Feature news

Jangan kaget, gaji bos Toyota di tahun 2014



Merdeka.com - Presiden Toyota Motor Corp, Akio Toyoda untuk tahun fiskal 2014 benar-benar menakjubkan.
Sebuah laporan yang baru diturunkan pada 24 Juni 2015 lalu mengungkapkan segalanya.

Dari lansiran The Asahi Shimbun (25/6), Akio Toyoda menerima bayaran 352 juta Yen atau
setara dengan Rp 37,9 miliar. Ini adalah kali pertama Toyoda menerima bayaran setinggi ini sejak
awal masa jabatannya di tahun 2009 lalu.

Tak hanya itu, angka tersebut meningkat sebesar 122 juta Yen dari tahun sebelumnya
untuk keturunan dari keluarga pendiri pembuat mobil.

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh perusahaan, gaji Toyoda yang sangat tinggi ini melonjak karena
bonusnya terkait kinerja perusahaan hampir dua kali lipat.
Toyota sendiri mencatat laba bersih untuk tahun fiskal 2014 sebesar 2,1 triliun Yen,
itu pun dipengaruhi melemahnya nilai tukar Yen untuk Dollar.


sumber

http://www.merdeka.com/otomotif/jangan-kaget-ini-gaji-bos-toyota-di-tahun-2014.html


,
Continue Reading »

Lima Cara Mengurangi Risiko Diabetes



Lima Cara Mengurangi Risiko Diabetes



Diabetes adalah jenis penyakit yang tidak bisa dianggap remeh, karena jika tidak dijaga dengan baik, ia bisa memicu terjadinya penyakit berbahaya lainnya seperti gangguan jantung, gangguan ginjal, disfungsi ereksi bahkan kanker. Selain dipicu faktor keturunan, diabetes mellitus juga erat kaitannya dengan gaya hidup penderitanya. Contohnya adalah malas berolahraga dan tidak menerapkan pola makan yang sehat. Seringkali, diabetes lambat terdeteksi sehingga seringkali penyakit sudah terlanjur parah.

Diabetes dibagi menjadi tiga bagian. Diabetes tipe 1, terjadi saat sistem kekebalan tubuh yang seharusnya berfungsi melawan bakteri dan virus berbahaya, justru menyerang dan menghancurkan insulin yang memproduksi sel-sel pankreas. Hal ini menjadikan jumlah insulin berkurang dan kadar gula dalam darah meningkat.

Pada diabetes tipe 2, insulin masih dapat diproduksi, namun jumlahnya tidak mencukupi atau tidak dapat digunakan dengan baik oleh tubuh. Kondisi ini disebut juga insulin resistan. Hal inilah menjadikan kadar gula dalam darah naik.

Yang ketiga ialah diabetes kehamilan. Selama masa kehamilan, plasenta memproduksi hormon tertentu. Hormon ini membuat sel-sel tubuh melawan insulin.

Kunci dalam pencegahan dan penanganan diabetes adalah dengan mengontrol asupan makanan kita, di samping rutin melakukan olahraga dan rutin mengecek kadar gula. Berikut beberapa cara sederhana untuk mencegah diabetes:


1. Olahraga.
Lakukan olahraga selama minimal setengah jam setiap hari, lima kali dalam seminggu. Olahraga dapat membantu menormalkan kadar gula darah dan menjaga berat badan.

2. Konsumsi beras merah.
Selain kaya akan serat, beras merah juga bisa mengurangi kerusakan pada pembuluh darah. Jadi Anda boleh mulai mengganti nasi putih dengan nasi merah. Memang banyak yang bilang rasa beras merah tidak seenak nasi putih, tapi demi kesehatan, tidak ada salahnya mencoba, kan?

3. Perbanyak konsumsi vitamin C.
Beberapa sumber dari vitamin C alami adalah brokoli, jeruk, dan stroberi. Jika dirasa kurang, barulah Anda bisa mengonsumsi suplemen tambahan. Konsultasikan lebih dulu dengan dokter mengenai dosis yang tepat bagi Anda.

