang meledak setiap lima sampai tujuh tahun."
Cabang banknya buka tujuh hari seminggu dan memperlakukan para deposan dan hewan peliharaan mereka dengan baik.
Clark mengakui TD tidak bisa bersaing dengan Goldman Sachs dan JPMorgan di bidang perbankan investasi AS, dan tidak seperti beberapa bank asing, tidak membuang-buang uang untuk mencoba bisnis lain.
TD mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan Goldman atau JPMorgan, dan pemegang vsaham meraup kenaikan dividen secara berkala.


7. David Cote



 Honeywell, CEO sejak tahun 2002
Alasan pemilihan sebagai CEO terbaik: Mampu memperbaiki mesin Honeywell.  
Honeywell, bisa dikatakan memiliki landasan pacu yang panjang dan ekor kuat. Saham Honeywell terus tercatat membaik. Penjualan perusahaan dan pendapatan yang meningkat, meskipun terjadi pelambanan prospek pertumbuhan dalam ekonomi global.  
Cote, 60, seorang pria yang punya lebih dari 10 ribu lagu di iPod-nya, karena hobi musiknya. Sekarang dia telah menjadi pemain berkuasa di Washington, juga bekerja untuk memperbaiki kesulitan anggaran negara.


8. Jamie Dimon



JPMorgan Chase, CEO sejak 2006
Alasan pemilihan sebagai CEO terbaik: Pemimpin dari bank dunia yang paling penting.  
Sebagai bankir terkemuka di dunia, Dimon adalah pendukung kuat bagi perusahaannya dan industri. Dia mengatakan klien multinasional membutuhkan hal luas dari layanan yang hanya bank-bank global besar dapat sediakan.
JPMorgan Chase muncul dari krisis keuangan karena bank dunia yang paling penting. Sekarang memiliki posisi teratas dalam perbankan konsumer dan korporasi, kartu kredit, investasi perbankan, dan manajemen aset.  
Baru-baru ini, Senat mengkritik penanganan bank ini yang menyebabkan kerugian seniai US$ 6 miliar pada tahun lalu. Dimon, 57, harus bergerak lebih cepat untuk menanggung kerugian, yang ia disebut kesalahan bodoh dan  memalukan secara pribadi.
"JPMorgan mengharapkan bagian US$ 7 dalam beberapa tahun ke depan, naik dari sekitar $ 5 pada 2012.  Itu bisa mengurangi sengatan dari kegagalan yang disebut London Whale Fiasco.


9.Warren East



ARM Holdings, CEO sejak tahun 2001
Alasan pemilihan sebagai CEO terbaik: Mampu menempatkan chip ARM di hampir setiap smartphone.
ARM Holdings mikroprosesor menjalankan hampir semua smartphone di dunia dan banyak perangkat mobile lainnya. Sekarang perusahaan mencari manuver masuk ke server Intel.
Kekuatan kompetitif ARM berutang banyak pada kepemimpinan East yag stabil. Saat ia mundur musim panas ini karena memasuki masa pensiun yang diumumkan pekan lalu, akan meninggalkan perusahaan dalam keadaan panas.
East, 51, merupakan lulusan Oxford, meninggalkan Texas Instruments untuk bergabung dengan ARM pada tahun 1994 untuk mendirikan bisnis konsultasinya.
Dia tidak memiliki kesulitan menikmati hidup meski sibuk: main ski, berlayar, berjalan-jalan, bahkan mampu melakukan maraton di bawah tiga jam, ini sebuah  prestasi besar.
Dia bangga dengan warisan budaya Welsh-nya, dan kemampuan memainkan organ di gereja setempat.


10. Larry Ellison



Oracle, CEO sejak tahun 1977
Alasan pemilihan sebagai CEO terbaik: Pembuat hal menakjubkan, langkah akuisisinya mampu mengangkat laba perusahaan 17% tahun lalu.  
Seperti yang sering dilakukannya, veteran Silicon Valley ini membuat berita besar tahun lalu, dengan membayar sekitar US$ 500 juta untuk  membeli Lanai, pulau keenam terbesar di Hawaii.
Ditindaklanjuti dengan pembelian Pulau Air. Ini adalah ciri khas kesepakatan yang dibuat Ellison selama bertahun-tahun di Oracle, perusahaan software raksasa.
Kesepakatannya telah membantu membuat Oracle menjadi perusahaan yang paling menguntungkan dalam industri perangkat lunak, dengan pendapatan mendekati US$ 10 miliar tahun lalu.
Keberhasilannya merupakan bukti Ellison, 68 yang telah membuat perusahaan tetap kuat selama empat dekade.   Oracle terlambat merangkul cloud computing, salah satu alasan yang membuat pendapatan sempat hilang.
Sekarang Ellison berupaya menebus waktu yang hilang. Hampir semua dari 12 perusahaan yang diakuisisi pada tahun lalu difokuskan pada layanan cloud computing. (Nur)


Sumber
Yahoo




Continue Reading »

Motivator No 1 Indonesia Mr. Andrie Wongso


Andrie Wongso



 Lebih dari 20 tahun, Andrie Wongso berkiprah sebagai pengusaha, sekaligus menjadi seorang motivator handal. Kemauannya untuk berbagi semangat, pengalaman, dan wisdom dengan gaya bahasa yang sederhana namun powerfull kepada orang banyak, membuat publik dan media massa mengukuhkannya sebagai The Best Motivator atau Motivator No.1 Indonesia.