4. Bumbu masak alami.

Sekitar dua puluh empat bumbu masak ternyata kaya akan antioksidan yang mampu mencegah peradangan yang juga terkait dengan penyakit diabetes. Antioksidan yang tertinggi ada pada kayu manis dan cengkeh.

5. Pilih makanan yang sehat.

Konsumsi makanan yang rendah lemak dan rendah kalori. Makanan yang kaya akan serat bisa membantu mengontrol kadar gula darah.

Istirahat yang cukup, mengelola stress dengan baik, dan segera berhenti merokok juga bisa membantu Anda agar terhindar dari diabetes.



Stephanie Firdaus
Review oleh dr. Adhiatma Gunawan
www.meetdoctor.com



Sumber :  http://id.she.yahoo.com/lima-cara-mengurangi-risiko-diabetes.html
Continue Reading »

Rumah Sakit Apung kedua doctorSHARE


Press Release - The Launching of RSA Nusa Waluya I (June 1st, 2015)



2 June 2015
(JAKARTA) doctorSHARE and EKADHARMA launched RSA Nusa Waluya I,
Indonesia’s 2nd privately operated floating hospital, on June 1st, 2015.
Upon launch, the hospital will immediately participate as part of the Ekspedisi Nusantara Jaya event.
The launch will take place at the Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jalan Raya Pelabuhan Pos 9,
Tanjung Priok, North Jakarta.

RSA Nusa Waluya I is a joint collaboration between doctorSHARE and EKADHARMA.
Modeled after doctorSHARE’s first floating hospital, RSA dr. Lie Dharmawan,
it will be used to bring healthcare to those living in areas with little to no healthcare facility.
Its route will focus on underdeveloped areas, national border regions, and remote or isolated islands.

doctorSHARE’s first floating hospital, RSA dr. Lie Dharmawan, is a simple wooden ship.
It served as a prototype to gauge the potential benefit such floating hospitals can bring to areas with
poor healthcare infrastructure. Despite its simplicity and limitation,
RSA dr. Lie Dharmawan managed to help over 10,000 patients, and deliver over 500 surgeries,
within just two years of its operation.

The Indonesian government plans to adopt the floating hospital model to help serve those in
remote areas without adequate healthcare facility. However, the blueprint needed to govern the
system of floating hospitals/clinics does not yet exist.

The presence of a floating hospital network can be part of the solution to
the unique healthcare problem faced by Indonesia, an archipelago of over 17,000 islands.
This is what motivates doctorSHARE to pioneer the practice of floating medical services.

The launch of RSA Nusa Waluya I, the 2nd such floating hospital,
is a proof of doctorSHARE’s commitment to improve the floating medical service system.
In addition, the hospital will be used to pioneer a pilot project that tests a
new system on a few islands and/or villages with limited healthcare access.

This system seeks to actively involve local residents to identify local cases,
 such as: malnutrition, high-risk pregnancies, etc.
In collaboration with local governement health offices,
this data will then be used to evaluate the effectiveness of healthcare reach to local communities.

This pilot project will serve as a blue print, for referral and evaluation by Indonesia’s Ministry of Health,
to improve island based medical services. This can later be scaled for
adoption at the regency or province level, specifically by administrative areas where
a large number of the population resides in remote islands.

Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 emphasizes “connectivity in frontier, remote, and border area islands”,
which is in line with doctorSHARE’s focus on providing healthcare access to those in remote areas.
This similar vision makes this event the perfect venue to launch RSA Nusa Waluya I.

RSA Nusa Waluya I inaugurated by the vice President of Indonesia, Drs. H.M. Jusuf Kalla,
attended by dr. Lie Dharmawan, PhD, FICS, SpB, SpBTKV, the founder of doctorSHARE I.
RSA Nusa Waluya I is a gift from doctorSHARE and EKADHARMA as part of our contribution
towards the fulfillment of a healthy Indonesia. (***)


RSA Nusa Waluya I Profile

Name                                                        :  Nusa Waluya I
Owner                                                        :  EKADHARMA
Length                                                         :  42 meter
Width                                                          :  6.5 meter
Draft                                                           :  2.5 meter
Gross Tonnage (GT)                                   :  210 ton
Net Tonnage (NT)                                       :  63 ton
Year Built                                                   :  1977
Main Movement Source                            :  Engine
Main Engine                                                :  GM Detroit Diesel 2 x 395 PS
Marking                                                      :  GT.210.NO.1844/Ka
Body Material                                             :  Steel
Propeller                                                     :  2 units
Main Fuel Tank Capacity                           :  11 ton
Backup Fuel Tank Capacity                       :  500 liter
Water Tank Capacity                                 :  10 ton


RSA Nusa Waluya I Facilities

·        10 beds for inpatient treatment
·        Emergency Room
·        Radiology
·        EKG (elektrokardiogram)
·        USG (ultrasonografi)
·         Laboratory
·         Resuscitation Room
·         Consultation Room
·         Surgery Facility
·         Post-surgery Room
·         Dental Clinic
·         Pre-surgery Doctor’s Room
·         Doctor’s room
·         Medical Storage
·         Logistic Storage
·         Archive Room


About doctorSHARE
doctorSHARE is a humanitarian non-profit with a medical focus.
Founded on November 19th, 2009, its vision is to “save lives and alleviate the suffering of
those trapped in crises, in order to restore their ability to fully function and
contribute in society.” doctorSHARE’s programs include Therapeutic Feeding Centers on
Kei island (Southeast Maluku), floating hospitals, health guidance,
general health check-ups, humanitarian aids, etc



Siaran Pers Peluncuran RSA Nusa Waluya I (1 Juni 2015)

Peluncuran RSA Nusa Waluya I Dalam Ajang Ekspedisi Nusantara Jaya 2015



(JAKARTA) Pada 1 Juni 2015, doctorSHARE (Yayasan Dokter Peduli) dan Yayasan EKADHARMA akan meluncurkan Rumah Sakit Apung (RSA) dengan
nama RSA Nusa Waluya I. Peluncuran RSA Nusa Waluya I dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 yang
digelar di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil),
Jalan Raya Pelabuhan Pos 9, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
RSA Nusa Waluya I merupakan program kerjasama antara doctorSHARE dan Yayasan EKADHARMA.
RSA Nusa Waluya I mengikuti jejak RSA pertama (RSA dr. Lie Dharmawan) dalam melakukan aksi jemput bola kepada
masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang hidup di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK) tanpa/minim fasilitas kesehatan.

Rumah Sakit Apung pertama doctorSHARE yaitu RSA dr. Lie Dharmawan adalah contoh pertama bahwa sebuah kapal kayu sederhana dapat
menolong penduduk di pulau-pulau tanpa/minim fasilitas kesehatan. Di tengah kesederhanaan dan keterbatasannya,
RSA dr. Lie Dharmawan sudah melayani lebih dari 10.000 penduduk di wilayah terpencil
termasuk 500 operasi mayor dan minor dalam rentang waktu dua tahun pelayarannya.

Sistem Rumah Sakit Bergerak yang telah diterapkan pemerintah Indonesia menjadi salah satu upaya menjangkau masyarakat di wilayah terpencil
tanpa akses kesehatan. Namun demikian, Indonesia belum memiliki cetak biru resmi tentang sistem Pelayanan Medis/Klinik/Rumah Sakit Terapung.

Kehadiran Sistem Pelayanan Medis Terapung bisa menjadi jawaban bagi permasalahan kesehatan di wilayah Indonesia yang terdiri lebih dari 17.000 kepulauan.
 Inilah yang memotivasi doctorSHARE merintis dan mempraktikkan pelayanan medis terapung.

Peluncuran RSA Nusa Waluya I yang merupakan RSA kedua ini adalah wujud nyata doctorSHARE dalam menyempurnakan sistem Pelayanan Medis
Bergerak Terapung dengan menjalankan program percontohan melalui penerapan sistem ini di wilayah kepulauan dan
mengadopsi beberapa desa tanpa/minim fasilitas/tenaga kesehatan.

Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk mengevaluasi tingkat efektifitas dan penjangkauan kepada masyarakat,
sistem ini akan melibatkan secara aktif peran masyarakat dalam melaporkan dan mendeteksi kasus-kasus lokal,
misalnya gizi buruk, kehamilan berisiko, dan lain-lain.

Target percontohan ini menjadi cetak biru yang dapat menjadi rujukan dan bahan evaluasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam
menyempurnakan sistem pelayanan medis wilayah kepulauan yang kemudian bisa diadopsi oleh provinsi dan kabupaten yang
sebagian besar penduduknya tinggal di pulau-pulau terpencil.

Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 menjadi momentum yang tepat untuk meluncurkan RSA Nusa Waluya I karena kesamaan visinya dengan doctorSHARE.
Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 menekankan upaya “konektivitas di pulau-pulau terdepan, terpencil dan wilayah perbatasan”,
serupa dengan doctorSHARE yang berfokus pada penyediaan akses kesehatan bagi warga di daerah terpencil.

Peluncuran RSA Nusa Waluya I dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Drs. H. M. Jusuf Kalla beserta isteri dan
 pendiri doctorSHARE, dr. Lie Dharmawan, PhD, FICS, SpB, SpBTKV.
RSA Nusa Waluya I merupakan persembahan doctorSHARE dan Yayasan EKADHARMA dalam mewujudkan Indonesia Sehat. (***)


Profil RSA Nusa Waluya I

Nama Kapal                                       :  Nusa Waluya I
Pemilik                                                 :  Yayasan EKADHARMA
Panjang Kapal                                     :  42   meter
Lebar Kapal                                         :  6,5 meter
Draft Kapal                                           :  2,5 meter
Tonase Kotor (GT)                           :  210 ton
Tonase Bersih (NT)                           :  63 ton
Tahun Pembangunan                     :  1977
Penggerak Utama                             :  Mesin
Mesin Induk                                       :  GM Detroit Diesel 2 x 395 PS
Tanda Selar                                         :  GT.210.NO.1844/Ka
Bahan Utama Kapal                         :  Baja
Jumlah Baling-baling                       :  2 buah
Tanki Bahan Bakar Utama             :  11 ton
Tanki Bahan Bakar Cadangan       :  500 liter
Tanki Air                                               :  10 ton



Fasilitas RSA Nusa Waluya I
·         10 tempat tidur pasien
·         Instalasi Gawat Darurat
·         Fasilitas Radiologi
·         EKG (elektrokardiogram)
·         USG (ultrasonografi)
·         Laboratorium
·         Ruang Resusitasi
·         Ruang Konsultasi
·         Fasilitas Bedah Mayor dan Bedah Minor
·         Kamar Perawatan Post-Operasi
·         Poli Gigi
·         Ruang Dokter Pre-Op
·         Ruang Istirahat Dokter
·         Gudang Obat
·         Gudang Logistik
·         Ruang Arsip


Tentang doctorSHARE (Yayasan Dokter Peduli)

doctorSHARE (Yayasan Dokter Peduli) adalah sebuah organisasi kemanusiaan yang bergerak di bidang medis.
doctorSHARE berdiri sejak 19 November 2009 dan memiliki visi “menyelamatkan nyawa dan meringankan penderitaan orang yang
terjebak dalam krisis, sehingga mereka bisa memulihkan kemampuan untuk membangun kembali kehidupan bermasyarakat.”
Program doctorSHARE antara lain adalah Panti Rawat Gizi di Pulau Kei, Maluku Tenggara,
Rumah Sakit Apung, pendampingan/penyuluhan kesehatan, pengobatan umum, bantuan kemanusiaan, dan sebagainya.