CHAPTER 1

SDTT, TBS



Tapi, siapa yang menduga jika anak kedua dari tiga bersaudara ini, terlahir dari sebuah keluarga miskin di kota Malang, tepatnya pada bulan Desember 1954. Pada usia 11 tahun (kelas 6 SD), Andrie terpaksa harus berhenti bersekolah karena sekolah mandarin tempatnya belajar ditutup. Itulah yang membuatnya punya gelar SDTT alias Sekolah Dasar Tidak Tamat. Sejak saat itu, Andrie melalui masa kecil hingga remajanya dengan membantu orangtua membuat dan menjual kue berkeliling ke toko-toko dan pasar.



Ada sebuah tanda tanya besar yang menggelayut di dadanya, dengan apa nasib ini dapat diubah? Maka, lewat perenungan panjang, Andrie yang kala itu berusia 22 tahun memutuskan untuk mengadu nasib ke Jakarta. Andrie berangkat dengan satu tekad yakni siap menghadapi apapun di depan dengan berani dan penuh kejujuran. Di Jakarta, Andrie memulai kehidupan barunya dengan bekerja sebagai salesman produk sabun hingga menjadi pelayan toko.

 



Kesukaannya bermain kungfu dari kecil dan kemampuannya bergaul dengan semua kalangan membawanya mendirikan perguruan kungfu "Hap Kun Do", yakni sebuah aliran bela diri yang mengutamakan kekuatan, kecepatan, dan fleksibilitas. Dari belajar kungfu inilah, Andrie dapat membentuk sikap mental positif yaitu disiplin, tanggung jawab, pantang menyerah, ulet, dan bersikap ksatria. Dari sini pula bakat mengajar dan memotivasi Andrie terasah.



CHAPTER 2

Menjadi Bintang Film


Saat  film-film  laga  dari  Taiwan merajai  layar  lebar  perfilman  Indonesia, Andrie  yang merasa berwajah oke dan memiliki badan atletis, menyimpan hasrat menjadi seorang bintang film laga. Lewat latihan keras, kegagalan, bangkit lagi, semangat  lagi dan gigih memperjuangkan  tujuan, akhirnya mimpi pun menjadi kenyataan. Surat  lamarannya sebagai bintang film diterima oleh perusahaan Eterna Film Hongkong, dengan kontrak kerja selama 3 tahun.

Tahun 1980, untuk pertama kalinya Andrie ke luar negeri, pertama kali naik pesawat dan untuk pertama kali pula menghadapi kamera. Hidup serasa berada di awang-awang. Tetapi setelah melewati 3 tahun merasakan suka dukanya bermain film di Taiwan, Andrie tahu, dunia film bukanlah dunianya.

Sepulangnya ke Indonesia, dia pun memutuskan tidak akan memperpanjang kontraknya. Banyak orang menyatakan Andrie gagal karena  tidak ada satu film pun yang diwakilinya sebagai bintang utama! Tetapi Andrie merasa dirinya sukses. Sukses secara mental dalam memperjuangkan impian menjadi kenyataan. Keyakinan itu menjadi bekal pemikiran bahwa suatu hari, bila bertemu dengan bisnis yang cocok dengan jiwa dan kemampuannya, dengan semangat juang yang sama, pasti sukses bisa diraih!


CHAPTER 3

Karir & Keluarga

 



Menandai setiap peristiwa yang telah dilalui, Andrie gemar menuangkannya dalam bentuk kata-kata mutiara di buku hariannya. Saat salah seorang teman kos mencontek kata-kata yang dibuatnya, dari situlah muncul ide untuk membuat kartu ucapan yang penuh dengan kata-kata mutiara. Selain untuk memotivasi diri sendiri, kata-kata mutiara dalam kartu tersebut juga bertujuan untuk membantu memotivasi orang lain. Dibantu oleh sang kekasih, Haryanti Lenny (yang sekarang menjadi istri), dimulailah bisnis pembuatan kartu ucapan "HARVEST" . Bisnis inilah yang di kemudian hari, mengukuhkan Andrie sebagai raja kartu ucapan. Dalam sejarahnya, "HARVEST" pernah digandrungi kawula muda seantero nusantara bahkan hingga ke mancanegara.



Dari sini, usaha lainnya berkembang. Andrie mulai merambah ke bidang hologram, perusahaan mainan, dan pengelola beberapa foodcourt. Kemudian, untuk menaungi bidang pendidikan dan kepelatihan, Andrie mendirikan AW Motivation Training dan AW Publishing, Multimedia, serta membuka beberapa outlet AW Success Shop, yaitu toko pertama di Indonesia yang khusus menjual produk-produk motivasi.

 



Kini Andrie bersama isteri, Lenny Wongso, SH , serta tiga orang anaknya yaitu Vicky, Vendy, dan Valdy telah merasakan buah dari perjuangan masa lalunya. Kecintaannya pada keluarga dan keinginannya berbagi pengalaman hidup kini mengatarkannya menjadi sang pembelajar sejati, sehingga mengantarkannya menjadi motivator bagi siapa saja.

 

Sumber
http://www.andriewongso.com/aw_profile/


Continue Reading »