informasi
doctorSHARE (Yayasan Dokter Peduli)
Mega Glodok Kemayoran Blok B, No.10
Jl. Angkasa Kav. B-6 Kemayoran Jakarta Pusat 10160 INDONESIA
Telp. +6221 6586 6391
info@doctorshare.org
mail.doctorshare@yahoo.com
http://www.doctorshare.org
facebook
https://www.facebook.com/pages/DoctorSHARE/45642072765




sumber
http://www.doctorshare.org/en/index.php/news/2015/06/02/6/press-release-the-launching-of-rsa-nusa-waluya-i-june-1st-2015.html

http://www.doctorshare.org/index.php/news/2015/05/31/148/siaran-pers-peluncuran-rsa-nusa-waluya-i-1-juni-2015.html


,

Continue Reading »

Dokter Lie Dharmawan dan Rumah Sakit Apung



dr. Lie Dharmawan - Peduli Kaum Miskin



 RIRI NHURI
Artikel kali ini akan membahas tentang Profil dan Biografi Dokter Lie Dharmawan sosok seorang dokter yang mungkin bagi penulis sendiri bisa dikatakan sebagai 'malaikat' bagi kaum miskin. Perjalanan hidupnya sangat menginspirasi dan menarik untuk disimak. Bernama lengkap Dr. Lie Augustinus Dharmawan, Ph.D, Sp.B, Sp.BTKV dengan nama kecil yakni Lie Tek Bie. Beliau lahir di Kota Padang pada tanggal 16 april 1946. Dr. Lie Dharmawan ini terlahir dalam keluarga yang amat miskin dan serba kekurangan. Lie Dharmawan mempunyai saudara berjumlah enam orang, ketika ia berumur sepuluh tahun, ayahnya meninggal dunia jadi hanya ibunyalah seorang diri yang hanya tamatan Sekolah Dasar berjuang keras menyekolahkan ketujuh anaknya yang masih sangat kecil termasuk dr. Lie Dharmawan sendiri. Semua perkerjaan ia lakoni demi bertahan hidup dan demi anak-anaknya termasuk mencuci baju, memasak, membuat kue, hingga menjadi pencuci piring.

Kehidupan Lie Dharmawan ketika Kecil
Demi kelangsungan hidup keluarganya, Lie Dharmawan kecil sempat membantu ibunya berjualan kue, ia kagum terhadap perjuangan keras ibunya yang ia anggap tak pernah menyerah dan putus asa dalam menghadapi sesuatu juga sering mengasihi oranm-orang miskin di sekitarnya. Ia sendiri tidak mengerti kenapa ibunya mempunyai filosofi seperti itu. Tekad Lie Dharmawan untuk menjadi dokter datang ketika ia melihat masyarakat disekitarnya sulit untuk pergi ke dokter di rumah sakit yang disebabkan karena faktor kemiskinan. Hal ini kemudian menyebabkan masyarakat terpaksa untuk pergi berobat ke dukun karena biayanya yang murah dan juga sebagai alternatif pengobatan. Sebab lain mengapa Lie Dharmawan ingin menjadi dokter karena ia melihat sendiri adiknya meninggal karena penyakit diare aku dan telambat ditangani oleh dokter. kedua hal itulah yang membuat lie darmawan bertekad kuat untuk menjadi dokter. Namun apadaya ketika di sekolah ia menyampaikan cita-citanya ingin menjadi dokter, ia hanya mendapatkan tertawaan dari teman temannya seisi kelas, disebabkan karena ia miskin sehingga tidak bisa masuk ke jurusan kedokteran. Namun kelak, ia benar benar membuktikan cita citanya itu.

Jalan Panjang Menjadi Seorang Dokter
Lie Dharmawan pun sadar bahwa cita citanya untuk menjadi dokter bisa dikatakan sangat berat, namun seberapa berat masalah jika dengan tekad kuat dan kerja keras pasti akan tercapai karena yang namanya kerja keras tak pernah menghianati pengorbanan, selalu ada hasil manis dari pengorbanan itu. Selain belajar dengan keras, setiap pukul enam pagi hari, ia selalu pergi ke gereja yang berada didekat sekolahnya dan kemudian berdoa dengan doa yang sama yang selalu ia ulang-ulang selama bertahun-tahun.
 "Tuhan, aku mau jadi dokter yang kuliah di Jerman"
Di tahun 1965, Lie Dharmawan kemudian lulus SMA dengan prestasi yang cemerlang, berkali-kali ia mendaftar di fakultas kedokteran yang ada dipulau Jawa namun ia tidak pernah diterima. Kesempatan kuliah akhirnya ada ketika ia diterima masuk di fakultas Kodekteran di Universitas Res Publica (URECA) dimana universitas ini didirikan oleh para petinggi organisasi Badan Permusjawaratan Kewarganegaraan Indonesia tahun 1958 namun baru bebrapa hari kuliah, kampusnya dibakar oleh massa. Akhirnya ia tidak dapat melanjutkan kuliuahnya, dan Lie Dharmawan kemudian memutuskan untuk menjadi pekerja serabutan untuk mengupulkan uangnya membeli tiket ke Jerman untuk melanjutkan cita-citanya.

Kuliah Kedokteran DI Jerman
Di usianya yang ke 21 tahun, Lie Dharmawan pun mendaftarkan diri ke sekolah kedokteran di Berlin Barat, Jerman namun tanpa dukungan beasiswa. Dengan tekad yang kuat ia akhirnya diteriman di fakultas Kedokteran Free University, Berlin Barat. Dan untuk memenuhi biaya kuliah dan kehidupan sehari-harinya, Lie Dharmawan kemudian
bekerja sebagai kuli bongkar muat barang. pada kesempatan lain, Lie juga bekerja di sebuah panti jompo yang salah satu tugasnya adalah membersihkan kotoran orang tua berusia 80 tahunan.

Lie Dharmawan tetap berprestasi sekalipun sibuk bekerja, sehingga ia mendapat beasiswa, itu semua ia gunakan untuk biaya sekolah adik-adiknya. Tahun 1974, Lie berhasil menyelesaikan pendidikannya dan mendapat gelar M.D. (Medical Doctor). Empat tahun setelahnya, Lie sukses menyandang gelar Ph.D. Melalui perjuangan tanpa kenal lelah selama sepuluh tahun, Lie akhirnya lulus dengan membanggakan diaman ia lulus empat spesialisasi yakni ahli bedah umum, ahli bedah toraks, ahli bedah jantung dan ahli bedah pembuluh darah. Cita cita semasa kecilnya akhirnya tercapai.



dr. Lie Dharmawan Kembali Ke Indonesia
Selama enam bulan Lie di Semarang kemudian ke RS Rajawali, Bandung. Tahun 1988, Lie berkarir di RS Husada, Jakarta hingga saat ini. Kegiatan sosial pertama Lie sebagai seorang dokter bedah di Indonesia dilakukan saat mengoperasi secara cuma-cuma seorang pembantu rumah tangga tahun 1988. Selanjutnya, Lie juga terus mengupayakan bedah jantung terbuka (bedah di mana jantung dihentikan dari pekerjaannya untuk dibuka untuk diperbaiki). Bedah semacam ini melawan arus karena butuh peralatan yang lebih canggih dan mahal, namun harus dilakukan dalam operasi skala besar. Tahun 1992, Lie akhirnya sukses melangsungkan bedah jantung terbuka untuk pertama kalinya di rumah sakit swasta di Jakarta.

Mendirikan yayasan DoctorSHARE dan Rumah Sakit Apung
Jangankan berobat, jika makan sehari-hari pun sulit. Kesadaran ini menerpa batin Lie begitu kuat hingga akhirnya bersama Lisa Suroso (yang juga aktivis Mei 1998) mendirikan sebuah organisasi nirlaba di bidang kemanusiaan dengan nama doctorSHARE atau Yayasan Dokter Peduli—sebuah organisasi kemanusiaan nirlaba yang memfokuskan diri pada pelayanan kesehatan medis dan bantuan kemanusiaan. DoctorSHARE bekerja didasarkan pada prinsip-prinsip kemanusiaan dan etika medis. DoctorSHARE memberikan pelayanan medis secara cuma-cuma di berbagai wilayah Indonesia. Selain pengobatan umum di berbagai sudut Indonesia, program awal DoctorSHARE adalah pendirian Panti Rawat Gizi) di Pulau Kei, Maluku Tenggara.

Dr Lie Darmawan tidak pernah lupa kata-kata Ibunya sejak kecil yang ia pegang terus sampai ia berhasil menjadi dokter dengan keahlian empat spesialis bedah.
 "Lie, kalau kamu jadi dokter, jangan memeras orang kecil atau orang miskin. Mungkin mereka akan membayar kamu berapapun tetapi diam-diam mereka menangis di rumah karena tidak punya uang untuk membeli beras".

Inspirasi ini melekat kuat dalam benak Lie. Bersama DoctorSHARE, Lie mendirikan Rumah Sakit Apung (RSA) Swasta, yang diberi nama KM RSA DR. LIE DHARMAWAN. Pelayanan medis dalam RSA dilakukan dengan cuma-cuma. Dari koceknya, ia mewujudkan mimpi yang muskil, membangun rumah sakit apung. Kemudian berlayarlah Lie Dharmawan mengunjungi pulau-pulau kecil di Nusantara, mengobati ribuan warga miskin yang tak memiliki akses pada pelayanan medis. Tujuan didirikannya RSA ini adalah untuk melayani masyarakat yang selama ini kesulitan mendapat bantuan medis dengan segera karena kendala geografis dan finansial, terutama untuk kondisi darurat, khususnya bagi masyarakat prasejahtera yang tersebar di kepulauan di Indonesia. Rumah Sakit Apung milik dr. Lie hanyalah sebuah kapal sederhana yang terbuat dari kayu, yang di dalamnya disekat-sekat menjadi bilik-bilik yang diperuntukkan untuk merawat pasien-pasien inap ataupun pasien-pasien pasca operasi. Sehingga dr. Lie dianggap sebagai dokter gila, karena keberaniannya menggunakan kapal kayu mengarungi pelosok negeri ini untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu tetapi memerlukan pelayanan kesehatan segera.

Itulah sekilas biografi singkat mengenai dr. Lie Dharmawan, semoga dengan membaca biografi dr. Lie Dharmawan para pembaca Biografiku.com sekalian dapat memperoleh inspirasi atau informasi yang bermanfaat.

informasi
doctorSHARE (Yayasan Dokter Peduli)
Mega Glodok Kemayoran Blok B, No.10
Jl. Angkasa Kav. B-6 Kemayoran Jakarta Pusat 10160 INDONESIA
Telp. +6221 6586 6391
info@doctorshare.org
mail.doctorshare@yahoo.com
http://www.doctorshare.org
facebook
https://www.facebook.com/pages/DoctorSHARE/45642072765



sumber

http://www.biografiku.com/2014/09/biografi-dr-lie-darmawan-dokter-gila.html?m=1

http://www.doctorshare.org

https://www.facebook.com/pages/DoctorSHARE/45642072765

,


Continue Reading »

Pixis Mega Mobil Baru Toyota




Otosia.com

Toyota memutuskan untuk terjun dalam gelombang persaingan segmen mobil kei-car di jepang yang
belakangan tengah panas oleh kehadiran sederet jawara terhebat dari para rival, seperti
Honda S660, Honda N Box, Suzuki Alto, Mitsubishi eK Space, Daihatsu Copen dan beberapa lainnya.

Namanya adalah New Toyota Pixis Mega, mobil baru Toyota bertubuh kotak dengan
desain trendi dirancang untuk merambah pasar mobil 'mungil'
bermesin 660cc yang teramat populer di kawasan Jepang.


Dibanding mobil di segmen kei-car lainnya,
Toyota menyuguhkan kenyamanan yang lebih di Pixis Mega ini bagi penumpang dewasa dengan
ukuran tubuhnya yang cenderung lebih tinggi, yakni total 1.835mm dengan dalam
kabin tertinggi di kelasnya dengan ukuran 1.455mm.

Tak lupa easy entry access disajikan khusus demi memudahkan akses untuk
penumpang anak-anak dan lansia berkat pintunya yang berukuran tinggi 1.700mm dengan
dua unit one touch sliding door.


Nyamannya berkendara dengan generasi Pixis terbaru dari Toyota ini terjamin berkat
penanaman suspensi serta struktur body anyar yang sengaja didesain untuk memaksimalkan handling.

Mengandalkan suspensi baru yang lebih 'stiff', stabilizer serta center of gravity yang rendah,
mengendarai kei-car anyar Toyota ini bakalan lebih nyaman dan 'anteng'.



Urusan dapur pacunya diserahkan kepada dua tipe mesin, yakni
mesin 3-silinder 660 cc bertenaga 52 hp, sesuai regulasi kei-car di Jepang,
dan varian dengan turbocharger yang lebih powerful sanggup melepaskan tenaga hingga 64 hp.


sumber
http://www.otosia.com/berita/sajian-mobil-mungil-baru-toyota.html?ref=yfp


,

Continue Reading »

Daftar Mobil terlaris Jelang Ramadhan 2015 ( Toyota , Daihatsu , Suzuki , Honda , Mitsubishi , Datsun )


Daftar Mobil terlaris tahun 2015


                                                                         Toyota   AVANZA


                                                                        Toyota AGYA

VIVA.co.id - Penjualan mobil mendekati Ramadhan dan musim mudik Lebaran belum menampakkan geliatnya. Meski banyak diler yang menggelontorkan sejumlah diskon atau potongan harga besar-besaran, hal itu sepertinya tak memantik masyarakat untuk membeli mobil.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan otomotif nasional pada Mei 2015, kembali mengalami kemerosotan. Penjualan wholesales (pabrik ke diler) selama Mei 2015, hanya 79.236 unit.

Dari data tersebut, penjualan yang mengalami penurunan paling drastis terjadi pada segmen low MPV (Multi Purpose Vehicle), dari 20.027 unit pada April 2015 menjadi 17.732 unit di Mei.

Saat dicermati, penurunan penjualan terjadi pada mobil sejuta umat Toyota Avanza, dimana mobil yang pertama kali diluncurkan di Gaikindo Auto Expo pada 2003 itu hanya terjual sebanyak 6.778 unit. Padahal, biasanya Avanza selalu terjual di angka 12 ribuan unit.

Kendati hanya 6.778 unit, namun Avanza masih bertengger di posisi pertama dalam 20 mobil terlaris sepanjang Mei 2015, disusul Agya di urutan kedua, dan Daihatsu Gran Max pikap di urutan ketiga.

Sementara 'saudara kembar' Avanza, yakni Xenia, kini berada di urutan keempat. Penjualan Xenia naik dari 2.632 unit pada April, menjadi 4.215 unit di Mei 2015.

Berikut daftar 20 mobil paling laris jelang Ramadhan:
1. Toyota Avanza = 6.778 unit

2. Toyota Agya = 4.800 unit

3. Daihatsu Gran Max pikap = 4.305 unit

4. Daihatsu Xenia = 4.215 unit

5. Suzuki Carry pikap = 4.101 unit

6. Toyota Kijang Innova = 3.339 unit

7. Honda Mobilio = 3.104 unit

8. Toyota Rush = 2.747 unit

9. Honda Brio Satya = 2.628 unit

10. Daihatsu Ayla = 2.435 unit

11. Mitsubishi T-120 SS mini pikap = 2.405 unit

12. Suzuki Ertiga = 2.351 unit

13. Datsun Go+ Panca = 1.962 unit

14. Honda HR-V = 1.659 unit

15. Mitusbishi L-300 pikap diesel = 1.518 unit

16. Daihatsu Gran Max = 1.473 unit

17. Daihatsu Terios = 1.412 unit

18. Toyota Yaris = 1.385 unit

19. Suzuki APV pikap = 1.224 unit

20. Toyota Fortuner = 1.052 unit

.
sumber
http://otomotif.news.viva.co.id/news/read/639293-daftar-20-mobil-terlaris-jelang-ramadhan

.
Continue Reading »